8 Contoh Gurindam Pendek 1, 2, 3 dan 4 Bait Bahasa Indonesia
Gurindam juga dapat ditulis dalam bentuk pendek dengan batasan sampai empat bait. Berikut adalah contoh-contohnya.
Tema Percintaan 2 Bait
Masih membahas contoh gurindam pendek 1,2,3 dan 4 bait, tapi kali ini bentuknya 2 bait atau 4 baris.
Konteksnya berupa ungkapan perasaan kepada pasangan atau seseorang yang menjalin hubungan sangat dekat.
Jika seseorang sudah tak ada lagi dihatimu
Lepaskan dan jangan paksa selalu berada di sisimu
Terlalu sakit tetap bersama dengan yang sudah tak punya rasa
Rasanya sangat menyesakkan dan juga menyiksa
Isi dari gurindam tersebut yaitu tentang perandaian bila seseorang sudah tidak ada lagi dihatimu, lepaskan dan jangan paksa untuk selalu berada di sisimu. Kebanyakan -mu dalam kata tersebut ditunjukkan untuk kekasih hati.
Ketika sudah tidak memiliki rasa sama dan tetap dipaksa bersama, akan terasa sangat menyakitkan. Terlihat seperti melebih-lebihkan tapi kenyataannya memang terasa menyesakkan dan menyiksa.
Biasanya contoh gurindam pendek 1,2,3 dan 4 bait tersebut akan dijadikan acuan bagi yang ingin membuat karya sastra sekaligus mengungkapkan perasaan. Berpisah memang menyakitkan. Tapi akan lebih menyakitkan bila mencintai sendirian.
Tema Percintaan 3 Bait
Selanjutnya masih gurindam dengan tema percintaan, tapi pada kali ini bentuknya 3 bait atau 6 baris.
Pada contoh kali ini, hampir mirip dengan sebelumnya, tapi lebih spesifik pasangan berselingkuh.
Segera beritahu kalau sudah ada yang lain
Seseorang akan lelah denganmu yang hanya main-main
Mempermainkan perasaan tanpa merasa salah
Bermain di belakang tapi enggan diajak berpisah
Dengan percaya diri menjadikan layaknya boneka
Datang dan pergi semaunya suka-suka
Contoh gurindam pendek 1,2,3 dan 4 bait tersebut memiliki makna tentang sebaiknya segera memberitahu pasangan bila sudah ada yang lain dihati. Pasangan semakin lama akan merasa lelah bila dijadikan subjek main-main.
Dipermainkan perasaannya tanpa adanya rasa bersalah. Gemar bermain di belakang alias selingkuh, tapi ketika diajak berpisah tidak mau.
Alasannya khilaf dan tidak akan mengulangi lagi, tapi kenyataannya berbanding terbalik.
Dengan percaya dirinya menjadikan pasangan seperti boneka. Bisa datang dan pergi sesukanya tanpa memikirkan perasaan pasangan. Tindakan tersebut sangat jahat dan tidak patut ditiru.
Melalui contoh gurindam pendek 1,2,3 dan 4 bait tersebut, kita bisa tahu bahwa kondisi percintaan banyak orang sebenarnya relevan.
Banyak orang mengalami hal serupa dan tidak semua mampu keluar dari situasi tersebut.
Alasannya karena terlalu cinta, tidak tega dan berharap pasangan bisa berubah. Padahal kenyataannya tidak pernah ada inisitif mereka untuk berubah dari kebiasaan buruknya. Contoh tersebut bisa dijadikan salah satu pengingat bahwa kita itu berharga.
Halaman:

