8 Contoh Gurindam Pendek 1, 2, 3 dan 4 Bait Bahasa Indonesia
Gurindam juga dapat ditulis dalam bentuk pendek dengan batasan sampai empat bait. Berikut adalah contoh-contohnya.
Tema Pendidikan 2 Bait
Contoh gurindam pendek 1,2,3 dan 4 bait berikutnya adalah tema pendidikan 2 bait.
Contoh satu ini bisa dijadikan referensi bagi kamu yang ingin membuat gurindam varian berangkai tema pendidikan.
Jangan harap menjadi pandai
Bila belajar saja kamu lalai
Jangan harap mendapatkan juara
Bila buku saja tidak pernah dibuka
Sesuai dengan contoh tersebut, isinya tentang jangan mengharapkan menjadi pandai bila belajar saja lalai.
Setiap apa yang kamu peroleh itu tergantung dari usaha serta kerja keras. Jangan selalu mengharapkan keberuntungan tanpa ada usaha sama sekali.
Selain itu, jangan juga mengharapkan memperoleh juara bila buku saja tidak pernah dibuka.
Maksudnya, bagaimana bisa menjadi peringkat kelas bila tidak pernah ada usaha untuk belajar sama sekali.
Sebenarnya membuka buku pada contoh gurindam pendek 1,2,3 dan 4 bait hanya sebagai kiasan saja.
Pada intinya, keberhasilan itu bisa diperoleh tergantung dari usaha. Harapan tanpa tindakan hanyalah akan menjadi sekadar harapan.
Tema Pendidikan 3 Bait
Selain 1 dan 2 bait, gurindam tema pendidikan juga bisa dibuat dalam bentuk 3 bait. Pada contoh karya sastra 3 bait berikut, saling berhubungan antara bait satu dengan lainnya. Jadi, penyusunannya dalam bentuk satu kesatuan utuh.
Tidak pernah ada kata terlambat belajar
Karena semua orang berhak menjadi pintar
Belajar tidak selalu tentang materi pelajaran
Tidak selalu juga tentang hasil dari ujian
Tapi juga tentang nilai kehidupan
Nilai moral, adab dan kesopanan
Sesuai contoh gurindam pendek 1,2,3 dan 4 bait tema pendidikan tersebut, bisa kamu cermati isinya tentang tidak pernah ada kata terlambat untuk belajar. Alasannya karena semua orang berhak menjadi pintar.
Bukan hanya anak-anak serta remaja saja, tapi juga orang dewasa. Mungkin banyak yang menganggap belajar itu perlu hanya saat ada di bangku sekolah. Padahal, belajar itu tidak selalu tentang materi pelajaran.
Tidak selalu juga tentang hasil ujian sekolah. Tapi, juga tentang nilai kehidupan, seperti nilai moral, adab serta kesopanan.
Jadi, jangan menganggap bahwa belajar hanya sebatas yang ada di sekolah saja.
Belajar tentang nilai hidup itu lebih penting yang bisa kamu peroleh dari mana saja. Bukan hanya buku, tapi juga pengalaman. Baik itu pengalaman yang pernah dirasakan oleh diri sendiri maupun orang lain.
Halaman:

