Contoh Hikayat yang Diubah Menjadi Cerpen beserta Cara Membuatnya yang Baik dan Benar
Cerpen merupakan salah satu karya sastra modern yang ditulis dalam bentuk prosa. Ide membuat cerpen bisa berasal dari mana saja. Salah satunya dari hikayat yang dikembangkan.
“Dalam sayembara yang kuadakan nanti. Siapapun yang mampu mengubahku menjadi menjadi permpuan seutuhnya. Jika perempuan akan kujadikan saudara sendiri. Sementara apabila yang mampu melakukannya adalah seorang lelaki. Aku ingin menjadikannya suami. Tak peduli darimana dia berasal, bagaimana latar belakang kehidupannya dan berapapun usia yang dimilikinya.”
Prabu Sumali sempat kaget dengan keinginan anaknya. Ia tidak mengira kalau anaknya sedemikian ngotot ingin merubah kodratnya sebagai seorang raseksi.
Ia juga tidak tahu apa yang membuat anaknya begitu ingin menjadi manusia. Padahal menjadi raksasa bukanlah suatu perkara yang memalukan.
Sebenarnya keinginan Dewi Sukesi agar bisa memiliki wujud seperti manusia telah lama diketahuinya.
Dulu, ia pernah mengira kalau keinginan putrinya untuk memiliki wujud seperti manusia hanyalah keinginan anak-anak, yang biasanya akan sirna seiring dengan berjalannya waktu.
Sayangnya, perkiraan Prabu Sumali meleset. Waktu yang terus berlalu justru membuat keinginan Dewi Sukesi untuk memiliki wujud seperti manusia semakin membesar dan kuat.
Layaknya karang di tepi pantai. Seperti itu pulalah kuatnya keinginan Dewi Sukesi.
Sebenarnya Resi Sumali sudah berkali-kali mengingatkan dan menasehati putrinya agar mau menerima kodratnya menjadi raseksi. Tetapi karena hati putrinya telah ditutupi sebuah obsesi yang begitu besar.
Hingga pada akhirnya membuat nasehat yang dia berikan tak mampu merasuk ke dalam benak putrinya
“Sudah menjadi kodrat kita menjadi bangsa raksasa, anakku,” kata Prabu Sumali pada suatu waktu.
“Tidak mau, ayah. Aku tidak mau menjadi raksasa.”
“Anakku kamu harus ingat ketetapan dunia. Bukankah kau tahu. Bahwa gajah akan selamanya beranak gajah. Dan harimau akan selamanya beranak harimau. Mustahil gajah beranak harimau dan harimau beranak gajah. Demikian pula kodrat yang harus kita terima. Suka atau tidak suka, karena kita ini lahir dari keluarga raksasa. Maka sudah menjadi kodrat kita ini berwujud raksasa.”
Dewi Sukesi terdiam sejenak. Sesaat kemudian, setelah menarik napas yang agak dalam. Dewi Sukesi mencoba menyangkal pernyataan ayahnya.
“Bukankah ayah sendiri yang bilang bahwa siapapun yang bersungguh-sungguh dalam mewujudkan keinginannya. Dewata akan membantu mewujudkan keinginannya?”
Semedi Prabu Sumali
Merasa tak ada gunanya lagi berdebat dengan putrinya. Prabu Sumali memilih pergi meninggalkan putrinya.
Selepas itu Prabu Sumali masuk ke dalam sanggar pamelengan untuk semedi. Dalam semedinya kali ini Prabu Sumali meminta agar Dewata memberikan pencerahan kepada putrinya.”
Karena kehendak Dewi Sukesi untuk memiliki wujud seperti manusia sudah tak bisa dihentikan lagi.
Akhirnya dengan sedikit terpaksa Prabu Sumali segera mengadakan sebuah sayembara seperti yang diinginkan putrinya.
Setelah diumumkan, kabar tentang sayembara itu terbang hingga jauh. Berpuluh-puluh pangeran dan orang sakti dari segala penjuru datang ke Alengka.
Sebagian dari mereka ada yang sebatas ingin menjajal ilmu kesaktiannya. Sebagian lagi memang benar-benar ingin memenangkan sayembara tersebut.
Beratus-ratus pangeran dari berbagai negara telah mencoba. Namun, semuanya gagal. Hingga pada akhirnya majulah seorang lelaki tua berpakaian selayaknya seorang resi.
Meski banyak hujatan yang dilontarkan. Tetapi laki-laki tua itu tetap maju dengan langkah mantap.
Sesaat setelah laki-laki tua yang memperkenalkan diri dengan nama Resi Wisrawa itu mengeluarkan kesaktiannya yang berupa sastra jendra pangruwating diyu.
Bersamaan dengan selesainya ajian itu dikeluarkan. Tubuh Dewi Sukesi dipenuhi dengan cahaya yang benderang.
Tak lama kemudian, cahaya itu padam. Setelah cahaya yang menyelubungi tubuh Dewi Sukesi padam Ada yang berubah dengan perwujudan Dewi Sukesi.
Jika beberapa waktu yang lalu Dewi Sukesi berwujud raksasa perempuan yang menyeramkan. Kini wujud Dewi Sukesi berubah menjadi seorang perempuan yang cantik jelita.
Dewi Sukesi Berubah Wujud
Perubahan wujud yang terjadi pada diri Dewi Sukesi membuat semua orang yang ada di tempat itu merasa takjub.
Prabu Sumali yang turut menyaksikan peristiwa itu turut berbahagia karena keinginan putrinya telah menjadi kenyataan.
Di samping itu, Dewi Sukesi juga tak kalah gembiranya. Dewi Sukesi sama sekali tidak mengira kalau keinginannya selama ini telah menjadi kenyataan.
Saking gembiranya karena wujud manusia seperti kebanyakan telah terwujud. Dewi Sukesi lantas bersujud untuk mengucapkan terimakasih kepada Resi Wisrawa.
Halaman:
