Advertisement
Source : unsplash.com/@supersnapper27

Contoh Esai tentang Diri Sendiri Singkat beserta Cara Membuatnya Lengkap

Menulis esai bisa jadi sulit. Namun, simak contoh esai singkat tentang diri sendiri dan cara membuat esai yang baik di bawah ini.

29 Juni 2025 Ayu Diana A

3. Esai Tajuk

Esai tajuk adalah jenis esai yang dimuat dalam surat kabar untuk membicarakan peristiwa yang sedang berkembang di tengah masyarakat, misalnya model fashion terkini dan fenomena terbaru di masyarakat.

4. Esai Cukilan Watak

Dalam esai cukilan watak, penulis menggunakan cukilan atau cuplikan watak seseorang yang dapat dikaitkan dengan permasalahan dalam esai dan dapat dicontoh atau diambil pelajarannya.

5. Esai Deskriptif

Esai deskriptif adalah esai yang dibuat untuk memberikan deskripsi tentang suatu benda atau seseorang.

6. Esai Kritik

Esai kritik berisi penilaian atas baik atau buruk, manfaat, kelebihan, dan kekurangan suatu karya seni atau karya sastra.

7. Esai Reflektif

Esai reflektif biasanya ditulis oleh ahli atau pakar untuk menanggapi dan merenungkan isu-isu terkait pemerintahan, politik, dan lain-lain.

8. Esai Pribadi

Esai pribadi ditulis berdasarkan pribadi penulis untuk menceritakan pandangan dan pengalaman penulis secara langsung.

Apa Perbedaan Paper, Makalah, Essay, Jurnal, dan Artikel? Ternyata ini Bedanya

Bagaimana Cara Membuat Esai?

Kita sudah memahami pengertian esai, struktur esai, dan jenis-jenis esai. Selanjutnya, tibalah kita pada pembahasan tentang cara membuat esai, sebelum mencapai pembahasan contoh esai tentang diri sendiri.

Membuat esai tidaklah sulit jika kita sudah terbiasa. Namun, jika masih kesulitan dalam membuat esai, kita bisa mengikuti cara mudah membuat esai berikut ini.

1. Memilih Topik Esai

Seperti halnya menulis karya tulis lainnya, langkah pertama dalam pembuatan esai dimulai dengan menentukan topik esai.

Agar esai menjadi lebih menarik, pilihlah topik yang khusus dan fokus pada satu hal saja.

Pemilihan topik juga sebaiknya didasari adanya karakter yang kuat pada penulisannya.

Semakin fokus topik esai dan semakin kuat karakternya, maka esai akan semakin baik, karena ada sudut pandang yang jelas.

2. Persiapkan Outline

Agar kita bisa menulis dengan mudah, sebaiknya kita memiliki outline dan melakukan pemetaan. Outline tulisan berisi poin-poin penting tentang apa saja yang akan diuraikan.

3. Mengumpulkan Materi

Setelah membuat outline, langkah berikutnya adalah mencari materi yang sesuai untuk menjelaskan atau menguraikan poin-poin outline.

Materi tersebut sebaiknya juga dilengkapi data faktual yang dapat mendukung argumen.

4. Menguraikan Isi

Kita sudah memiliki outline dan materi pendukung. Selanjutnya, saatnya kita menguraikan materi sesuai outline tadi.

Dalam menguraikan poin-poin outline, usahakan setiap paragraf memiliki satu topik utama untuk diuraikan.

5. Membuat Pendahuluan

Ketika kita sudah selesai membuat bagian isi, selanjutnya kita bisa membuat bagian pendahuluan. Mengapa bagian pendahuluan justru ditulis setelah isi selesai?

Sebab, dengan menguraikan isi terlebih dahulu, diharapkan kita bisa lebih memahami pembahasan dalam esai.

Dengan begitu, kita bisa menuliskan pendahuluan yang sesuai untuk mendukung isi esai dan memberikan pemahaman kepada pembaca.

6. Menulis Kesimpulan

Selanjutnya, setelah selesai menuliskan bagian lainnya, kita bisa menulis bagian kesimpulan sesuai uraian esai. Usahakan agar tidak bertele-tele dalam menjelaskan kesimpulan.

7. Baca Ulang dan Perbaiki

Langkah terakhir adalah membaca ulang esai yang sudah ditulis dari awal hingga akhir. Pastikan alur tulisan sudah padu dan mudah dipahami, serta tidak ada kesalahan penulisan. 

Contoh Esai Akademik Bahasa Indonesia beserta Strukturnya Lengkap

Cara Membuat Esai tentang Diri Sendiri

cara membuat essay diri sendiri
unsplash.com/@thoughtcatalog

Jika di atas kita mempelajari pembuatan esai secara umum, berikut ini kita ulas secara singkat pembuatan esai pribadi tentang diri sendiri.

Esai tentang diri sendiri mungkin tidak jauh berbeda. Namun, bentuknya bisa lebih sederhana. Hal pertama yang perlu dilakukan adalah menentukan sudut pandang.

Apakah kita akan menggunakan kata “Saya” sebagai orang pertama atau sudut pandang orang ketiga untuk menceritakan diri sendiri.

Hal ini layaknya ketika kita menentukan topik dan sudut pandang esai pada umumnya.

Untuk membuat outline esai tentang diri sendiri, kita bisa mencoba mengingat perjalanan hidup kita.

Misalnya di mana bersekolah atau kejadian apa yang berkesan bagi kita sebagai poin-poin.

Peristiwa yang dicatat bisa berupa peristiwa yang memancing respons emosional, hal tertentu yang mengubah penilaian kita, atau berbagai kejadian lain yang menurut kita sangat berpengaruh bagi kehidupan saat ini.

Selanjutnya, menguraikan isi esai tentang diri sendiri dapat dimulai dengan mengembangkan poin-poin yang sudah dibuat dengan lebih detail.

Selain itu, akan lebih baik jika kita memberikan respons secara dalam dan bermakna dari setiap kejadian.

Halaman:

Advertisement