Advertisement
Source : Getty Images/AndreyPopov

5 Contoh E-commerce di Indonesia Berdasarkan Jenis dan Bedanya dengan Marketplace

Ada beragam pilihan e-commerce di Indonesia dengan macam-macam promosi dan layanan tertentu agar dapat menarik minat beli masyarakat.

30 Oktober 2025 Bella Carla

Pesatnya perkembangan internet dan teknologi melahirkan berbagai peluang dalam bisnis, seperti e-commerce contohnya.

Sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi digital tercepat, industri e-commerce di Indonesia terus berkembang dan menjadi salah satu yang terbesar di Asia Tenggara.

Yuk, ulik informasi lebih banyak lagi seputar e-commerce di Indonesia berdasarkan jenis dan perbedaannya dengan marketplace dalam artikel berikut. 🤑🛒💰

Berikut Pengertian, Jenis, hingga Contoh E-commerce di Indonesia

Contoh E-commerce di Indonesia
unsplash.com/sixthcitysarah

E-commerce adalah platform jual beli produk di sebuah website secara online, biasanya menjual berbagai macam produk seperti fashion, elektronik, kebutuhan rumah tangga, dan lain-lainnya.

Kegiatan belanja online melalui e-commerce Indonesia memang sedang menjadi tren tersendiri bagi seluruh lapisan masyarakat.

Terdapat beragam pilihan e-commerce di Indonesia dengan macam-macam promosi dan layanan tertentu agar dapat menarik minat beli masyarakat guna melakukan transaksi di toko online pilihan mereka.

Kamu bisa temukan beberapa pilihan contoh e-commerce yang ada di Indonesia dengan membaca artikel ini hingga bagian akhir, ya.

31 Bisnis Modal Kecil Untung Besar di 2025, Emang Ada? Coba Baca Ini

Apa itu E-commerce?

E-commerce adalah singkatan dari istilah electronic commerce. Dikutip dari Investopedia, perdagangan elektronik atau e-commerce merupakan model bisnis yang memungkinkan perusahaan atau individu bisa membeli atau menjual barang melalui internet (online).

Hampir semua produk, termasuk jasa sekalipun tersedia di internet dari mulai makanan, buku, produk rumah tangga, musik, tiket pesawat, investasi bisa dibeli lewat e-commerce.

Inilah yang menjadi alasan kemajuan teknologi perdagangan elektronik ini dianggap sebagai disrupsi ekonomi. Sarana e-commerce sendiri cukup beragam mulai dari televisi, telepon, dan internet.

Sederhananya, e-commerce dapat diartikan sebagai penyebaran, penjualan, pembelian, serta pemasaran barang atau jasa yang mengandalkan sistem elektronik, seperti internet, TV, atau jaringan teknologi lainnya.

10 Inspirasi Bisnis Pemula untuk Anak Muda dengan Modal Minim, Ada yang Bisa Modal Dibawah 1 Juta

Apa Perbedaan E-commerce dan Marketplace?

E-commerce adalah singkatan dari electronic commerce, yang merujuk pada pembelian dan penjualan produk atau layanan secara online melalui platform atau situs web.

Sementara, pengertian marketplace adalah platform online yang menyediakan tempat bagi banyak penjual untuk menjual produk dan layanan mereka kepada banyak pembeli.

Meskipun e-commerce dan marketplace sama-sama memungkinkan penjual untuk menjual produk atau jasa secara online, namun keduanya memiliki perbedaan yang signifikan. Nah, berikut adalah beberapa perbedaan e-commerce dan marketplace yang perlu kamu ketahui.

1. Cara kerja

Perbedaan e-commerce dan marketplace yang pertama adalah cara kerjanya. Jika e-commerce, penjual memiliki toko online mereka sendiri dan bertanggung jawab untuk mengelola inventaris, pengiriman, dan pembayaran.

Kemudian, pembeli akan mengunjungi situs web atau aplikasi e-commerce dan membeli produk dari toko online penjual.

Sementara pada marketplace, penjual membuka toko mereka di platform dan bertanggung jawab untuk mengelola inventaris dan pengiriman. Pembeli pun bisa memilih dari berbagai toko dan produk di platform tersebut sembari meninggalkan ulasan.

2. Model bisnis

Perbedaan yang kedua e-commerce dan marketplace terletak pada model bisnisnya. Jika e-commerce memiliki model bisnis yang fokus pada penjualan produk atau layanan dari satu perusahaan atau merek tertentu,

Sementara, marketplace memiliki model bisnis yang berfokus menghubungkan pembeli dengan banyak penjual yang menawarkan produk dan layanan mereka di satu platform.

3. Jumlah penjual

Di e-commerce, produk dan layanan hanya ditawarkan oleh satu penjual atau merek tertentu saja. Sedangkan di marketplace, produk dan layanan ditawarkan oleh banyak penjual yang berbeda sehingga membuat persaingan lebih tinggi.

Halaman:

Advertisement