Advertisement
Source : pexels.com/@fallon-michael

4 Contoh Kalimat Fakta dan Opini dalam Satu Paragraf Bahasa Indonesia

Walaupun sekilas terlihat sama, tetapi fakta tentu berbeda dengan opini. Keduanya bisa saja terkesan meyakinkan, terutama jika penyampai pesan adalah orang yang pandai menggunakan kalimat.

29 Oktober 2023 Mamikos

Contoh Kalimat Fakta dan Opini dalam Satu Paragraf tentang Sejarah

Contoh 1:

Tanggal 17 Agustus 1945 merupakan tanggal berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hal tersebut ditandai dengan proklamasi yang diucapkan oleh presiden pertama Indonesia yaitu Ir. Soekarno. 

Setelah 77 tahun kemerdekaan, banyak sekali pembangunan yang sudah dilakukan. Namun sayangnya, pembangunan tersebut belum sejalan dengan karakter masyarakat Indonesia. Masih banyak penduduk yang belum bisa menghargai pembangunan yang sudah dilakukan.

Rasa kepemilikan atas fasilitas umum, misalnya, belum terlalu dirasakan. Masih banyak yang dengan mudahnya merusak fasilitas umum yang baru dibuat, entah itu dengan coretan atau benar-benar pengrusakan.

Semoga di masa yang akan datang, masyarakat sudah semakin memahami perlunya tanggung jawab. Sebab tanpa rasa tanggung jawab yang besar maka tidak mungkin seseorang akan diberikan kepercayaan terhadap hal yang besar.

Kesimpulan:

Dari paragraf di atas, contoh kalimat fakta dan opini dapat terlihat dengan jelas.

Kalimat fakta terdapat dalam paragraf pertama, yaitu pada kalimat pertama dan kedua, Data yang diberikan bisa dikonfirmasi pada dokumen sejarah yang tercatat secara resmi.

Sedangkan, kalimat opini berada di paragraf kedua, ketiga dan keempat.

Semua paragraf tersebut memuat pendapat penulis tentang keadaan Indonesia yang digambarkan belum berbanding lurus dengan pembangunan yang sudah terlaksana.

Jelaskan Perbedaan Fakta dan Opini pada Teks Eksposisi Beserta Contohnya

Contoh 2:

Salah satu penanggalan yang muncul pada era penanggalan Persia adalah Zoroaster dan Ibrani. Sistem kalender ini muncul bersamaan dengan pembagian waktu yang terpecah sesuai dengan perkembangan peradaban manusia.

Peradaban baru muncul setelah era keemasan Sumeria dan Babilonia yang sudah tergerus zaman. Sistem kalender yang muncul pada zaman setelah era kedua bangsa besar tersebut lebih sederhana dan tidak rumit seperti sistem kalender yang sudah pernah ada. 

Maka di antara sekian banyak sistem penanggalan yang sederhana, hanya sistem penanggalan Zoroaster dan Ibrani yang masih menggunakan sistem yang kompleks. Sistem Ibrani yang merupakan milik bangsa Yahudi pun masih dipakai hingga sekarang. 

Menurut dokumen yang dikumpulkan oleh para ahli sejarah, sistem penanggalan masyarakat Yahudi sudah berkembang sejak 586 SM yaitu pada masa Pembuangan Ke Babel. Hanya saja kala itu, sistem penanggalan mereka masih terbatas digunakan oleh mereka sendiri.

Sistem penanggalan Ibrani sebenarnya masih dipengaruhi oleh sistem kalender dari masa Babilonia Kuno. Hal ini terbukti dengan nama-nama yang ada di dalam kalender Ibrani yang diadaptasi dari istilah zaman Babilonia.

Halaman:

Advertisement