Contoh Individu, Populasi, Komunitas, Ekosistem, Bioma, dan Biosfer dalam Biologi

Contoh Individu, Populasi, Komunitas, Ekosistem, Bioma, dan Biosfer dalam Biologi – Biologi merupakan bidang ilmu yang mengkaji tentang kehidupan di bumi.

Di dalam struktur biologi, terdapat organisasi kehidupan yang terdiri dari berbagai tingkatan, mulai dari tingkatan organisasi terkecil hingga terbesar.

Dimana tingkatan organisasi kehidupan mulai dari individu, populasi, komunitas, ekosistem, bioma, dan biosfer. Nah, untuk penjelasan lengkapnya, sebaiknya simak artikel ini selengkapnya!

Tingkat Organisasi Kehidupan dalam Biologi

unsplash.com/@polarmermaid

Sistem organisasi kehidupan terdiri dari beberapa tingkatan yang berbeda.

Dimana urutan sistem organisasi kehidupan ini merujuk pada struktur yang ada dan menggambarkan bagaimana organisme hidup, mulai dari tingkatan yang lebih kecil hingga yang lebih kompleks.

Urutan tingkat organisasi ini mencerminkan kehidupan yang berbeda. Berikut ini urutannya:

1. Individu

Individu atau organisme adalah makhluk tunggal yang terdiri dari gabungan sistem organ yang akan bekerjasama menyusun tubuh organisme.

Organisme terdiri dari berbagai macam bentuk, ukuran, hingga gaya hidup namun mereka semua berbagi beberapa ciri yang hampir serupa.

Setiap organisme membutuhkan makanan dan mengeluarkan limbah, tumbuh, berkembang biak dan hingga akhirnya mati.

Selain itu, ciri umum lainnya yaitu organisme membutuhkan untuk bernapas, bergerak, beradaptasi dan peka terhadap rangsangan.

Beberapa contoh individu/organisme adalah seorang manusia, seekor hewan, dan tumbuhan.

2. Populasi

Populasi dalam sistem organisme kehidupan merujuk pada kelompok individu dari spesies yang sama yang hidup dalam suatu wilayah tertentu pada waktu yang sama.

Populasi merupakan tingkat organisasi yang lebih tinggi dari pada individu. 

Pengelompokan suatu populasi dari individu atau spesies dapat dilakukan dengan dua cara yaitu dengan cara taksonomi dan secara fungsi.

Pengelompokan populasi berdasarkan taksonomi menentukan hubungan satu spesies yang memiliki hubungan kekeluargaan secara evolusi.

Kemudian, secara fungsi merupakan penentuan berdasarkan peran di lingkungan tersebut.

Contoh populasi yang ada di Indonesia, yaitu populasi dari Orangutan yang ada di Pulau Sumatera dan Kalimantan dan sekumpulan padi yang ada di sawah.

Populasi tumbuh ketika jumlah kelahiran dari kelompok organisme melebihi jumlah kematian. Atau bisa juga ketika mereka menerima migrasi individu dari populasi lainnya.

Begitupun sebaliknya, kondisi populasi akan menurun jika jumlah kematian lebih tinggi dari jumlah kelahiran atau sejumlah individu dari populasi tertentu melakukan migrasi ke populasi lainnya.

3. Komunitas

Komunitas merupakan tingkat organisasi kehidupan di atas populasi dan di bawah ekosistem.

Komunitas merupakan kumpulan populasi makhluk hidup yang terdiri dari berbagai spesies yang hidup serta saling melakukan interaksi pada suatu wilayah tertentu. 

Komunitas dalam organisme dapat ditemukan di berbagai ekosistem, misalnya saja populasi singa di Kenya ditambah dengan populasi hewan lainnya seperti gajah, singa dan spesies lain pada wilayah yang sama akan menjadi satu komunitas. 

Dalam komunitas organisme, juga terdapat konsep rantai makanan dan jaring makanan.

Interaksi dalam komunitas organisme cukup penting dalam menjaga keseimbangan dan kelangsungan hidup semua organisme di dalamnya.

4. Ekosistem

Ekosistem merupakan tingkatan selanjutnya setelah komunitas. Ekosistem merupakan kumpulan faktor biotik dan abiotik.

Dimana dalam suatu ekosistem kedua faktor tersebut akan saling berdampingan dan berinteraksi serta melakukan hubungan timbal balik.

Ekosistem juga disebut dengan sistem lingkungan. Misalnya saja, komunitas ikan air tawar yang akan selalu berhubungan dengan kolam, ikan, air, udara, serta matahari.

Kemudian contoh lainnya, yaitu ekosistem sawah yang terdiri dari berbagai macam hewan dan tumbuhan yang saling berinteraksi.

Selain itu, jika dilihat dari proses terjadinya, ekosistem dibedakan menjadi dua yaitu ekosistem alami dan ekosistem buatan.

Ekosistem alami merupakan ekosistem yang terbentuk karena pengaruh alam di sekitarnya, contohnya ekosistem sungai, laut, dan gunung.

Sementara ekosistem buatan merupakan ekosistem yang terbentuk karena campur tangan manusia. Ada berbagai contoh ekosistem buatan yang ada di sekitar kita misalnya kolam ikan, akuarium, waduk, dan juga sawah.

5. Bioma

Bioma merupakan komunitas yang di dalamnya dihuni oleh berbagai hewan dan tumbuhan yang memiliki karakteristik yang sama dengan lingkungan yang dihuni.

Biasanya, hewan dan tumbuhan tersebut telah mampu beradaptasi dengan lingkungannya karena pengaruh iklim regional. Bioma ditentukan oleh faktor-faktor seperti suhu, curah hujan, dan jenis tanah.

Meski bioma dan ekosistem terdengar hampir serupa namun keduanya memiliki perbedaan.

Bioma merujuk pada wilayah geografis yang luas dengan karakteristik iklim dan vegetasi yang serupa, sedangkan ekosistem merujuk pada suatu lingkungan yang terdiri dari komunitas organisme hidup dan lingkungan fisiknya.

Di bumi, bioma dikelompokkan menjadi beberapa jenis bioma utama, yaitu bioma hutan hujan tropis, sabana, padang rumput, gurun hutan gugur, tundra, dan taiga. Di bawah ini penjelasannya: 

a. Hutan Hujan Tropis

Hutan hujan tropis merupakan bioma yang didalamnya terdapat vegetasi flora dan fauna yang sangat bervariasi. Kondisi dari bioma ini umumnya memiliki tanah yang subur dan dihuni berbagai hewan.

Meski bioma hutan hujan tropis termasuk sangat sedikit, namun 50 persen hewan dan tumbuhan di bumi dapat ditemukan pada bioma hutan hujan tropis.

Sesuai dengan namanya, kata hujan merujuk pada kondisi bioma yang selalu berada dalam kondisi basah dan lembab dan memiliki aroma yang segar.

Hal ini tidak terlepas dari faktor curah hujan yang tinggi dan merata. Selain itu, pengaruh matahari juga merata di setiap tahunnya.

Bioma hutan hujan tropis umumnya dapat ditemukan di negara yang melewati garis khatulistiwa seperti Indonesia dengan hutan hujan tropis dengan jumlah terbanyak di dunia.

b. Sabana

Sabana merupakan bioma yang didalamnya dipenuhi oleh semak belukar dan pohon. Daerah ini termasuk daerah yang memiliki suhu yang panas sepanjang tahun dan curah hujan 900 hingga 1.500 mm per tahun.

Sekilas penjelasan sabana dan padang rumput terdengar hampir sama. Namun sebenarnya bioma sabana dan padang rumput berbeda.

Dimana sabana masih memiliki pohon besar, sedangkan padang rumput tidak memiliki pohon besar. 

c. Padang Rumput

Bioma ini mungkin sudah tidak asing lagi, bioma padang rumput disebut juga dengan stepa.

Dimana curah hujan yang dimiliki padang rumput termasuk lebih rendah dengan taiga yaitu hanya sekitar 250 hingga 500 mm per tahun.

Selain itu, kondisi tanah pada bioma padang rumput juga memiliki porositas tinggi makanya tidak heran tanaman sulit mendapatkan pasokan air.

Kondisi itulah yang membuat tanah menjadi tandung seta dan tidak subur dan hanya rumput saja yang mampu menyesuaikan dengan kondisi ini.

d. Gurun

Gurun merupakan bioma dengan kondisi yang kering. Gurun menjadi kering karena pengaruh iklim dimana curah hujan di daerah tersebut berada di bawah 250 mm per tahun.

Meski demikian gurun memiliki cuaca yang panas di siang hari namun dingin ketika malam hari.

Selain itu, karena kondisi tanah yang kering tumbuhan yang mampu beradaptasi di bioma gurun tergolong sedikit dan hanya kaktus salah satu tumbuhan yang mampu bertahan hidup.

e. Hutan Gurun

Hutan gurun adalah hutan yang mengalami empat musim yang berbeda. Mulai musim panas, dingin, semi, dan musim gugur. Salah satu ciri dari bioma hutan gurun terletak pada kebiasaan pohon di daerah tersebut.

Pohon di area hutan gugur akan mengeras dan menggugurkan daunnya pada waktu tertentu. Sebagai contoh pohon jati yang menggugurkan daunnya di waktu tertentu.

Proses ini merupakan bentuk pertahanan dan penyesuaian terhadap lingkungan. Dengan ini, pohon dapat mengurangi terjadinya penguapan air yang terjadi di bagian daun.

f. Tundra 

Tundra merupakan bioma yang berbeda dibandingkan jenis bioma sebelumnya. Kata tundra berasal dari bahasa Finlandia yaitu tunturi yang artinya dataran tanpa pohon.

Hal ini dikarenakan tundra berada di belahan bumi utara yang ekstrim.

Area tundra termasuk daerah yang dingin sehingga tumbuhan sulit untuk tumbuhan, dan yang hanya bisa tumbuh berupa semak pendek, lumut, dan ganggang.

g. Taiga

Sementara Taiga merupakan jenis hutan yang terdiri dari satu spesies tumbuhan dengan ciri daun yang menyerupai jarum. Seperti pohon pinus dan cemara. 

Taiga juga memiliki empat musim, namun musim gugur dan musim semi memiliki periode yang pendek sedangkan musim dingin akan sangat panjang.

Bioma ini mudah ditemukan di wilayah dengan iklim subarktik seperti wilayah Rusia Timur.

6. Biosfer

Biosfer merupakan semua ekosistem di bumi yang nantinya akan digabungkan dan disatukan. Setiap hewan, tumbuhan, bakteri, batuan, dan molekul merupakan bagian dari biosfer.

Selain itu, biosfer mencakup udara, daratan dan air yang memungkinkan kehidupan yang ada di bumi berlangsung.

Penutup

Demikian ulasan mengenai contoh individu, populasi, komunitas, ekosistem, bioma, dan biosfer dalam biologi yang perlu kamu ketahui. Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah wawasan kamu. 

Jika kamu ingin mencari tahu informasi penting lainnya, kamu bisa mengunjungi blog Mamikos. Akan ada banyak sekali artikel menarik yang wajib kamu ketahui. 

Pastikan download dan install aplikasi Mamikos di smartphone kesayangan kamu, ya!


Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:

Kost Dekat UGM Jogja

Kost Dekat UNPAD Jatinangor

Kost Dekat UNDIP Semarang

Kost Dekat UI Depok

Kost Dekat UB Malang

Kost Dekat Unnes Semarang

Kost Dekat UMY Jogja

Kost Dekat UNY Jogja

Kost Dekat UNS Solo

Kost Dekat ITB Bandung

Kost Dekat UMS Solo

Kost Dekat ITS Surabaya

Kost Dekat Unesa Surabaya

Kost Dekat UNAIR Surabaya

Kost Dekat UIN Jakarta