Advertisement
Source : Getty Images Signature/bns124

Contoh Cerita Hikayat Si Miskin beserta Strukturnya dalam Bahasa Indonesia

Cerita Hikayat Si Miskin adalah salah satu cerita hikayat yang penuh dengan pelajaran moral. Simak contoh ceritanya di sini.

2 Oktober 2025 Fajar Laksana

Evaluasi I

Dalam tumpukan barang-barang tidak berguna itu, ia mendapati sekerat tebu dan ketupat basi. Cepat-cepatlah ia pergi menuju ke hutan untuk menemui istrinya.

Mereka pun akhirnya menyantap ketupat basi itu berdua. Setelah ketupatnya habis, segeralah disantapnya sekerat tebu.

Berkat makanan basi itu, tubuh mereka terasa lebih segar kembali karena beberapa hari tidak memakan nasi.

Begitulah hidup Si Miskin sehari-hari. Mereka terus merasa kelaparan tanpa tahu apa yang akan di makan.

Ingin meminta makanan ke orang lain, namun mereka merasa takut jika mendapat perlakuan yang buruk lagi.

Hari mulai gelap, Si Miskin semakin merintih kesakitan sambil menghapus darah yang telah mengering di tubuhnya.

Kemudian, suami istri itu tidur terlelap bersama. Saat menjelang pagi, sang suami mengeluh bahwa badannya sangat sakit.

Sang istri yang tidak tega menatap suaminya dalam kondisi seperti itu akhirnya beranjak mencari dedaunan untuk dijadikan obat.

Dedaunan yang dikunyahnya itu kemudian dibalurkan di sekujur tubuh suaminya. Sambil menangis, ia menguatkan suaminya untuk tetap tegar menghadapi cobaan ini.

Evaluasi II

Mendengar ucapan dari istrinya, Si Miskin menjadi sadar dengan nasib yang menimpa hidupnya.

Bahwa sosok aslinya adalah seorang Raja yang berbuat kesalahan sehingga mendapatkan hukuman dari Batara Indra hingga akhirnya menjadi manusia yang sangat miskin.

Si Miskin menarik napas yang sangat panjang. Tubuhnya kemudian terasa sedikit lebih lega.

Dengan perlahan, ia mencoba bangkit untuk berdiri. Kemudian, ia bergegas masuk ke hutan untuk mencari umbi-umbian agar bisa makan.

Hari terus hari dan waktu terus berjalan. Si Miskin akhirnya memutuskan untuk tinggal di tepian hutan bersama dengan istrinya.

Hidup susah dan miskin seperti itu rupanya telah menjadi kehendak dari Yang Maha Kuasa. Namun, rupanya rezeki datang dalam bentuk yang lain yang mana sang istri ternyata hamil sudah 3 bulan.

Setiap harinya, ia menangis hendak menyantap buah mangga di taman raja. Ia terus merengek kepada Si Miskin agar ia mau mengambilkan buah mangga tersebut.

Resolusi I

Si Miskin yang merasa tidak mempunyai kuasa tentu saja bingung menanggapi permintaan istrinya tersebut.

Ia pun akhirnya berkata bahwa permintaannya tidak masuk akal dan cenderung menjerumuskannya pada kematian.

Jangankan masuk ke istana raja, datang ke rumah warga kampung saja ia tidak berani karena pasti akan diusir dan dilempar batu.

Setelah mendengar jawaban dari suaminya, perasaan sang istri menjadi semakin sedih dan gundah gulana. 

Tangisannya semakin tidak terbendung, sehingga membuat Si Miskin merasa sangat nelangsa. Mendengar tangisan istrinya, hati Si Miskin menjadi sangat pilu seperti tersayat pisau.

Dalam hatinya berkata bahwa ia tidak ingin mengecewakan istrinya. Demi buah hati di dalam kandungan istrinya, akhirnya Si Miskin rela untuk mengorbankan apa saja, termasuk nyawanya.

Ia sudah bertekad untuk datang kembali ke istana itu dan mencarikan buah mangga untuk istrinya.

Bukan ke taman kerajaan, Si Miskin justru pergi menuju ke pasar. Saat berada di depan kedai buah mangga, ia berhenti dengan ragu-ragu.

Meskipun sangat ingin meminta mangga tersebut, Si Miskin tetap diselimuti rasa takut jika akan diusir dan dianiaya seperti dulu.

Melihat orang yang berpakaian compang-camping di depan kedainya, sang penjual buah merasa iba dan akhirnya memberikan sedikit dagangannya untuk orang tersebut.

Tidak hanya penjual mangga, bahkan beberapa pedagang lain juga merasa kasihan melihat Si Miskin yang hanya terdiam karena tidak memiliki uang.

Resolusi II

Oleh karena itu, para pedagang di pasar itu akhirnya memberikan aneka jenis makanan kepada Si Miskin, baik itu nasih, buah-buahan segar, kue-kue, dan bahkan pakaian.

Mendapatkan beragam hadiah tersebut, Si Miskin merasa heran sekaligus bersyukur. Betapa bahagianya lelaki tua itu mendapatkan banyak kejutan dari orang-orang di pasar.

Setelah tiba di tepi hutan, Si Miskin langsung memberikan berbagai makanan itu kepada istrinya. Tentu saja, istrinya merasa terkejut dengan aneka makanan yang dibawa oleh suaminya.

Kemudian, sang suami menceritakan kejadian yang dialaminya di pasar tadi.

Mendengar ucapan Si Miskin yang berkata bahwa ia tidak datang ke taman raja, hal tersebut membuat sang istri merasa kesal hingga menangis.

Si Miskin mengira bahwa istrinya akan senang, namun justru tidak sama sekali. Tentu saja, Si Miskin merasa sangat kesal mendapatkan respon tersebut.

Lagi-lagi, sang istri masih berharap untuk bisa makan buah mangga yang ada di taman raja. Ia membujuk suaminya dengan berkata bahwa ini bukan keinginannya sendiri, tetapi keinginan dari bayinya.

Bahkan, sang istri mengancam lebih baik mati saja daripada tidak bisa makan buah mangga dari taman raja. Tentu saja, Si Miskin akhirnya luluh dan menuruti permintaan sang istri.

Halaman:

Advertisement