Contoh Cerita Sejarah Fiksi dan Non Fiksi Singkat Dilengkapi Strukturnya
Contoh cerita sejarah fiksi dan non fiksi berfungsi sebagai media rekreasi, edukasi, inspirasi, instruksi. Misalnya biografi, catatan sejarah, novel, legenda.
Contoh Cerita Sejarah Fiksi dan Non Fiksi Singkat Dilengkapi Strukturnya – Di berbagai buku maupun artikel, kita sering menjumpai contoh cerita sejarah fiksi dan non fiksi.
Teks tersebut adalah yang dinamakan teks cerita sejarah. Membaca cerita sejarah adalah sesuatu yang dapat menambah wawasan mengenai sejarah akan suatu hal.
Di samping itu, cerita tersebut juga bisa menjadi hiburan tersendiri pada jenis tulisan fiksi. Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini! 📖😊✨
Daftar Isi
- Pengertian dari Teks Cerita Sejarah
- Ciri Umum Karangan Cerita Sejarah
- Mengenal Struktur Penulisan Cerita Sejarah
- Fungsi Teks Cerita Sejarah
- Jenis-jenis Teks Cerita Sejarah
- Perbedaan Cerita Sejarah Fiksi dan Non Fiksi
- Cara Membuat Cerita Fiksi Sejarah
- Contoh Cerita Sejarah Fiksi dan Non Fiksi (Legenda)
- Contoh Cerita Sejarah Fiksi dan Non Fiksi (Biografi Singkat)
Pengertian dari Teks Cerita Sejarah

Sebelum memberikan contoh cerita sejarah fiksi dan non fiksi, kami akan menjelaskan terlebih dahulu apa pengertian jenis teks ini.
Teks cerita sejarah merupakan karangan yang menjelaskan atau menceritakan fakta dan kejadian-kejadian yang terjadi di masa lalu.Â
Topik yang dibahas biasanya adalah seputar asal muasal sesuatu yang memiliki nilai sejarah.
Cerita sejarah juga bisa dipahami sebagai catatan-catatan peristiwa di masa lampau yang dikembangkan menjadi sebuah karangan yang terstruktur dan sistematis.Â
Karangan yang dikembangkan berdasarkan bukti-bukti peristiwa nyata nantinya bisa menjadi teks cerita sejarah yang sesuai kenyataan.
Jenis karangan ini biasanya digunakan untuk mencari tahu asal usul suatu benda.
Bisa juga digunakan untuk mengetahui serta melacak latar belakang terjadinya suatu peristiwa penting dan memiliki nilai sejarah tersendiri.
Namun, dalam membuat contoh cerita sejarah fiksi dan non fiksi, kamu perlu memilah peristiwa yang akan diangkat.Â
Karena, tidak semua kejadian di masa lalu bisa dikatakan sebagai peristiwa bersejarah. Dengan memilah topik yang tepat, pembaca akan tertarik untuk menikmati tulisanmu.
Beberapa kriteria dalam memilih topik untuk cerita sejarah misalnya:
- Peristiwa tersebut memberikan dampak berarti bagi banyak orang atau lingkungan
- Memuat peristiwa unik yang tidak biasa
- Objek yang diceritakan, baik itu benda, seseorang, maupun kejadian bersifat penting di mata masyarakat umum.Â
Ciri Umum Karangan Cerita Sejarah
Sebelum berlanjut ke pembahasan contoh cerita sejarah fiksi dan non fiksi, kami akan menjelaskan apa saja ciri-ciri karangan ini sehingga kamu dapat membedakannya dari jenis karangan lain.
Ciri umum karangan cerita sejarah antara lain:
- Disajikan secara kronologis, yaitu penceritaan menurut urutan peristiwa atau urutan kejadian.Â
- Penulisannya cerita sejarah dikembangkan dalam bentuk teks cerita ulang yang juga disebut recount.Â
- Memiliki struktur penulisan orientasi, urutan peristiwa, reorientasi.
- Penulisan karangan cerita sejarah sering menggunakan konjungsi temporal, yaitu konjungsi yang menunjukkan keterangan waktu. Misalnya setelah, sebelum, akhirnya, ketika, sejak, hingga, sampai, dan sebagainya.Â
- Berisi peristiwa atau kejadian bersejarah yang berdasarkan fakta.Â
Mengenal Struktur Penulisan Cerita Sejarah
Untuk bisa menulis contoh cerita sejarah fiksi dan non fiksi yang baik, kamu harus mengetahui bagaimana struktur penulisannya.
Pertama-tama, kamu harus mengingat bahwa karangan ini adalah tulisan yang menceritakan ulang suatu kejadian di masa lalu.Â
Struktur teks cerita sejarah yang tepat diperlukan untuk menyusun cerita yang runtut dan sistematis. Tahapan penulisannya adalah sebagai berikut:
1. Orientasi
Karangan cerita sejarah dibuka dengan paragraf orientasi. Orientasi adalah bagian pembuka yang berfungsi sebagai bagian pengenalan.
Di bagian orientasi, penulis memperkenalkan topik atau peristiwa yang akan dibahas secara umum.Â
Bagian orientasi pada contoh cerita sejarah fiksi dan non fiksi membantu pembaca mengetahui hal apa yang akan mereka temukan di dalam bacaan.Â
Bagian ini biasanya mengandung kalimat deskriptif seperti menjelaskan definisi atau menggambarkan secara umum.
Misalnya, kamu ingin menjelaskan asal mula komputer. Kamu dapat memulainya dengan menyebutkan definisi komputer dan kegunaannya secara singkat.
2. Urutan Peristiwa
Bagian kedua dari struktur penulisan karangan cerita sejarah adalah urutan peristiwa.
Ini merupakan bagian yang berisi urutan catatan peristiwa atau kejadian dengan susunan yang runtut berdasarkan kronologis.Â
Penceritaan urutan kejadian tersebut dilakukan secara gradual. Artinya, pemaparan kejadian dituliskan secara berangsur-angsur.
Menyusun urutan kejadian dengan benar sangat penting untuk memudahkan pembaca dalam memahami tulisan yang kamu buat.Â
3. Reorientasi
Bagian ketiga pada contoh cerita sejarah fiksi dan non fiksi adalah reorientasi. Reorientasi biasanya berisi pandangan atau komentar pribadi penulis mengenai topik peristiwa yang dibahas.Â
Meski reorientasi adalah bagian dari struktur teks cerita sejarah, namun tidak semua karangan jenis ini memiliki bagian reorientasi. Sifatnya opsional sehingga bisa dimasukkan maupun tidak.Â
Jadi, kamu bisa memilih apakah akan menuliskan reorientasi pada bagian akhir cerita atau tidak menuliskannya. Reorientasi juga menjadi bagian penutup teks sehingga penulisannya ditempatkan di bagian akhir.Â
Fungsi Teks Cerita Sejarah
Sebuah karangan dibuat tentu untuk tujuan tertentu. Begitu juga dengan penulisan contoh cerita sejarah fiksi dan non fiksi. Berikut ini adalah beberapa fungsi jenis karangan satu ini:
1. Fungsi rekreatif
Fungsi pertama karangan jenis ini yaitu sebagai media rekreasi, artinya untuk kesenangan.
Membaca kisah-kisah bersejarah dapat memicu rasa senang dan gembira pada diri pembaca. Terlebih jika topiknya adalah sesuatu yang mereka senangi atau kagumi.
2. Fungsi inspiratif
Karangan ini juga berfungsi memberikan inspirasi, imajinasi, serta kreativitas pembacanya.
Pengembangan karangan yang berangkat dari latar belakang historis bahkan dapat dijadikan inspirasi untuk keberlangsungan hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
3. Fungsi instruktif
Contoh cerita sejarah fiksi dan non fiksi juga berfungsi sebagai alat bantu yang menunjang proses pembelajaran. Kita tentu mengenal pelajaran sejarah yang diberikan di sekolah.Â
Catatan-catatan peristiwa yang ditulis dalam sebuah teks sangat membantu guru dalam memberikan materi tentang berbagai sejarah.
Misalnya sejarah terkait kemerdekaan Indonesia, revolusi industri, kerajaan-kerajaan di Nusantara, dan lain sebagainya.Â
4. Fungsi edukatif
Contoh cerita sejarah fiksi dan non fiksi juga memiliki fungsi edukatif. Dengan mengetahui kejadian di masa lampau, pembaca dapat memperluas wawasannya terkait suatu peristiwa yang terjadi di dunia.Â
Wawasan tersebut sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia.
Hal ini karena menyiratkan berbagai pembelajaran hidup yang bisa dijadikan sebagai petunjuk atau pedoman dalam menghadapi kehidupan di masa depan agar lebih baik dari sebelumnya.Â
Halaman:


