Contoh Gambar Batang Dikotil dan Monokotil beserta Penjelasannya Lengkap
Dikotil dan monokotil adalah dua klasifikasi utama tanaman berbunga yang berbeda berdasarkan ciri-ciri kecambahnya. Yuk, pelajari beserta gambarnya!
Batang ini terutama terdiri dari sel-sel persegi panjang yang keras dan terorganisir yang dilapisi dengan zat lilin yang dikenal sebagai cutin.
Struktur internal batang monokotil terutama terdiri dari epidermis yang berkembang dengan baik, hipodermis, jaringan tanah, dan banyak kumpulan pembuluh darah yang tersebar.
Tulip, bawang merah, bunga lili, dan bawang putih adalah contoh batang monokotil.
Pembuluh kayu (xilem) dan floem pada monokotil tidak tersusun secara melingkar, tetapi tersebar di seluruh batang. Ini berbeda dari pola melingkar yang ditemukan pada dikotil.
Monokotil biasanya tidak memiliki kambium, sehingga tidak mengalami pertumbuhan sekunder yang menyebabkan peningkatan diameter batang seperti pada dikotil.

1. Epidermis
Epidermis adalah lapisan terluar tunggal yang terdiri dari sel-sel parenkim kecil, berdinding tipis, agak berbentuk barel yang dikemas rapat tanpa spesies antar sel.
Bagian luarnya dilapisi kutikula yang tebal. Selain itu, terdapat beberapa stomata terdapat pada epidermis. Biasanya tanaman monokotil tidak memiliki trikoma atau rambut.
2. Korteks
Korteks terletak di bawah epidermis.
3. Hipodermis
Hipodermis terletak tepat di bawah epidermis. Hipodermis terdiri dari dari 2-3 lapis sel sklerenkim berdinding tebal yang mengalami lignifikasi, tanpa ruang antar sel.
Jaringan ini membantu dalam penyokong mekanis.
4. Ground tissue
Jaringan ini berisi massa jaringan parenkim berdinding tipis dan bulat yang terus menerus yang terletak di bawah hipodermis. Dalam jaringan ini terdapat ruang antar sel.
Sel berbentuk bulat atau poligonal. Tidak ada diferensiasi korteks umum, endodermis, perisikel, empulur, dan berkas pengangkut.
5. Vascular Bundles
Cascular bundles tersebar secara tidak teratur di jaringan tanah, yang disebut ataktostel.
Kumpulan vascular bundles yang ada di daerah perifer berukuran lebih kecil dan tersusun secara kompak. Sebaliknya, yang terjadi di daerah pusat berukuran lebih besar dan tersebar luas.
Semuanya memiliki struktur yang sama, bentuknya lonjong dan dikelilingi oleh selubung jaringan sklerenkim.
6. Xylem
Berbentuk V atau Y, memiliki dua pembuluh metaxylem besar dengan rongga yang lebih lebar dan penebalan yang berlubang di lengan lateral. Beberapa trakeid terdapat di antara pembuluh metaxylem.
Pembuluh protoksilem hanya satu atau dua, lebih kecil, rongga sempit yang berbentuk lingkaran atau terbentuk secara lisogenik.
Dengan cara hancur atau pecahnya beberapa sel atau jaringan parenkim dan jarang sekali terdapat pembuluh protoksilem.
Parenkim xilem berdinding tipis terdapat di sekitar pembuluh protoksilem.
Halaman:

