Advertisement
Source : pixabay.com/Deeezy

55 Contoh Kalimat Bahasa Sunda Sehari-hari dan Artinya Lengkap

Sebagai salah satu bahasa daerah terbesar yang ada di Indonesia, bahasa Sunda memiliki kekayaan linguistik yang unik dan sistem tingkatan bahasa.

26 November 2025 Nana

Bahasa Sunda merupakan salah satu bahasa daerah terbesar di Indonesia yang memiliki kekayaan linguistik yang unik. Mengapa disebut demikian?

Rupanya hal tersebut dikarenakan adanya sistem tingkatan bahasa atau undak-usuk basa yang menjadi pembeda cara bicara sopan (Lemes) dan cara bicara akrab (Loma).

Mempelajari Contoh Kalimat Bahasa Sunda Sehari-hari dan Artinya Lengkap

Contoh Kalimat Bahasa Sunda sehari hari dan artinya lengkap
pixabay.com/Deeezy
Kumpulan Contoh Biantara Bahasa Sunda Singkat dan Mudah Dihafal

Mempelajari frasa-frasa umum menjadi salah satu kunci untuk bisa berinteraksi secara efektif dengan masyarakat Jawa Barat dalam bahasa Sunda.

Mulai dari mengucapkan selamat pagi yang santun, meminta tolong dengan ramah, hingga mengekspresikan kekaguman atau rasa lelah, semua ada tatanan dan tingkatannya.

Oleh karenanya Mamikos merangkum dengan saksama contoh-contoh kalimat bahasa sunda sehari hari dan artinya lengkap di sini.

Daftar Contoh Kalimat Bahasa Sunda Sehari-hari

Mamikos sudah menghimpun beberapa contoh kalimat bahasa Sunda sehari-hari yang pastinya mudah untuk diikuti dan dipahami.

Selain itu Mamikos juga sudah mencantumkan contoh kalimatnya berikut dengan arti yang dapat kamu pelajari lebih dalam pada uraian berikut.

A. Kalimat Sapaan dan Dasar (Sopan)

Di kategori ini berisi kalimat-kalimat yang menggunakan ragam bahasa Lemes atau Halus.

Pada awal artikel Mamikos sudah menyinggung sedikit bahwa Bahasa Sunda memiliki tingkatan kesopanan (undak-usuk basa) yang sangat diperhatikan.

Dan, kalimat dalam kategori ini biasanya digunakan untuk situasi formal, berbicara dengan orang yang lebih tua, orang yang dihormati, atau orang yang baru dikenal.

  • Fokus dalam kalimat menunjukkan rasa hormat, sopan santun, dan keramah tamahan.
  • Contoh Ciri Khasnya adalah penggunaan kata seperti damang (sehat/baik), neda dihapunten (mohon dimaafkan), dongkap (datang), leueut (minum), dan sapaan formal seperti Bapak/Ibu.
  1. Wilujeng enjing, kumaha damang, Teh/Á? (Artinya: Selamat pagi, bagaimana kabarnya?)
  2. Neda dihapunten, pun bojo teu tiasa dongkap. (Artinya: Mohon dimaafkan, istri saya tidak bisa datang.)
  3. Mangga dileueut heula cikopi na. (Artinya: Silakan diminum dulu kopinya.)
  4. Hatur nuhun kana kasaéanana. (Artinya: Terima kasih ya atas kebaikannya.)
  5. Badé angkat ka mana Bapak/Ibu? (Artinya: Mau pergi ke mana Bapak/Ibu?)
  6. Punten, badé naros, rorompok Neng Risna téh di palih mana? (Artinya: Maaf, mau bertanya, rumahnya Neng Risna ada di sebelah mana?)
  7. Abdi badé wangsul tabuh opat sonten. (Artinya: Saya mau pulang jam empat sore.)
  8. Naha Ibu téh teu acan tuang? (Artinya: Kenapa Ibu belum makan?)
  9. Dupi padamelan anjeun téh naon? (Artinya: Kalau pekerjaan Anda itu apa?)
  10. Engké sonten urang tepang deui, nya. (Artinya: Nanti sore kita bertemu lagi, ya.)
  11. Mangga calik heula di dieu, badé abdi candakkeun cai keur ngaleeut. (Artinya: Silakan duduk dulu di sini, mau saya ambilkan air minum.)
Contoh Pidato Bahasa Sunda tentang Kebersihan Lingkungan Sekolah Singkat dan Mudah Dihafal

B. Kalimat Kegiatan Sehari-hari (Loma/Akrab)

Untuk kategori ini akan menggunakan ragam bahasa Loma atau Akrab/Kasar. Kalimat-kalimat dalam kategori ini dipakai dalam percakapan informal, yaitu saat sedang berbicara dengan teman sebaya, kerabat dekat, atau orang yang memang sudah sangat akrab/kenal lama.

  • Fokus dalam kalimatnya adalah sebuah komunikasi yang santai, lugas, dan terjadi dalam kehidupan sehari-hari.
  • Contoh Ciri Khasnya adalah penggunaan kata seperti dahār (makan), saré (tidur), kuring (saya), manéh (kamu/engkau), dan kata keterangan waktu umum misalnya saja isukan (besok) dan kamari (kemarin).
  1. Hayu atuh urang dahar bareng! (Artinya: Ayo dong kita makan bersama!)
  2. Si Ujang keur saré di kamar. (Artinya: Si Ujang sedang tidur di kamar.)
  3. Kuring rék indit ka Bandung isukan. (Artinya: Saya mau pergi ke Bandung besok.)
  4. Ulah poho mawa payung, bisi hujan. (Artinya: Jangan lupa bawa payung, takut hujan.)
  5. Manéh geus manggihan konci motor? (Artinya: Kamu sudah menemukan kunci motor?)
  6. Tadi di jalan loba pisan macétna. (Artinya: Tadi di jalan banyak sekali macetnya.)
  7. Pék candak buku nu éta di méja! (Artinya: Silakan ambil buku yang itu di meja!)
  8. Geura mandi atuh, geus soré kieu! (Artinya: Cepat mandi dong, sudah sore begini!)
  9. Kamari mah panas pisan cuaca téh. (Artinya: Kemarin itu panas sekali cuacanya.)
  10. Déngékeun, aya sora anjing ngagogog! (Artinya: Dengarkan, ada suara anjing menggonggong!)
  11. Maneh mah ti kamari teu daék cicing, ka ditu ka dieu waé. (Artinya: Kamu itu dari kemarin tidak mau diam, ya, ke sana ke sini saja.)

Halaman:

Advertisement