Contoh Foto Ultraviolet, Ortokromatik, Nonkromatik, Pankromatik, dan Inframerah beserta Penjelasannya
Ingin tahu seperti apa foto ultraviolet, ortokromatik, nonkromatik, pankromatik, dan inframerah beserta penjelasannya? Yuk, cari tahu informasinya dalam artikel berikut!
Tidak mampunya perekam untuk menangkap warna merah menyebabkan tampilan objek yang memiliki warna merah akan terlihat gelap.
Sementara sensitivitas yang dimiliki alat perekam yang digunakan untuk merekam foto ini akan menjadikan gelombang berwarna biru akan terlihat dengan sangat jelas.
Dalam beberapa sumber dituliskan bahwa foto ortokromatik ini pertama kali dihasilkan di tahun 1873 oleh seorang ilmuan yang bernama Herman Wilhelm Vogel.
Pada saat pengambilan gambar, dia menambahkan sejumlah anilin yang termasuk senyawa organik yang mempunyai rumus kimia C6H5MH2 pada emulsi fotografi sehingga membuat perekam hanya memiliki sensitivitas pada gelombang yang memiliki warna biru.
Keberadaan foto ortokromatik di dalam penginderaan jauh sangatlah penting. Hal ini dikarenakan foto jenis ini sering digunakan untuk melakukan penelitian dan pemetaan di daerah pantai.
Beberapa alasan yang membuat foto ini sering digunakan untuk melakukan hal tersebut karena film yang dimiliki oleh alat perekamnya mampu melakukan perekaman terhadap objek yang berada di bawah permukaan air sampai dengan kedalaman 20 meter.
Meskipun cocok untuk digunakan dalam penelitian di daerah pantai, foto jenis ini memiliki banyak kekurangan. Salah satunya adalah foto ini kurang cocok untuk digunakan di malam hari karena objek yang ditangkap seringkali kurang jelas.
3. Foto Nonkromatik

Jenis foto inilah yang paling sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. hal ini dikarenakan data yang dihasilkan foto jenis ini sama seperti dengan yang tertangkap oleh mata normal manusia.
Foto jenis ini akan tetap memperlihatkan pucuk pepohonan berwarna hijau, tanah yang berwarna sedikit merah kecoklatan, laut terlihat biru, dan berbagai objek lainnya yang memiliki warna seperti yang ditangkap oleh mata manusia.
Salah satu penyebab yang menjadikan jenis foto ini berbeda dengan foto penginderaan jauh lainnya karena alat perekam yang digunakan untuk mengambil foto ini karena memiliki sensor yang berbeda.
Sensor yang digunakan pada alat perekam foto ini memiliki kemampuan untuk menangkap gelombang elektromagnetik pada spektrum tampak pada panjang gelombang dengan warna biru, merah, sampai dengan hijau.
Halaman:

