9 Contoh Kalimat Langsung dalam Teks Negosiasi yang Baik dan Benar
Yuk, simak pengertian, ciri-ciri, dan contoh dari kalimat langsung secara lengkap di dalam artikel berikut.
9. Teks Negosiasi Pembelian Makanan di Kantin
Pembeli: “Mbak, nasi goreng satu berapa?”
Penjual: “Nasi gorengnya Rp15.000.”
Pembeli: “Kalau tambah telur, jadi berapa?”
Penjual: “Tambah telur jadi Rp18.000.”
Pembeli: “Boleh kurang jadi Rp17.000?”
Penjual: “Baiklah, Rp17.000 saja.”
Pembeli: “Oke, Mbak. Dibungkus, ya.”
Penjual: “Siap, tunggu sebentar.”
Apa itu Kalimat Langsung?
Adapun yang dimaksud dari kalimat langsung adalah kalimat yang langsung diucapkan oleh seorang pembicara atau narasumber.
Menurut buku Think Smart Indonesia karya Ismail Kusmayad, kalimat langsung adalah kalimat berita yang memuat berbagai peristiwa atau kejadian dari sumber lain dengan cara meniru, mengutip atau mengulang kata-kata langsung dari sumber tersebut.
Kemudian Asul Wiyanto (2019) juga mengemukakan definisi kalimat langsung, yaitu kalimat yang menyampaikan pesan orang ketiga apa adanya.
Saat menulis kata-kata ini, kata-kata aslinya ditulis dan diapit oleh tanda kutip.
Ciri-ciri Kalimat Langsung
- Dalam kalimat langsung ditandai dengan adanya dua tanda kutip pada sebuah kalimat.
- Huruf pertama dari kalimat yang dikutip harus menggunakan huruf kapital.
- Kalimat pengiring dan kalimat petikan dalam kalimat langsung dipisahkan menggunakan tanda baca dengan koma.
- Kalimat langsung berupa percakapan berurutan harus menggunakan tanda baca titik dua di awal kalimat.
- Pembacaan intonasi kalimat sedikit beraksen.
- Di bagian kutipan, terdapat kalimat tanya, kalimat berita, hingga kalimat perintah.
Struktur Kalimat Langsung
Dalam sebuah struktur pada penulisan sebuah kalimat langsung biasanya sangatlah sederhana, dapat berupa:
Struktur 1
“[pernyataan yang diucapkan oleh subjek]” (,) [kata kerja diawali dengan huruf kecil] [subjek].
Contoh: “Kemarin Arhan memulai bisnis coffee shopnya di Jakarta”, kata Raihan.
Struktur 2
[Subjek] [kata kerja] (,) “[pernyataan yang diucapkan subjek haruslah diawali dengan huruf besar atau kapital] [tanda baca].”
Contoh: Rian berkata pada temannya, “Kemarin Ari dan teman lainnya mengerjakan tugas kelompok Bahasa Indonesia.”
Akan tetapi, terdapat juga beberapa sumber yang mengatakan bahwa struktur dari penulisan sebuah kalimat langsung dapat berupa:
1. Pengiring/kutipan
Contoh: Meta menyuruh, “Bapak dan Ibu belilah pendingin ruangan itu supaya tidak panas!”
2. Kutipan/pengiring
Contoh: “Ayo kita lebih semangat lagi latihannya agar bisa menang dalam kompetisi bisnis!” Ucap Agung kepada temannya.
3. Kutipan/pengiring/kutipan
Contoh: “Pak, Anda diminta datang untuk menghadiri rapat” kata Lukas, “ke ruangan praktikum Biologi nanti pukul 11 siang.”
Penutup
Nah, itulah ulasan mengenai contoh-contoh kalimat langsung dalam teks negosiasi yang baik dan benar.
Dari contoh di atas kamu sudah mengerti susunan dalam menulis kalimat langsung, bukan? Semoga bermanfaat.
Halaman:
