Advertisement
Source : Canva/@Getty Images

13 Contoh Dataran Rendah dan Dataran Tinggi di Indonesia beserta Ciri-ciri dan Manfaatnya

Indonesia kaya akan keindahan alamnya. Tahukah kamu bahwa banyak ragam bentang alam Indonesia yang merupakan dataran rendah dan dataran tinggi?

2 Oktober 2025 Lintang Filia

2. Dataran Tinggi Gayo (Aceh)

Kalau kamu pecinta kopi, pasti tidak asing dengan kopi Gayo bukan? Kopi Gayo memiliki cita rasa khas dan sudah diakui secara internasional. Yup, komoditas tersebut berasal dari salah satu contoh dataran tinggi di Indonesia, yaitu Dataran Tinggi Gayo di Aceh.

Berada di kawasan Pegunungan Bukit Barisan dengan ketinggian sekitar 1.200–1.700 mdpl, Dataran Tinggi Gayo dikenal luas sebagai penghasil kopi arabika terbaik di Indonesia, nih.

Selain itu, wilayah ini menawarkan pemandangan alam yang menakjubkan, terutama di sekitar Danau Lut Tawar, serta budaya masyarakat Gayo yang masih sangat kental.

3. Dataran Tinggi Kerinci (Sumatra)

Selain itu, ada juga Dataran Tinggi Kerinci yang terletak di sekitar Gunung Kerinci, gunung tertinggi di Sumatra dengan ketinggian mencapai 3.805 mdpl.

Wilayah ini berada di ketinggian sekitar 800–1.400 mdpl, dikelilingi oleh pegunungan dan hutan tropis yang menjadi bagian dari Taman Nasional Kerinci Seblat.

Selain sebagai kawasan konservasi flora dan fauna, daerah ini juga dikenal dengan perkebunan teh, kayu manis, dan hasil bumi lainnya yang menjadi andalan masyarakat setempat.

4. Dataran Tinggi Malang (Jawa Timur)

Terletak di ketinggian sekitar 440–667 mdpl untuk wilayah kotanya, dan mencapai hingga 1.200 mdpl di daerah Batu dan sekitarnya, Dataran Tinggi Malang dikenal dengan udara sejuk dan panorama pegunungan yang menenangkan.

Selain menjadi tujuan wisata favorit, kawasan ini juga menjadi sentra pertanian dan hortikultura, menghasilkan berbagai jenis sayur, buah, serta bunga.

5. Dataran Tinggi Bukit Barisan (Sumatra)

Pegunungan Bukit Barisan membentang sepanjang lebih dari 1.700 kilometer, dari Aceh hingga Lampung, dengan ketinggian rata-rata 1.000–2.000 mdpl.

Kawasan ini merupakan tulang punggung dataran tinggi di Pulau Sumatra yang terdiri dari deretan gunung berapi aktif, hutan tropis lebat, dan lembah subur.

Dataran tinggi yang satu ini memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan lokasi beberapa taman nasional besar, seperti Kerinci Seblat derta Bukit Barisan Selatan.

6. Dataran Tinggi Puncak (Bogor, Jawa Barat)

Tidak jauh dari Jakarta, Dataran Tinggi Puncak di Kabupaten Bogor berada pada ketinggian sekitar 700–1.800 mdpl. Wilayah ini dikenal dengan udara sejuk, hamparan kebun teh yang luas, dan panorama pegunungan yang menawan.

Tak hanya menjadi sumber air penting bagi daerah sekitarnya, Puncak juga merupakan salah satu destinasi wisata paling populer di Jawa Barat, terutama saat akhir pekan.

7. Dataran Tinggi Jayawijaya (Papua)

Dataran Tinggi Jayawijaya merupakan salah satu yang tertinggi di Indonesia, dengan wilayah pegunungan yang mencapai lebih dari 4.800 mdpl.

Puncak tertingginya, yaitu Puncak Jaya (Carstensz Pyramid), bahkan mencapai 4.884 mdpl dan tertutup salju abadi. Puncak Jaya pun memiliki suhu sangat dingin serta menjadi habitat bagi berbagai spesies endemik Papua.

Selain keindahan alamnya yang luar biasa, Dataran Tinggi Jayawijaya juga dikenal karena kekayaan budaya suku-suku asli seperti Suku Dani yang masih menjaga tradisi leluhur mereka.

Mengenal Prinsip Korologi dalam Geografi beserta Contoh Penerapan dan Penjelasannya

Penutup

Itulah berbagai contoh dataran rendah dan dataran tinggi di Indonesia beserta ciri dan manfaatnya. Kalau kamu mencari bahasan menarik seputar geografi, pengetahuan umum, dan materi pelajaran sekolah lainnya, kamu bisa baca artikel edukatif lainnya di blog Mamikos, ya. 📲

Referensi:


Halaman:

Advertisement