Advertisement
Source : pixabay/ Trixieliko

15 Contoh Cerpen tentang Diri Sendiri dalam Kehidupan Sehari-hari yang Pernah Dialami Singkat

Membuat contoh cerpen tentang diri sendiri dalam kehidupan sehari-hari tidak sulit, asalkan kamu peka terhadap struktur cerita. Berikut contoh-contohnya.

30 September 2025 Fajar Laksana

4. Ulang Tahun Tanpa Keluarga

Hari ini sangat bersejarah buatku, tepat 27 tahun lalu terlahir di dunia. Biasanya hari spesial seperti ini selalu ada syukuran kecil keluarga.

Selalu ada masakan kesukaanku, nasi kuning tumpeng yang konon adalah simbol keberuntungan dan tentu saja doa dari orang-orang tercinta. 

Tapi sekarang harus kuat menghadapi kesendirian di kampung orang. Aku yang merantau beda pulau sejak 3 tahun lalu terbiasa tanpa perayaan apapun setiap ulang tahun atau apapun. Hanya memanjakan diri sendiri sebagai gantinya. 

Seperti hari ini, pagi-pagi sekali aku bangun. Sengaja membuat menu sarapan spesial seadanya, nasi kuning.

Aku doakan sendiri keberuntunganku, kebahagiaanku tahun ini sampai ulang tahun mendatang. 

Sepuluh menit waktu saranku pagi ini selesai. Saatnya berangkat kerja bersama motor beat kesayangan.

Dan benar saja, keberuntungan yang kudoakan pagi ini terjawab oleh Tuhan. Baru sampai di pintu gerbang kantor, temanku Shanti senyum-senyum sambil mengibarkan HP. 

Pagi itu masuk email kantor bahwa beberapa karyawan akan kembali dimutasi ke pulau Jawa.

Sesaat aku merasa sangat bahagia, ada kemungkinan aku ada dalam daftar itu. Sebab jika dinilai dari prestasi, aku tidak kalah dari yang lain. 

Benar saja, aku termasuk karyawan yang per bulan depan akan kembali berkantor di Pulau Jawa.

Meski tidak di kota kelahiranku, setidaknya masih mudah menjangkau jika ingin pulang ke rumah. Mungkin ini juga yang selama ini menjadi doa kedua orang tuaku. 

Contoh cerpen tentang diri sendiri dalam kehidupan sehari-hari di atas memiliki struktur lengkap.

Dari pengenalan siapa aku, kemudian apa yang sedang dialami, permasalahan yaitu pengumuman mutasi. 

Meski tidak menimbulkan konflik batin, tetapi ini adalah titik dimana pembaca dibawa untuk menebak jalan cerita.

Kemudian penyelesaiannya adalah, aku masuk dalam daftar karyawan yang dimutasi. 

5. Kepergian Ibu Watik, Penjual Sayur

Ibu watik adalah penjual sayur keliling langgananku. Biasanya sebelum jam 7 pagi sudah panggil-panggil di depan kontrakanku menawarkan dagangannya.

Sebab tahu kalau aku tidak pernah sempat memasak meski untuk diri sendiri. 

Pagi ini hampir 7.30, saatnya aku harus berangkat kerja, belum kudengar suara cemprengnya.

Mungkin sedang ada acara lain yang menyebabkannya libur, meski biasanya beliau memberi tahu dulu jika besok akan libur jualan. 

Baiklah, hari ini ngantor tanpa sarapan dan bekal. Baru beberapa langkah meninggalkan pintu gerbang kontrakan sayup-sayup kudengar pengumuman berita duka melalui toa masjid. Benar, berita atas meninggalnya ibu Watik, tukang sayur langgananku. 

Tanpa pikir panjang, langsung bergegas aku mengikuti langkah orang-orang yang ternyata mendatangi rumahnya. Tidak ada yang menyangka, diusianya yang masih paruh baya ibu Watik berpulang. 

Duka mendalam dirasakan orang-orang yang aku temui di rumahnya pagi itu, aku bisa merasakannya.

Akupun merasa sangat kehilangan orang baik ini. Saat itu juga aku minta ijin pada personaliaku Mas Jhony untuk datang siang. 

Meski tidak terlalu dekat, tapi aku ingin turut mengantarkan ibu Watik ke tempat peristirahatannya yang terakhir. Sebisanya ingin membantu semua persiapan pemakamannya. 

Contoh cerpen tentang diri sendiri dalam kehidupan sehari-hari sangat sederhana.

Jika dibawa hanya merupakan pengalaman pribadi penulis. Peristiwa normal yang pasti sering terjadi, nyatanya bis juga dinikmati sebagai karya. 

6. Mengajar Anak-anak Pemulung

Kontrakanku berada di ujung gang sempit, lingkungan sekitarku sebenarnya tidak begitu sehat.

Dekat dengan tempat pembuangan sampah, yang mana selalu menghasilkan bau tak sedap ke dalam ruangan. 

Sampai-sampai harus menyiapkan pengharum ruangan minimal 3 titik untuk menetralisirnya.

Meski begitu, aku diterima baik di lingkungan ini. Anak-anak sekitar selalu datang bermain dan minta belajar aneka pelajaran setiap sore. 

Setidaknya ini yang memberiku sedikit hiburan, sekaligus merasa dibutuhkan orang lain.

Mayoritas warga di kampung tempatku tinggal berprofesi sebagai pemulung. Kebayang seperti apa kehidupan mereka, kondisi rumah yang kumuh, anak tak terurus. 

Bahkan banyak anak usia sekolah dasar yang setiap harinya hanya bermain, mereka tidak sekolah.

Aku prihatin dengan kondisi seperti ini, tapi tidak bisa banyak membantu. Yang bisa kulakukan adalah menerima mereka saat ingin belajar. 

Setidaknya aku bisa mengajari mereka membaca, menulis, berhitung dan beberapa pengetahuan dasar yang aku tahu.

Sekedar menjadi guru bagi mereka saja sudah sangat membahagiakan. Apalagi melihat mereka selalu bersemangat untuk datang lagi. 

Contoh cerpen tentang diri sendiri dalam kehidupan sehari-hari di atas tidak kalah sederhana.

Melihat fenomena di sekitar, tambahkan bahasa yang sedikit dramatis, jadilah karya. Perlu diperhatikan bahwa memilih kata dalam kalimat tidak selalu harus baku.

Kamu bisa menggunakan bahasa sehari-hari supaya bisa diterima semua kalangan pembaca.

Pada intinya sebuah cerpen harus sederhana dan mudah dimengerti. Sehingga bisa selesai dalam sekali duduk, seperti contoh cerpen tentang diri sendiri dalam kehidupan sehari-hari diatas. 

Contoh Cerpen beserta Sinopsis dan Strukturnya Lengkap

7. Menulis Horor di Pagi Hari

Setiap pagi rutinitasku selalu diawali dengan minum kopi hitam tanpa gula. Entah sejak kapan, aku terbiasa minum kopi maupun teh tanpa gula.Ini membuatku bersemangat menjalani aktivitas pekerjaan selanjutnya.

Tepat pukul 5, aku sudah fokus kerja di depan laptop kesayanganku. Profesiku adalah penulis cerita horor misteri untuk sebuah platform online. Entah mengapa pagi-pagi inspirasiku selalu muncul. 

Lebih dari itu, aku tidak bisa menulis malam hari karena banyak hal mengganggu. Mungkin bukan hanya aku saja yang mengalaminya, tapi banyak penulis misteri lain juga. Setiap kali menulis cerita horor serasa diganggu makhluk tak kasat mata. 

Sedangkan siang hari adalah aktivitas utamaku sebagai karyawati bank swasta. Jadi aku maksimalkan waktu 1 sampai 2 jam untuk menulis di pagi hari.

Setiap kali selesai menulis, aku masih merasa bahwa tokoh dalam ceritaku hadir di dekatku. 

Kadang merasa risih, seperti ada seseorang yang mengawasi. Ini sudah aku rasakan sejak setahun profesi menulisku.

Tapi sama sekali tak ku hiraukan perasaan itu dan tetap bekerja seperti biasa. 

Contoh cerpen tentang diri sendiri dalam kehidupan sehari-hari memiliki konflik hampir di akhir cerita.

Namun segera terselesaikan, dimana penulis sebagai tokoh utama tidak menganggap ada masalah. 

7 Contoh Cerpen Keluarga beserta Strukturnya yang Baik dan Benar, Bisa Jadi Inspirasi!

8. Rutinitas Seorang Penulis Freelance

Hari ini cuacanya sangat mendukung, cerah sekali. Aku segera bangun dari tempat tidurku dan menuju ke kamar mandi untuk mandi. Sesekali aku melihat cermin untuk bercermin.

Ada wajah cerah di wajahku menandakan sedang bahagia. Aku langsung mandi dan mempersiapkan diri untuk pergi jalan-jalan di sekitar rumah pada pagi hari. Karena memang setiap hari aku selalu jalan-jalani.

Menghibur diri untuk mengawali jam kerja ku nanti di jam 8 pagi. Setelah berjalan-jalan di sekitar komplek rumah, aku pulang dan mandi lagi untuk mempersiapkan diri bekerja. 

Pekerjaanku adalah seorang penulis freelance. Jadi aku bekerja dari rumah menggunakan laptop kesayanganku.

Itulah kenapa setelah mandi dan jalan-jalan, aku segera memasak air untuk membuat kopi.

Karena tanpa kopi, rasanya kurang lengkap aktivitasku. Jadi selalu kubuat kopi untuk menemani aktivitasku bekerja di depan laptop.

Barulah setelah kopiku jadi, aku langsung menuju ke kamar bersama gelas kopiku.

Segeralah kemudian aku bekerja sambil minum kopi supaya tetap fokus dalam mengerjakan tugas. Seperti itulah salah satu contoh cerpen tentang diri sendiri dalam kehidupan sehari-hari yang selalu aku jalani sehari-hari.

Halaman:

Advertisement