8 Contoh Kalimat Gaslighting dalam Hubungan beserta Dampak dan Cara Mengatasinya
Gaslighting ialah suatu perilaku beracun yang dapat terjadi pada berbagai jenis relasi, baik dalam keluarga, persahabatan, hingga hubungan asmara.
6. Kalimat yang membuat korban merasa sendiri
Contoh perilaku gaslighting berikutnya adalah selalu membuat korbannya merasa sendirian. Tingkah laku dari pelaku kerap membuat kamu merasa sendirian dan ditinggalkan.
Mungkin dia hanya akan muncul saat membutuhkanmu saja. Tapi, saat kamu tidak dibutuhkan, dia tidak pernah ada atau kehadirannya jadi mustahil.
Kalimat yang lebih kurang akan dia ucapkan biasanya menyangkut kesibukan atau kegiatan yang tidak ada hubungannya dengan kamu. Atau memakai alasan keluarga agar kamu tetap tidak dapat terlibat di dalamnya.
7. Kalimat yang sengaja menipu dan meragukan ingatan korban
Pelaku gaslighting akan sering berbohong atau memutarbalikkan fakta untuk membuat korbannya meragukan ingatan dan persepsinya sendiri.
Pelaku mungkin akan mengatakan kalimat yang lebih kurang seperti ini: “aku tidak pernah melakukan itu, kamu saja yang ingatannya payah.”
8. Kalimat yang mengisolasi dan membatasi akses korban kepada orang lain
Seorang pelaku gaslighting akan mencoba mengisolasi kamu dari keluarga atau teman-teman yang mendukungmu.
Sehingga pada akhirnya kamu ketergantungan padanya dan sulit mendapatkan dukungan dari orang lain selain dirinya.
Mereka mungkin akan mengatakan kalimat, “mereka tidak ada yang peduli sama kamu seperti aku. Jadi, kalau ada apa-apa, kamu harus bilangnya ke aku saja.”
Sejumlah Dampak Negatif Gaslighting Dalam Hubungan
Terdapat beberapa efek atau dampak serius dari sebuah perilaku gaslighting. Di bawah ini beberapa dampak dari perilaku gaslighting di antaranya adalah:
1. Masalah kepercayaan
Dampak yang paling umum terjadi pada sebuah perilaku gaslighting adalah masalah kepercayaan. Setelah terjadi peristiwa manipulasi secara terus menerus, korban akan jadi kesulitan untuk mempercayai orang lain.
Apabila tidak segera diatasi, maka dampak ini akan sangat menyulitkan bagi korban untuk dapat menjalin hubungan baik dengan orang lain.
2. Kesulitan dalam mengambil keputusan
Ketika sudah bersama dengan orang manipulatif, korban akan dibuat menjadi ketergantungan terhadap kehadirannya dalam hubungan.
Dengan begitu, korban memiliki kesulitan untuk melakukan apapun seorang diri, salah satunya sulit mengambil keputusan bagi dirinya sendiri.
Halaman:

