Contoh Cerita Fantasi Pendek Tentang Persahabatan di Sekolah yang Menarik
Baca contoh cerita fantasi pendek bertemakan tentang persabatan di sekolah dalam artikel ini.
Contoh Cerita Fantasi 1
Judul: Kado Terakhir Untuk Sahabat
Lima hari sebelum kawanku pindah jauh disana. Selepas makan siang, aku langsung kembali beranjak ketempat aku bermain dengan sahabatku.
“Hei, kemana saja kamu? Daritadi aku nungguin.” Tanya sahabatku yang bernama Alvi.
“Tadi aku makan siang dulu.” jawabku sambil menahan perut yang penuh dengan makan siang.
“Ah ya sudah, ayo kita lanjutkan saja mainnya.” sahut Alvi. Tidak lama saat aku & Alvi sedang asyik bermain congklak, Rafid adiknya Alvi datang menghampiri kami berdua.
“Kak, aku pengen bilang.” Kata Rafid
“Bilang apa?” Sahut Alvi penasaran
“Kata bapak, sebentar lagi kita pindahan.” Jawab Rafid
“Hah? Pindah kemana?” Tanyaku memotong pembicaraan mereka “Ke Bengkulu.” Jawab Rafid dengan singkatnya
“Ya udah kak, ayo disuruh pulang sama ibu buat makan siang dulu.” Ajak Rafid ke Alvi
“Iya deh.. ehm.. Alma, aku pulang dulu ya aku mau makan siang.” Ujar Alvi
“Eh, iya deh aku juga mau pulang kalau gitu,” sahutku tak mau kalah.
Sesampainya dirumah aku langsung masuk kedalam kamar & entah kenapa perkataan Rafid yang belum pasti tersebut, terlintas kembali ke pikiranku.
“Andai perkataan tersebut benar, tak terbayang bagaimana perasaanku nanti.” Ujarku pada cermin yang menatapku datar.
“Sudahlah daripada aku memikirkan yang belum pasti lebih baik aku mendengarkan musik saja” Ujarku kembali sambil beranjak mengambil mp3.
Tak lama kemudian aku mendengar sebuah pembicaraan, yang aku tau suaranya sudah tak asing lagi bagiku yaitu orang tuaku & orang tua Alvi sahabatku.
Aku mencoba mendekati pintu kamar untuk mendengarkan pembicaraan itu.
Tak lama tanganku keringat dingin, aku sudah mendapatkan inti pembicaraan ternyata benar apa yang dikatakan Rafid pada Alvi tadi siang bahwa mereka akan pindah kurang lebih sebulan lagi.
Lemas sudah tubuhku setelah mendengar kabar itu, tiba-tiba ibu mengetuk kamarku & mengagetkanku yang sedang bingung itu.
*Tok3X… “Alma, kamu mengunci pintu kamarmu ya”, tanya ibu sambil mencoba membuka pintu
“Enggak kok” Jawabku dengan lemasnya
“Kamu kenapa.. ayoo buka kamarmu!!” Teriak ibu “iya.. sebentar” sahutku sambil membuka pintu.
“Ngapain kamu mengunci kamar?” Tanya ibu.
“Gak knapa2… tadi aku memang lg duduk didepan pintu” Jawabku sambil menoleh keruang tamu yang berhadapan dengan kamar tidurku.
“Ya sudah, tadi orang tuanya Alvi bilang kalau mereka ingin pindah bulan depan.”
“Iya, aku sudah tau.” Sahutku kembali ke kamar tidur.
“Oh kamu tidak sedih kan?” Tanya ibu yang menghampiriku.
“…” tak kujawab pertanyaan ibu.
“Hm.. Sudahlah tak usah dibahas dulu.. Sana tidur siang dulu biar nanti malam bisa mengerjakan PR.” ujar ibu sembari mengelus elus rambutku. “iya…” jawabku singkat.
Esoknya tepat dihari Minggu, matahari pagi menyambutku. Suara ayam berkokok dan jam beker menjadi satu.
Tetapi, aku tetap saja masih ingin ditempat tidur. Sampai sampai ibuku memaksaku untuk tidak bermalas malasan.
“Alma, ayoo bangun.. perempuan gak baik bangun kesiangan” ujar ibu sambil melipat selimutku.
“Sebentar dulu lah.. aku masih ngantuk.” Sahutku sambil menarik selimut ditangan ibu.
“Itu Alvi ngajak kamu main.. ayoo bangun!!” Ujar ibu kembali sambil mengeleng gelengkan kepala.
“Oh oke oke…” Sahutku semangat karena ingat bahwa Alvi akan pindah sebulan lagi.
Lalu, aku langsung beranjak dan segera lari keluar kamar tidur untuk mandi & sarapan. Setelah itu Alvi tiba-tiba menghampiri rumahku
“Assalamualaikum, Alma!!” Panggil Alvi dari depan rumah.
“Walaikumsallam, iya!!” sahut ibuku yang beranjak keluar rumah.
“Oh ibunya Alma, ada Alma nya gak?” Tanya Alvi.
“Alma nya lagi sarapan, sebentar ya tunggu dulu aja. Sini masuk.” jawab ibuku.
“Iya, terimakasih.” Sahut Alvi.
Ketika aku sedang asyik asyiknya sarapan, Alvi mengagetkanku.
“Alma, makan terus kau ini” Ujar Alvi sambil tertawa.
“Yee, ngagetin saja kamu ini. Aku laper tau.” Sahutku sambil melanjutkan sarapan.
“Kok gak bagi-bagi aku sih” Tanya Alvi sambil menyengir kuda.
“Kamu mau, nih aku ambilin ya” Jawabku sambil mengambil piring.
“Hahaha.. tidak, aku sudah makan, kau saja sana gendut” sahut Alvi sambil tertawa terbahak-bahak.
“Ya sudah…” Jawabku kembali sambil membuang muka. Tak berapa lama kemudian, sarapanku habis lalu Alvi mengajakku bermain games.
“Sudah kan, ayoo main sekarang.” Ajak Alvi semangat.
“Aduh, sebentar dong. Perutku penuh sekali ini” sahutku lemas karena kebanyakan makan.
“Ah ayolah, makanya jangan makan banyak-banyak. Kalau gitu kapan mau dietnya” Ujar Alvi menyindirku.
“Ya sudah ya sudah.. ayoo mau main apa?” Ajakku masih malas.
“Vietcong yuk tempur tempuran” Jawab Alvi semangat seperti pahlawan jaman dulu.
“Hah, okedeh…” Sahutku sambil menyalakan laptop milik ayah.
Halaman:

