Advertisement
Source : Getty Images/AndreyPopov

5 Contoh E-commerce di Indonesia Berdasarkan Jenis dan Bedanya dengan Marketplace

Ada beragam pilihan e-commerce di Indonesia dengan macam-macam promosi dan layanan tertentu agar dapat menarik minat beli masyarakat.

30 Oktober 2025 Bella Carla

4. Penanganan transaksi

E-commerce menangani semua aspek transaksi, mulai dari pengambilan pesanan, pembayaran, pengiriman produk, hingga layanan purna jual. Sementara di marketplace, setiap penjual hanya menangani aspek transaksi mereka sendiri.

5. Variasi Produk dan Layanan

Di e-commerce, biasanya produk dan layanan yang ditawarkan terbatas pada satu jenis atau merek tertentu, sedangkan di marketplace, produk dan layanan yang ditawarkan lebih beragam, karena banyak penjual yang menawarkan produk dan layanan mereka sendiri.

23 Usaha Sampingan yang Menjanjikan dengan Modal Kecil

6. Branding

Perbedaan yang kedua e-commerce dan marketplace terletak pada branding. Di e-commerce, branding dan citra merek lebih mudah dipertahankan karena hanya ada satu merek atau perusahaan yang terlibat.

Sedangkan di marketplace, branding jauh lebih sulit karena banyak penjual yang berbeda dan merek mereka sendiri yang terlibat.

7. Komisi

Di marketplace, setiap penjual biasanya membayar komisi kepada platform untuk setiap adanya transaksi. Sedangkan di e-commerce, perusahaan tidak memerlukan komisi karena mereka hanya menjual produk atau layanan mereka sendiri.

8. Pengaturan harga

Di e-commerce, harga produk atau layanan yang ditawarkan biasanya ditetapkan oleh perusahaan, sedangkan di marketplace, harga ditetapkan oleh masing-masing penjual.

9. Kendali atas produk

Di e-commerce, perusahaan memiliki kendali penuh atas produk dan layanan yang ditawarkan. Sementara di marketplace, kendali produk dan layanan ada di tangan penjual, meskipun platform biasanya menetapkan persyaratan tertentu yang harus dipenuhi oleh setiap penjual.

10. Tingkat penggunaan

Biasanya, marketplace memiliki tingkat penggunaan yang lebih tinggi daripada e-commerce karena menawarkan beragam produk dari berbagai penjual dalam satu tempat.

Sementara itu, e-commerce cenderung terbatas pada produk atau layanan dari satu merek atau perusahaan tertentu.

11. Fokus pada pelanggan

Perbedaan yang kedua e-commerce dan marketplace terletak pada fokus pelanggannya. Di e-commerce umumnya lebih fokus pada menciptakan hubungan dengan pelanggan mereka sendiri.

Sedangkan marketplace lebih fokus pada memberikan platform yang nyaman bagi pelanggan untuk menemukan dan membeli produk dari banyak penjual.

12. Layanan pelanggan

Terkait layanan pelanggan juga terdapat perbedaan antara e-commerce dan marketplace. Di e-commerce, layanan pelanggan biasanya dikelola oleh perusahaan itu sendiri, sedangkan di marketplace, setiap penjual menangani layanan pelanggan untuk produk yang mereka jual.

13. Risiko produk

Di e-commerce, risiko produk yang buruk atau cacat biasanya ditanggung oleh perusahaan, sementara di marketplace, risiko produk biasanya ditanggung oleh penjual.

13. Tujuan utama

Perbedaan yang kedua e-commerce dan marketplace yang terakhir ada pada tujuan utamanya.

Jika e-commerce lebih fokus meningkatkan penjualan produk atau layanan dari satu perusahaan atau merek tertentu.

Marketplace justru fokus untuk memberikan platform untuk banyak penjual untuk menawarkan produk mereka kepada banyak pelanggan.

15 Ide Peluang Usaha yang Menjanjikan di Awal Tahun 2026, Modal Minim Keuntungan Besar

Jenis-jenis E-commerce dan Contohnya

Berdasarkan paparan dari The Balance Small Business, jenis-jenis e-commerce di antaranya adalah:

1. Business-to-Business (B2B)

Pada model yang satu ini, e-commerce adalah pihak bisnis, dan konsumennya juga merupakan pihak bisnis.

E-commerce kemudian menjual barang yang dibutuhkan perusahaan, sehingga konsumennya juga sebuah perusahaan. Contoh yang satu ini adalah perusahaan penyedia perabot kantor, perusahaan hosting, dan lain-lain.

2. Business-to-Consumer (B2C)

Nah, untuk model yang satu ini, pihak e-commerce merupakan pihak bisnis, sedangkan pelanggannya adalah konsumen yang menggunakan barang atau jasa untuk pribadi. Contohnya adalah situs belanja online seperti HijUp.

Terkadang, terjadi peleburan antara e-commerce B2C dan C2C. Contohnya adalah official store dari perusahaan di berbagai startup electronic commerce seperti Tokopedia Official Store atau Shopee Mall.

Halaman:

Advertisement