Contoh-contoh Kampung Adat Sunda Jawa Barat beserta Deskripsinya Lengkap
Jika kamu sedang mencari contoh kampung adat Sunda Jawa Barat, maka pada artikel ini kamu akan menemukan contohnya lengkap dengan deskripsinya.
6 Contoh Kampung Adat Sunda Jawa Barat
Di bawah ini merupakan 6 contoh Kampung Adat Sunda Jawa Barat yang dapat kamu kunjungi.
1. Kampung Naga

Contoh Kampung Adat Sunda Jawa Barat pertama. Kampung Naga merupakan sebuah kampung yang berada di kampung Neglasari, kecamatan Salawu, kabupaten Tasikmalaya.
Sejumlah potensi yang dimiliki oleh kampung naga ini antara lain adalah kearifan lokal masyarakatnya, pesona arsitektur bangunan khas Sunda yang masih lestari, dan kekayaan alam berupa pemandangan alamnya yang asri dan memukau.
Potensi tersebut di antaranya : masyarakat kampung naga selalu menghormati dan menjaga alam sekitar, hal ini terbukti dari adanya hutan larangan.
Masyarakat kampung naga bahkan siapa pun dilarang atau pamali untuk mengusik hutan tersebut. Bahkan, dari dulu hingga sekarang, hutan tersebut tetap terjaga keasriannya.
Keasrian alam yang ada di kampung Naga terjaga karena masyarakatnya masih mempertahankan pesan leluhur yang mengajarkan bahwa manusia harus bisa hidup selaras dengan alam.
Hal ini pulalah yang menjadikan bentuk rumah di kampung Naga berbeda dengan bentuk rumah yang ada di daerah lain.
Seluruh komponen rumah yang ada di kampung Naga terbuat dari alam. Tak ada semen atau besi yang dijadikan bahan konstruksi.
Selain itu bentuk rumah yang seragam menjadikan kampung Naga memiliki keunikannya sendiri.
Bahan bangunan yang dipakai untuk membangun rumah antara lain adalah kayu, bambu, daun nipah, ijuk atau alang-alang.
Sebagian besar masyarakat kampung Naga memeluk agama Muslim dan di kampung Naga ini memiliki kesenian tradisional seperti terbang sejak, terbang gembrang, dan angklung.
Biasanya kesenian ini akan dipentaskan pada peringatan hari-hari besar agama Islam.
2. Kampung Adat Ciptagelar

Inilah contoh Kampung Adat Sunda Jawa Barat kedua. Secara administrasi kampung adat Ciptagelar berada di kaki gunung Halimun-Salak masuk wilayah kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa barat.
Namun demikian orang-orang lebih sering memanggil daerah ini dengan sebutan kampung Kasepuhan Ciptagelar.
Kampung ini dipimpin oleh seorang tetua ada yang bernama Abah Ugi Sugriana Rakasiwi.
Para wisatawan yang datang ke tempat ini akan mendapat pemandangan luar biasa berupa ornamen rumah panggung khas Sunda yang memiliki teknologi tradisional tahan terhadap gempa.
Hampir setiap bagian dari rumah adat di Kampung Adat Ciptagelar memiliki maknanya sendiri.
Contoh atap dari rumbia yang tersusun bertumpuk mengandung makna bahwa manusia harus mau hidup saling melengkapi dan saling berdampingan.
Kemudian tiang rumah yang kokoh dan bercabang mengandung pesan bahwa manusia dalam hidupnya harus kuat dan mempunyai inovasi dan pola berpikir yang tidak sama, tetapi tetap harus mempunyai akar yang sama.
Halaman:

