Contoh Karya Ilmiah Lengkap Beserta Jenisnya

Posted on Posted in Kampus, Mahasiswa, Perkuliahan

Contoh Karya Ilmiah Lengkap Beserta Jenisnya – Mendengar nama karya ilmiah, pastinya Anda sudah tidak asing lagi bukan mendengarnya? Apalagi untuk Anda yang masih duduk di bangku sekolah dan kuliah. Sebelum kita membahas mengenai contoh karya ilmiah sederhana, ada baiknya Anda mengetahui terlebih dahulu pengertian, fungsi, tujuan, dan jenis-jenis karya ilmiah. Tahukah Anda apa yang dimaksud dengan karya ilmiah? Karya ilmiah merupakan sebuah tulisan yang membahas suatu masalah dan pembahasan ini dilakukan berdasarkan penyelidikan, pengamatan, pengumpulan data yang didapat dari penelitian lapangan, tes laboratotium ataupun kajian pustaka.

Karya tulis, karya ilmiah  atau bentuk lainnya yang telah diakui dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi atau seni yang ditulis atau dikerjakan sesuai dengan tata cara ilmiah, dan mengikuti pedoman atau konvensi ilmiah yang telah disepakati atau ditetapkan (UM,2000). Karya ilmiah sendiri memiliki fungsi yang beragam, namun intinya karya ilmiah ini membantu para cendikiawan untuk menemukan sesuatu yang baru guna menunjang peningkatan taraf hidup masyarakat secara luas. Untuk jenis-jenis karya ilmiah sendiri juga cukup banyak, diantaranya:

  1. Contoh Karya ilmiah Paper/makalah
  2. Contoh Karya ilmiah Skripsi (S1)
  3. Contoh Karya ilmiah Thesis (S2)
  4. Contoh Karya ilmiah Disertasi (S3)
  5. Contoh Karya ilmiah Textbook
  6. Contoh Karya ilmiah Handbook
  7. Contoh Karya ilmiah Diktat
  8. Contoh Karya ilmiah Manual Book
  9. Contoh Karya ilmiah Modul
  10. Contoh Karya ilmiah Kamus
  11. Contoh Karya ilmiah Ensiklopedi
  12. Contoh Karya ilmiah Laporan penelitian/praktikum/KKN/KKL,dll
  13. Contoh Karya ilmiah Jurnal

Karena banyak orang yang sering menyamakan antara artikel dan karya ilmiah, di artikel kali ini Mamikos tekankan bahwa artikel dan karya ilmiah itu berbeda. Mengapa berbeda? Karena artikel sendiri ditujukan pada pembaca yang heterogen dan berisi fakta, interpretasi, dan opini penulis. Sedangkan karya ilmiah ditujukan pada pembaca yang spesifik (bidang ilmu) dan berisi fakta, interpretasi serta kesimpulan/rekomendasi berdasarkan pemikiran logis dan empiris. Bagaimana? Cukup berbeda bukan? Nah, setelah mengetahui pengertian, tujuan, jenis-jenis, serta perbedaan karya ilmiah dengan artikel, berikut Mamikos akan memberikan contoh karya tulis ilmiah atau contoh karya ilmiah singkat dan benar, serta contoh karya ilmiah lengkap, dan contoh karya ilmiah sederhana untuk Anda.

Contoh Karya Ilmiah

Contoh Karya Ilmiah
Contoh Karya Ilmiah

Kali ini Mamikos akan memberikan contoh makalah karya ilmiah berupa 1 contoh karya ilmiah remaja yang juga bisa digolongkan sebagai contoh karya ilmiah pendidikan. Karya ilmiah di bawah ini merupakan salah satu jenis contoh daftar isi karya ilmiah serta  contoh karya ilmiah populer, contoh judul karya ilmiah, dan contoh proposal karya ilmiah, yang mana karya ilmiah ini mungkin sering Anda temukan di lingkungan kampus dan pendidikan, yakni paper/makalah.

Judul Karya Ilmiah/Makalah: Mengetahui Lebih Mengenai Penyuka Sesama Jenis

BAB I
PENDAHULUAN

1. Latar Belakang Masalah

Emosi dan sifat keingintahuan kaum remaja sekarang terhadap hal-hal yang baru bagi mereka dan juga sekaligus sebagai cara mereka untuk mencari jati diri mereka yang sebenarnya adalah masih sangat labil dan juga terkadang tanpa berfikir panjang tentang resiko dan konsekuensinya bagi diri mereka sendiri. Pergaulan kalangan remaja di Indonesia pada saat ini sedang hangat-hangatnya membicarakan masalah penyuka sesama jenis ( homo / gay atau lesbi ) dan juga sedang trend untuk menjadi seorang gay atau lesbi.

Pola pikir kaum remaja jaman sekarang yang mementingkan trend daripada moral, menyebabkan adanya gejolak keinginan untuk mengikuti trend menjadi gay atau lesbi. Hal ini sangat disayangkan karena masih begitu banyak lawan jenis yang layak menjadi pasangan kita, bukannya sesama jenis. Dan juga kita semua mengetahui bahwa gay atau lesbi atau menyukai sesama jenis adalah suatu hal yang menyimpang dan dilarang oleh Negara kita.

2. Rumusan Masalah

Di dalam penelitian ini kami ingin membahas tentang :

1. Seberapa jauh pengetahuan siswa-siswi tentang kaum penyuka sesama jenis ?
2. Apa saja faktor pendorong seseorang atau siswa-siswi untuk menjadi penyuka sesama jenis ?
3. Apa saja tanggapan siswa-siswi terhadap penyuka sesama jenis ?
4. Sikap apa yang harus ditunjukkan kepada penyuka sesama jenis ?
5. Bagaimana pandangan agama dan pemerintah tentang penyuka sesama jenis ?

3. Tujuan Penelitian

Penilitian ini bertujuan untuk mengetahui secara spesifik tentang kaum penyuka sesama jenis dan juga masalah yang muncul terhadapnya di Indonesia.

4. Manfaat Penelitian

Dari hasil penelitian ini penulis maupun pembaca mendapat manfaat antara lain :

1. Faktor-faktor yang mendorong seseorang untuk menjadi penyuka sesama jenis.
2. Sikap-sikap yang seharusnya kita tunjukkan terhadap kaum penyuka sesama jenis.
3. Mengetahui pandangan pemerintah dan agama mengenai penyuka sesama jenis.
4. Mengetahui resiko dan konsekuensi seorang penyuka sesama jenis.

BAB II
DASAR TEORI

2.1 Penyuka Sesama Jenis / Homoseksual
2.1.1 Pengertian Homoseksual

Homoseksualitas mengacu pada interaksi seksual dan / atau romantis antara pribadi yang berjenis kelamin sama secara situasional atau berkelanjutan. Pada penggunaan mutakhir, kata sifat homoseks digunakan untuk hubungan intim dan / atau hubungan seksual di antara orang-orang berjenis kelamin yang sama, yang bisa jadi tidak mengidentifikasi diri merek sebagai gay atau lesbian. Homoseksualitas, sebagai suatu pengenal, pada umumnya dibandingkan dengan heteroseksualitas dan biseksualitas. Istilah gay adalah suatu istilah tertentu yang digunakan untuk merujuk kepada pria homoseks. Sedangkan Lesbian adalah suatu istilah tertentu yang digunakan untuk merujuk kepada wanita homoseks.

Definisi tersebut bukan definisi mutlak mengingat hal ini diperumit dengan adanya beberapa komponen biologis dan psikologis dari seks dan gender, dan dengan itu seseorang mungkin tidak seratus persen pas dengan kategori di mana ia digolongkan. Beberapa orang bahkan menganggap ofensif perihal pembedaan gender (dan pembedaan orientasi seksual). Homoseksualitas dapat mengacu kepada:
a. orientasi seksual yang ditandai dengan kesukaan seseorang dengan orang lain mempunyai kelamin sejenis secara biologis atau identitas gender yang sama.
b. perilaku seksual dengan seseorang dengan gender yang sama tidak peduli orientasi seksual atau identitas gender.
c. identitas seksual atau identifikasi diri, yang mungkin dapat mengacu kepada perilaku homoseksual atau orientasi homoseksual.

Ungkapan seksual dan cinta erotis sesama jenis telah menjadi suatu corak dari sejarah kebanyakan budaya yang dikenal sejak sejarah awal. Bagaimanapun, bukanlah sampai abad ke-19 bahwa tindakan dan hubungan seperti itu dilihat sebagai orientasi seksual yang bersifat relatif stabil. Penggunaan pertama kata homoseksual yang tercatat dalam sejarah adalah pada tahun 1869 oleh Karl-Maria Kertbeny dan kemudian dipopulerkan penggunaannya oleh Richard Freiherr von Krafft-Ebing pada bukunya Psychopathia Sexualis.

Di tahun-tahun sejak Krafft-Ebing, homoseksualitas telah menjadi suatu pokok kajian dan debat. Mula-mula dipandang sebagai penyakit untuk diobati, sekarang lebih sering diselidiki sebagai bagian dari suatu proyek yang lebih besar untuk memahami Ilmu Hayat, Ilmu Jiwa, politik, genetika, sejarah dan variasi budaya dari identitas dan praktik seksual. status legal dan sosial dari orang yang melaksanakan tindakan homoseks atau mengidentifikasi diri mereka gay atau lesbian beragam di seluruh dunia

2.1.1.1 Homo / Gay
Gay adalah istilah untuk laki-laki yang mengarahkan orientasi seksualnya kepada sesama laki-laki atau disebut juga laki-laki yang mencintai laki-laki baik secara fisik, seksual, emosional ataupun secara spiritual. Mereka juga rata-rata agak memedulikan penampilan, dan sangat memperhatikan apa-apa saja yang terjadi pada pasangannya. Biasanya mereka melakukan hubungan sesama jenis melalui seks oral atau seks anal. Hubungan melalui anal seks disebut juga sodomi.
Kata “gay” bermula di Inggris pada abad ke-12 dari Bahasa Perancis gai. Kata ini digunakan secara umum dalam kehidupan sehari-hari serta sangat umum ditemukan dalam pidato dan karya literatur, arti sesungguhnya dari kata ini adalah “sukacita”, “kebebasan”, “bersinar”.

2.1.1.2 Lesbian

Lesbian adalah istilah bagi perempuan yang mengarahkan orientasi seksualnya kepada sesama perempuan atau disebut juga perempuan yang mencintai perempuan baik secara fisik, seksual, emosional atau secara spiritual. Lesbian adalah seorang yang penuh kasih.
Pada saat ini kata lesbian digunakan untuk menunjuk kaum gay wanita. Ada beberapa terminologi yang sering dihubungkan dengan menjadi seorang lesbian:
a. Butch

Butch merupakan istilah dalam komunitas LGBT untuk mendeskripsikan sifat, gaya, perilaku, ekspresi, persepsi diri dan sebagainya yang bersifat maskulin dalam seorang wanita. Dalam konteks sebuah hubungan, butch seringkali dipakai sebagai pasangan dari femme, yang pada umumnya lebih bersifat feminin, walaupun terdapat beberapa kasus dimana butch berpasangan dengan butch, dan femme dengan femme.
b. Femme

Femme merupakan istilah dalam komunitas LGBT untuk mendeskripsikan sifat, gaya, perilaku, ekspresi, persepsi diri dan sebagainya yang bersifat sangat feminine dan lembut, yang berbeda dari kebanyakan perempuan lainnya. Dalam konteks sebuah hubungan, femme seringkali dipakai sebagai pasangan dari butch, yang pada umumnya lebih bersifat maskulin, walaupun terdapat beberapa kasus dimana femme dengan femme. dan butch berpasangan dengan butch.
c. Andro

Androgini adalah istilah yang digunakan untuk menunjukkan pembagian peran yang sama dalam karakter maskulin dan feminin pada saat yang bersamaan. Istilah ini berasal dari dua kata dalam bahasa Yunani yaitu ανήρ (anér, yang berarti laki-laki) dan γυνή (guné, yang berarti perempuan) yang dapat merujuk kepada salah satu dari dua konsep terkait tentang gender. Artinya pencampuran dari ciri-ciri maskulin dan feminin, baik dalam pengertian fashion, atau keseimbangan antara “anima dan animus” dalam teori psikoanalitis.

Androgini berasal dari dua kata Yunani, namun kata ini muncul pertama kali sebagai sebuah kata majemuk dalam Yudaisme Rabinik (lih. mis. Kejadian Rabba 8.1; Imamat Rabba 14.1), kemungkinan sekali sebagai alternatif untuk penggunaan istilah hermafrodit yang berkaitan dengan budaya kafir-Yunani. Online Etymology Dictionary menunjukkan bahwa kata ini pertama kali muncul dalam bahasa Inggris pada 1552, meskipun kadang-kadang kata ini (keliru) diklaim diciptakan oleh Prof. Sandra Bem, yang menolong memopulerkan konsepnya.

Seorang androgini dalam arti identitas gender, adalah orang yang tidak dapat sepenuhnya cocok dengan peranan gender maskulin dan feminin yang tipikal dalam masyarakatnya. Mereka juga sering menggunakan istilah ambigender untuk menggambarkan diri mereka. Banyak androgini yang menggambarkan dirinya secara mental “di antara” laki-laki dan perempuan, atau sama sekali tidak bergender. Mereka dapat menggolongkan diri mereka sebagai orang yang tidak bergender, a-gender, antar-gender, bigender, atau yang gendernya mengalir (genderfluid).

d. No label lesbian

2.1.1.3 Biseksual

Biseksualitas adalah orientasi seks yang mempunyai ciri-ciri berupa ketertarikan estetis, cinta romantis dan hasrat seksual kepada pria dan wanita. Biseksualitas umumnya dikontraskan denganhomoseksualitas, heteroseksualitas, dan aseksualitas.

2.1.1.4 Transgender

Transgender adalah istilah yang digunakan untuk mendeskripsikan orang yang melakukan, merasa, berpikir atau terlihat berbeda dari jenis kelamin yang ditetapkan saat mereka lahir. Transgender tidak menunjukkan bentuk spesifik apapun dari orientasi seksual orangnya. Orang-orang transgender dapat saja mengidentifikasikan dirinya sebagai heteroseksual, homoseksual, biseksual, panseksual, poliseksual, atau aseksual. Definisi yang tepat untuk transgender tetap mengalir, namun mencakup:
• “Tentang, berkaitan dengan, atau menetapkan seseorang yang identitasnya tidak sesuai dengan pengertian yang konvensional tentang gender laki-laki atau perempuan, melainkan menggabungkan atau bergerak di antara keduanya.”
• “Orang yang ditetapkan gendernya, biasanya pada saat kelahirannya dan didasarkan pada alat kelaminnya, tetapi yang merasa bahwa deksripsi ini salah atau tidak sempurna bagi dirinya.”
• “Non-identifikasi dengan, atau non-representasi sebagai, gender yang diberikan kepada dirinya pada saat kelahirannya.”

2.1.2 Ciri-ciri Homoseksual

Ciri-ciri umum para homoseksual adalah:
1. Berpenampilan rapi
2. Tidak banyak bicara (Kecenderungan pendiam)
3. Selalu memakai pengharum tubuh dengan Bebauan yang Agak Norak
4. Berbicara Seadanya, dan cenderung lembut.
5. Tidak suka bergaul dengan banyak orang
6. Bertindak kehati-hatian dalam segala hal pekerjaan yang sedang dia kerjakan.
7. Pakaian yang digunakan biasanya agak berbeda dari yang lain, sehingga cenderung menarik perhatian banyak orang.

Ciri-ciri remaja bergejala homoseksual adalah :
1. Remaja ini lebih senang bergaul dengan anak-anak berjenis kelamin sama dan berusia di bawahnya.
2. Biasanya anak ini takut berbicara dengan lawan jenisnya.
3. Sebagian besar remaja pria senang memakai anting pada satu telinga atau dua. Memakai pakaian yang feminin, dan kurang menyukai kegiatan-kegiatan kelelaki-lakian.
4. Remaja putri berpakaian seperti atau menyenangi kegiatan yang biasa dikerjakan laki-laki.

2.1.2.1 Ciri-ciri umum gay :

Gay umumnya suka memakai baju yang ketat, biar keliatan lekuk tubuhnya. Karena bentuk body bagi seorang gay adalah nilai jual tersendiri. Umumnya, para gay lebih senang memakai warna mencolok. Saat ngobrol, bisa diketahui melalui gaya bicaranya. Umumnya, para gay ini terlihat sangat feminim dan perhiasan yang dikenakannya pun cenderung “ramai”. Katanya sih, itu merupakan alat komunikasi sesama gay.

Para gay juga umumnya suka berpenampilan yang rapi dan terlihat seperti wanita. Ciri lainnya, mereka selalu tertarik pada aktivitas yang biasanya dilakukan wanita. Para homo ini sukanya berpenampilan yang rapi, kebanyakan pake parfum yang baunya norak. Pakaian yang digunakan pun cenderung lain dari yang lain, bahkan kebanyakan norak, agar menarik perhatian.

Pribadi mereka cenderung pendiam, tertutup, nggak suka bergaul dengan banyak orang. Cuman ngomong seadanya dan cenderung lembut. Tapi, banyak juga para gay yang sulit dikenali secara umum, karna mereka cenderung memiliki ciri khas tersendiri. Ada cerita neh, berdasarkan pengalaman seorang teman kami yang pernah didekati oleh seorang gay.

Awalnya, dia tidak tahu kalo sosok teman yang baru dikenalnya itu adalah seorang gay. Karna mereka berkenalan di sebuah tempat fitnes. Gay yang dikenalnya ini memiliki perawakan yang bagus. Tinggi, besar, cakep seperti seorang fitnes trainer gitu. Nggak ada satu pun ciri-ciri di atas yang ditemukan pada sosok pria ini.

Namun, setelah beberapa kali berbincang-bincang dan bergaul dengannya. Teman kami ini baru menemukan suatu kecurigaan pada sosok pria ini. Karena selama berbicara yang berulang-ulang kali, kedapatan sang pria ini membicarakan hal-hal yang berbau homo. Awalnya memang tidak nampak. Tapi lama-kelamaan, kita kan mengenali dari bahan pembicaraannya. Padahal, sikap dan pakaiannya seperti orang straight. Dari sini kita bisa mengenali bahwa, tidak semua kaum gay itu bisa benar-benar dikenali dari cara pakaian, aksesoris dan gaya mereka. Emang sih, sebagian besar iya. Namun ada gay-gay lain yang terselubung, dan hanya bisa dikenali ketika kita bergaul dengan mereka.

2.1.2.2 Ciri-ciri umum lesbi :

Jika para gay lebih gampang dikenali secara fisik lewat penampilan mereka. Namun lesbi yang sulit untuk dikenali. Memang, ada lesbian yang berpenampilan seperti cowok. Tomboy abis! Tapi, pengenalan ini bukan berarti ciri khas lesbi loh. Ada banyak cewek straight yang berpenampilan tomboy. So, sulit mengenali cewek lesbi.

Nggak semua lesbian berpenampilan tomboy. Kebanyakan lesbian yang tomboy ini merasa, dirinya laki-laki tapi terjebak dalam tubuh perempuan gitu. Banyak juga dijumpai lesbian yang gayanya seperti perempuan normal, cenderung feminim, bahkan lebih feminim dari perempuan straight. Tingkah lakunya mungkin bisa saja lebih halus dari perempuan straight pada umumnya.

Menurut Prof Koentjoro PhD, Guru Besar Psikologi UGM. Lesbian sangat rentan mengonsumsi narkoba. Awalnya, hanya untuk berfantasi dan mencari sensasi. Hal tersebut dilakukan agar mengundang gairah bagi para lesbian lainnya. Namun ciri-ciri khusus dari lesbian ini sukar dikenali, karena mereka masih tertutup. Takut dengan norma yang ada.

Namun ciri umumnya bisa dikenali lewat 2 pribadi lesbi. Pada awal artikel ini udah dijelasin kalo dalam sebuah hubungan lesbi, ada yang jadi butchy (laki-laki), ada yang jadi femme (perempuannya). Nah, yang jadi butchy tuh biasanya berpenampilan tomboy, memposisikan diri sebagai maskulin. Seluruh penampilannya sangat maskulin, punya hobi maskulin pula. Kebanyakan cenderung posesif dan menunjukkan ketertarikan pada wanita. Biasanya, kebanyakan butchy rambutnya potongan cepak.

Kalo yang jadi femme, biasanya penampilannya terkesan dingin. Selalu ketergantungan sama pasangan, nggak mandiri, sering cemas, jaga jarak dengan wanita lain yang bukan pasangannya. Sensi banget dan cool ama laki-laki. Tapi ini bukan ciri yang paten loh, cuman ciri inilah yang kebanyakan muncul.

Berdasarkan pengamatan seseorang yang mempunyai teman lesbi mengatakan, ketika sedang berpacaran, pasangan ini kelihatan mesra, nampak seperti pasangan normal lainnya (cewek & cowok). Kontak fisiknya tuh seperti, si femme selalu ingin dipeluk oleh butchy, dan dia akan merangkul femme penuh kemesraan. Kadang, suap-suapan ato hanya sekedar membelai. Tapi gaya pacaran mereka lebih mesra dari pasangan straight.

2.1.3 Faktor Pendorong Homoseksual

Ada beberapa alasan seseorang untuk menjadi seorang homoseksual adalah sebagai berikut :
1. Sakit hati oleh lawan jenis, mereka yang merasa pernah disakiti ataupun dikhianati oleh lawan jenis akan merasakan sakit yang amat dalam sehingga mereka mencoba untuk beralih ke sesama jenis yang mereka pikir akan setia dan tidak akan melukai.
2. Pergaulan, karena mereka terpengaruh oleh orang atau teman teman mereka yang lesbi atau homo. Sebenarnya mereka sendiri yang belum terpengaruh akan terbiasa dengan pergaulan teman-teman mereka dan mereka akan merasakan dan mengetahui apa yang teman-teman mereka rasakan, sehingga ada rasa ingin tahu yang makin lama makin dalam, dan terus penasaran, akhirnya mereka akan mencoba untuk melakukan apa yang teman-teman mereka lakukan.
3. Dari dalam diri sendiri, sudah menjadi kepribadian yang sudah melekat pada diri seseorang sejak kecil. Singkatnya yaitu adanya kelainan seksual di dalam dirinya sendiri yang muncul sejak lahir.
4. Mereka merasa bahwa tidak ada lawan jenis yang tertarik pada dirinya. Ataupun merasa tidak percaya diri terhadap lawan jenisnya. Dan juga, memang tidak memiliki rasa ketertarikan terhadap lawan jenis mereka, walaupun mereka adalah laki-laki atau perempuan yang memang memiliki daya tarik tersendiri.
2.1.4 Pemulihan Homoseksual
Ada beberapa cara yang dianggap bisa merubah hidup seorang penganut homoseksual yang ingin merubah dirinya menjadi normal baik lesbian maupun gay. Sebagai berikut :
1. Berdoalah kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, mintalah kepada-Nya untuk menghilangkan jauh-jauh penyakit ini.
2. Benamkan diri anda bahwa ini adalah perbuatan dosa besar yang haram.
3. Binatang juga mau melakukan hubungan seks dengan lawan jenisnya, dan anda manusia yang memiliki akal budi, seharusnya mau juga melakukan hal tersebut dengan lawan jenis anda, bukanny dengan sesama jenis.
4. Beribadalah setiap waktu, karena dengan beribadah, akan merubah pola pikir seseorang dan setidaknya dapat membuat anda tidak memikirkan tentang seks.
5. Selalu mengingat kisah Nabi Luth yang umatnya dimusnahkan oleh Tuhan dengan bencana alam yang dashyat
6. Biasanya orang yang homoseksual dipikirannya adalah seks, seks dan seks Hal ini bisa dikurangi dengan menyibukkan diri anda seperti beraktifitas seperti berolahraga dan bersosialiasi.
7. Benamkan dalam diri anda tentang resiko yang akan anda hadapi seperti HIV, penyakit kelamin, dll.
8. Benamkan diri anda bahwa anda ingin memiliki keturunan seperti teman anda yang normal memiliki anak yang banyak.
9. Hindari melihat seseorang sesama jenis yang berparas rupawan, kalau perlu benamkan rasa jengkel terhadap dirinya agar tidak timbul perasaan menyukai dirinya.
10. Hindari melihat foto, gambar, video porno apalagi yang berjenis kelamin sama.
11. Bila perlu pasanglah poster artis-artis lawan jenis anda untuk merangsang rasa suka terhadap lawan jenis. Atau cita-citakan anda ingin berhubungan badan dengan artis tersebut.
12. Hindari lingkungan yang dapat membuat anda menjadi homoseksual
13. Benamkan pada diri anda bahwa anda juga memiliki alat kelamin yang sama dan sangat-sangat tidak enak bila berhubungan intim
14. Biasakan sebelum tidur atau bagi anda yang suka onani, imajinasikan sekuat-kuatnya anda sedang berhubungan intim dengan lawan jenis anda.

BAB III
Metodologi Penelitian

3.1 Cara memperoleh data

Penulis berusaha mencari data dengan berbagai macam media. Dari media kepustakaan, internet, pengumpulan data dengan angket, dan informasi di sekitar yang berhubungan dengan karya tulis ini.

3.1.1 Metode kepustakaan

Melalui metode kepustakaan, penulis mencoba mengumpulkan beberapa artikel yang berhubungan dengan judul karya tulis ini baik secara langsung maupun tidak langsung. Berikut beberapa contoh artikel tentang penyuka sesama jenis dan cara penyembuhannya.
Beberapa perspektif baru tentang etiologi, permasalahan dan penatalaksanaan menurut dr. Lukas Mangindaan DSJ, dr. Syailendra W. DSJ adalah sebagai berikut.

Homoseksualitas adalah suatu naluri dasar yang terbawa sejak lahir, walaupun pada umumnya kesadaran akan hal itu baru dirasakan dalam usia remaja atau dewasa. Perlu dibedakan antara orientasi homoseksual sebagai suatu naluri yang bersifat netral, dengan perilaku homoseksual yang berkaitan erat dengan nilai (value).

Penelitian mutakhir memberi petunjuk bahwa orientasi (naluri) homoseksual pada pria erat kaitannya dengan faktor biologik, yaitu:
Faktor genetik, kemungkinan besar pada segmen kromosom X yang diturunkan pihak ibu.
Bagian hipotalamus yang pada pria homoseksual berbeda secara struktural dari pria heteroseksual.
Orientasi homoseksual pada wanita besar kemungkinannya dipengaruhi oleh hormon androgen yang berlebihan terhadap otak janin selama dalam kandungan.

Faktor pengaruh lingkungan, pendidikan serta sosial budaya yang tadinya dianggap sebagai faktor penyebab primer, kini besar petunjuknya bahwa hal itu berperan dalam terjadinya:
Kondisi homoseksualitas yang egodistonik atau yang egosintonik, tergantung dari seberapa jauh individu homoseksual itu menginternalisasi sikap homofobik dari masyarakat, sehingga menimbulkan ada atau tidaknya konflik dalam dirinya.
Penatalaksanaan kini tidak ditujukan terhadap upaya mengubah orientasi homoseksual menjadi heteroseksual, melainkan:
a. Membantu mengubah kondisi egodistonik menjadi egosintonik.
b. Membantu mengubah (apabila ada) perilaku yang membahayakan kesehatan (misalnya penularan AIDS) menjadi perilaku yang lebih aman, bertanggung jawab bagi diri sendiri dan (kalau ada) terhadap pasangannya, serta (bila perlu) disesuaikan dengan nilai pribadi dari pasien, bukan berdasarkan nilai pribadi terapis.
c. Dalam skala luas, mengubah persepsi dan sikap homofobik dalam masyarakat (termasuk dalam sebagian kalangan terapis).

Salah satu bentuk penyimpangan seksual atau biasa disebut disfungsi seks adalah Homosexualiti pada lelaki. Iaitu keadaan dimana seorang lelaki memiliki daya tarik dengan pada pasangan sejenis. Sebenarnya keadaan merupakan masa peralihan atau transisi pada masa remaja. Tapi apakah peralihan ini sihat atau tidak, tergantung dari individu yang bersangkutan. Peralihan biasanya bersifat sementara akan tetapi kalau pola homosexual ini kekal maka itulah yang tidak sihat dan harus diubah.
Bagi yang benar-benar ingin sembuh, kembali ke heterosexual, kesungguhan motivasi untuk berubah sangatlah menetukan. Pemulihan hendaknya difokuskan pada 4 perkara, yaitu:
1. pengurangan ketakutan terhadap hetersoseksual.
2. peningkatan respon heteroseksual.
3. mengembangkan rasa puas pada tingkah laku heteroseksual.
4. mengurangkan minat atau interest pada penyimpangan seksual ini.

3.1.2 Pengumpulan data dengan angket
Penulis menggunakan metode ini dengan menyebarkan angket untuk kemudian diisi oleh responden yaitu siswa-siswi SMAN 7 Banjarmasin. Berikut adalah kesimpulan dari jawaban-jawaban yang kami dapatkan dari angket yang telah kami sebarkan.
98% responden menjawab bahwa mereka mengetahui tentang penyuka sesama jenis, yaitu penyimpangan seksual seperti homo dan lesbi. 90% responden berpendapat bahwa penyuka sesama jenis itu bukanlah suatu hal yang normal karena merupakan sebuah penyimpangan sosial, melanggar norma agama dan masyarakat. Dan 8% responden berpendapa bahwa menyukai sesama jenis juga suatu dosa besar. Karena kita sudah diberikan pasangan lawan jenis kita masing-masing oleh Tuhan. Berbagai macam tanggapan responden tentang faktor-faktor pendorong seseorang untuk menjadi penyuka sesama jenis, yaitu :
1. Pengaruh lingkungan yang tidak baik
2. Pergaulan bebas
3. Pernah mengalami pengalaman buruk saat menjalin hubungan dengan lawan jenis, sehingga pelariannya ke sesama jenis.
Responden berpendapat tanggapan dan sikap yang seharusnya kita tunjukkan kepada kaum penyuka sesama jenis adalah memberikan nasihat, membuat mereka sadar bahwa yang mereka perbuat adalah menyimpang, bersikap peduli, dan tidak menjauhinya.

BAB IV
PEMBAHASAN

4.1 Pembahasan Homoseksual

Homosexual adalah salah satu bentuk penyimpangan seksual atau biasa disebut disfungsi seks. kata sifat homoseks digunakan untuk hubungan intim dan / atau hubungan sexual di antara orang-orang berjenis kelamin yang sama, yang bisa jadi tidak mengidentifikasi diri merek sebagai gay atau lesbian. Homoseksualitas, sebagai suatu pengenal, pada umumnya dibandingkan dengan heteroseksualitas dan biseksualitas. Istilah gay adalah suatu istilah tertentu yang digunakan untuk merujuk kepada pria homoseks. Sedangkan Lesbian adalah suatu istilah tertentu yang digunakan untuk merujuk kepada wanita homoseks.

Secara sosiologi homosexualiti bertitik tolak pada tanggapan, bahwa tidak ada pembawaan lain pada dorongan seksual, selain keperluan untuk menyalurkan ketegangan. Oleh karena itu, maka baik tujuan maupun objek dorongan seksual diarahkan oleh faktor sosial. Artinya , arah penyaluran ketegangan dipelajari dari pengalaman-pengalaman sosial. Dengan demikian tidak ada pola seksual alamiah, oleh karena yang ada adalah pola pemuasnya yang dipelajari dari adat istiadat lingkungan sosial. Lingkungan sosial akan menunjang atau mungkin menghalangi sikap tindak dorongan seksual tertentu. Seseorang menjadi homoseksual oleh karena pengaruh orang-orang sekitarnya. Sikap tindaknya yang kemudian menjadi pola seksualnya, dianggap sebagai sesuatu yang dominan, sehingga menetukan segi-segi kehidupan lainnya

Ada lebih banyak hubungan dalam homoseksualiti dari pada sekedar dari level seksual yang serta diperbolehkan. Secara psikologi, demi untuk kebahagian, perkawinan antar sex yang sama itu mungkin saja terjadi. Bagaimana dua orang lelaki atau dua orang wanita, yang sama secara biologikal, menemukan karakter yang berbeza di dalam diri mereka dan akhirnya merasa sesuai antara satu dengan yang lain. Dua lelaki atau dua wanita, dimana yang satu berperanan sebagai sisi maskulin sedangkan yang satu berperan sebagai feminin. Mereka berinteraksi dalam secara romantik seperti pasangan normal.

Pada kalangan lesbian, dorongan utamanya adalah pada kasih sayang. Lagi pula , karena faktor kasih sayang itu, lesbianisme cenderung terjadi secara sementara, oleh karena sama sekali tidak memberi perubahan peranan pada diri wanita yang bersangkutan. Oleh karena itu dapat dikatakan, bahwa lesbianisme terjadi dalam konteks interpersonal.

Sehingga pertengahan tahun 1950-an study mengenai penyimpangan seksual memang tidak begitu dikenali. Tentang homoseksualiti yang memang ada hubungan erat dengan agama ini juga belum dibahas. Kaum gay-lesbian lebih banyak berhubung secara sembunyi-sembunyi. Waktu itu seluruh dunia mendakwa bahwa perilaku homoseksual yang sudah menjalar itu disebut sebagai perilaku kejahatan/kriminal. Pandangan mengenai homosexual sebagai mental disorder telah berubah. Banyak ahli psikolog barat menyatakan kalau perilaku homosexual itu bukan perilaku menyimpang, akan tetapi perilaku normal, alami dan merupakan orientasi seksual. Pada tahu 1973, APA (American Psychiatric Association) memindahkan homoseksual dari klasifikasi sebagai psikiatric disorder dan menjelaskan homosexual bukan lagi mental disorder. Hal ini juga diikuti oleh organisasi-organisasi internasional yang lain. Diantaranya adalah American Law Institute dan WHO. World Health Organization. Ini menghapus tanggapan homoseksual dari daftar penyakit mental sekitar 1981. Dan yang paling terbaru adalah The American Psychological Association yang mengeluarkan pernyataan tentang masalah homoseksual pada bulan Juli 1994.

Pernyataan itu ialah : Homoseksualiti bukanlah sakit mental ataupun kerosakan moral. Itu jelas merupakan suatu cara dimana kaum minoriti itu mengungkapkan rasa cinta dan seksualitinya. Penelitian tentang penilaian, stabiliti, reliabiliti dan vocasional adaptiviti, semuanya menunjukkan gay-lesbian berfungsi sama halnya dengan kaum heteroseksual. Homoseksualiti juga bukan masalah tentang pilihan individual. Riset menyatakan kalau homosexual orientasi berada ditempat yang paling awal dari lingkaran kehidupan, kemungkinan sudah ada sebelum lahir. Ada beberapa macam jenis Homosexual :
1. Blatant homosexuals
Homosexual jenis ini dengan kaum gay sejati, dimana laki-laki dengan personaliti seperi wanita atau feminin. Sedangkan kaum lesbian, wanitanya berkepribadian seperti laki-laki atau maskulin. Termasuk juga “Leather boy” yang memakai jaket kulit, rantai dan sepatu boots.
2. Desperate homosexual
Biasanya kaum homosexual ini sudah menikah akan tetapi tetap menjalani kehidupan homosexualnya dengan bersembunyi dari isterinya.
3. Secret homosexual
Kaum homoseksual ini terdiri dari bermacam-macam jenis dan dari tingkat sosial yang berbeza-beza, walaupun kebanyakan dari mereka itu termasuk golongan menengah yang berkemampuan. Sering juga mereka itu ada yang sudah menikah dan beranak. Kaum homosexual ini pandai sekali menyembunyikan identiti sehingga tak seorangpun tahu yang mereka homoseks. Hanya beberapa teman dekat atau kekasihnya saja yang tahu sebenarnya.
4. Situational homosexuals
Ada kalanya seseorang berada pada situasi sehingga individu itu bertingkah laku seperti homoseks. Karena keadaanlah yang memaksa mereka berbuat demikian. Misalnya seperti dalam penjara, sekolah-sekolah berasrama dan institusi sejenis lainnya. Setelah mereka keluar, tingkah laku sexual mereka akan kembali normal, tapi tak kurang juga yang meneruskan pola homosexual itu. Atau juga karena alasan ekonomi, misalnya mencari duit….
5. Biseksuals
Merupakan individu yang “engage” dengan kehidupan homoseks dan juga heteroseks. Biasanya yang termasuk golongan ini adalah kaum homoseks yang sudah menikah lama. Mereka sama-sama menikmati kedua kehidupan itu, baik sebagai homoseks maupun heteroseks. Agak serupa juga dengan golongan desperate homosexual yang mereka lebih enjoy dan menikmati hidup mereka sebagai homoseks secara diam-diam.
6. Adjusted homosexuals
Golongan homosexual ini lebih berterus terang hidup diantara sesama mereka. Dengan mudah menyesuaikan dirinya. Banyak kaum homosexual hidup dalam tingkat keintiman yang tinggi dari pada heterosexual. Namun kadar “perceraian” antara pasangan homosex lebih tinggi berbanding dengan heterosex. Dan antara gay dengan lesbian, tingkat keintiman lesbian lebih tinggi karena lesbian lebih menggunakan

4.1.1 Homoseksual dan Kehidupan sosial
Homoseksual sudah dikenal sejak dulu kala, misalnya pada zaman Nabi Luth. Dalam Al-Qur’an di surat Huud, diceritakan bahwa Nabi Luth merasa susah dengan kedatangan utusan-utusan itu (malaikat), Nabi Luth bimbang kalau tamunya diganggu oleh kaumnya yang gemar melakukan homoseksual. Azab yang dijatuhkan oleh Allah pada kaum Luth sungguh hebat. Karena sesungguhnya hubungan sejenis itu adalah dosa besar.
Ada beberapa faktor penyebab seseorang menjadi homoseksual, yaitu :
a. Genetic & hormonal factors
Ada beberapa ahli sains yang menyatakan homosexual itu karena faktor keturunan ( gay are born not made ) tapi ada juga yang juga menyangkal pernyataan itu dengan alasan “teori” itu tidak manusiawi dan terlalu sempit.
b. Pengalaman homosexual dan reinforcement positif mereka
Biasanya menjelang adolescence atau pada peringkat awal adulthood, pengalaman homosexual sering berlaku. Dan jika individu menikmati pengalaman tersebut maka kebiasaan itu akan berlanjutan.
c. Keadaan negatif dari perilaku heterosexual
Larangan kepada anak laki-laki dan perempuan untuk mengadakan perhubungan diantara mereka juga dijadikan alasan mengapa suatu individu lebih “memilih” homosexual dari pada heterosexual. Hal ini berlaku karena sejak kecil mereka hanya diberi kebebasan bergaul diantara mereka sahaja seolah-olah perilaku heterosexual itu begitu jahat.
d. Family patterns
Biasanya keluarga yang mempunyai jenis ibu yang seductive dan ayah yang apatis (absent father). Ayah bersikap menolak kehadiran anak, karena dianggapnya sebagai rival, sehingga anak memendam sifat maskulinnya yang dianggap dapat merosak hubungan antara ayah dan ibunya. Dan akhirnya kepribadian anak terbentuk, menjadi pemalu, takut terluka, lemah, penyendiri dan merekapun jarang melakukan aktiviti adventures serta sukan yang keras.
e. General sosiocultural factors
Berbagai macam budaya-culture, membuat berbagai macam faktor sosial-budaya pula. Bagaiman perilaku yang diharapkan oleh masyarakat juga berpengaruh. Penekanan sosial juga membuat terjadinya insiden homosexual ini. Banyak ilmuwan barat mengatakan bahwa orientasi seksual sudah mulai terbentuk sejak usia muda melalui hubungan atau intereksi yang kompleks atau secara biologi dan psikologi dan karena faktor-faktor sosial.
Ahli psikologi tadi tidak mempertimbangkan bahwa orientasi seksual itu merupakan pilihan dalam keadaan sedar dan boleh diubah. Banyak para psikologi barat tetap menyatakan homosexualiti itu bukan sakit mental ataupun masalah emosi.
Orang-orang ini sendiri memiliki komunitas yang nyata, namun orang yang normal jarang sekali yang mengetahui, hanya mereka yang sesama homo, gay dan lesbi yang mengetahui komunitas-komunitas itu berada. Mereka akan saling memahami dan saling mengerti mengapa semua itu terjadi dan terjalin sampai akhirnya mereka bersatu, senasib seperjuangan.
Hakikatnya, orang yang berhubungan itu merupakan antara 2 orang yaitu laki laki dan perempuan. Jika laki-laki dengan laki-laki atau perempuan dengan perempuan pastilah mereka memiliki kedudukan tersendiri, tetap ada yang menjadi “jantan” dan “betina” walaupun sebenarnya mereka itu jantan semua ataupun betina semua. Lesbi, untuk yang menjadi jantan biasanya di bilang “butchy” dan yang perempuan adalah “femme”. Homo, untuk yang menjadi cowok yaitu “konti “ dan yang menjadi betina “meki”
Para homo dan lesbi akan lebih mencintai pasangannya lebih dari kita yang mencintai antara lawan jenis, mereka akan susah dipisahkan, akan melakukan apapun untuk pasangannya walau nyawa taruhannya.
Perlu kalian ketahui, hari lesbi dan homo itu jatuh pada tanggal 1 Maret yang di deklarasikan oleh IGS (Indonesian Gays Society).
Kita sekarang hidup di zaman yang sudah sangat modern, maka kita juga harus berpikir negatif terhadap fenomena ini walaupun sebenarnya memang negatif. kita tetap harus bisa menghormati para kaum lesbi dan gay, mereka juga manusia yang butuh dihargai bukan untuk di cemooh. karena mereka juga tidak mengganggu kita kan.
Beberapa penyebab terjadinya homo, gay dan lesbi :
• pola pengasuhan keluarga yang condong kepada gender tertentu.
• lingkungan pergaulan yang kebanyakan lawan jenisnya, sehingga dia terbiasa dan sudah tidak tertarik lagi sama lawan jenis.
• lingkungan pergaulan yang semua/kebanyakan adalah sejenis.
• tuntutan ekonomi / pekerjaan
• trend
Adapun hukum yang mengatur tentang hal ini di Indonesia, yaitu Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Indonesia (KUHP) yang dibuat oleh pemerintahan Hindia Belanda, masih berlaku sampai saat ini, sebagai dasar untuk pengadilan. Pasal-pasal KUHP yang mengatur perbuatan tindak pidana, khususnya dalam pelanggaran yang menyangkut masalah seksual, adalah pasal 281-289, 292-294, 297-299, 389, 534, dan 535. Dari uraian KUHP pasal 292, dapat ditarik beberapa simpulan dalam kaitannya dengan perilaku homoseksual, di antaranya :
1. Undang-Undang yang mengatur kejahatan seksual di Indonesia, tidak memberikan perhatian utama pada perilaku homoseksual. Perilaku homoseksual baru dapat dihukum, bila melakukannya dengan orang yang belum dewasa
2. Pasal ini tidak hanya berlaku bagi homoseksual saja, tetapi juga berlaku pada perilaku seksual lainnya yang dilakukan dengan orang yang belum dewasa.

4.1.2 Pandangan Gereja tentang Homo, Gay dan Lesbi

Tuhan memberi peringatan keras bagi kelainan ini (dalam hukum Taurat). Tetapi bila kita menggali lebih dalam lagi, maka ada hal yang sedikit-banyak bisa kita pikirkan.. bagaimana cara kita bersikap, dan sikap apa yang pantas atau layak dimata Tuhan untuk kita lakukan.
Di Belanda, ada hukum yang memperbolehkan perkawinan kedua jenis ini didalam gereja. Tapi berdasar pada hukum kasih, maka hal itu terjadi. Mungkin menurut para ahli jiwa, kelainan ini memang bisa terjadi secara logic (sains), dan bila ada, maka sangat sulit bagi mereka untuk memberi “perlawanan jiwa” bagi dorongan bejat ini..
KUTIPAN ALKITAB ( IMAMAT 18 ):
“Janganlah engkau tidur dengan laki-laki secara orang bersetubuh dengan perempuan, karena itu suatu kekejian. Janganlah engkau berkelamin dengan binatang apapun, sehingga engkau menjadi najis dengan binatang itu. Seorang perempuan janganlah berdiri di depan seekor binatang untuk berkelamin, karena itu suatu perbuatan keji. Janganlah kamu menajiskan dirimu dengan semuanya itu, sebab dengan semuanya itu bangsa-bangsa yang akan Kuhalaukan dari depanmu telah menjadi najis. Negeri itu telah menjadi najis dan Aku telah membalaskan kesalahannya kepadanya, sehingga negeri itu memuntahkan penduduknya. Tetapi kamu ini haruslah tetap berpegang pada ketetapan-Ku dan peraturan-Ku dan jangan melakukan sesuatupun dari segala kekejian itu, baik orang Israel asli maupun orang asing yang tinggal di tengah-tengahmu, –karena segala kekejian itu telah dilakukan oleh penghuni negeri yang sebelum kamu, sehingga negeri itu sudah menjadi najis– supaya kamu jangan dimuntahkan oleh negeri itu, apabila kamu menajiskannya, seperti telah dimuntahkannya bangsa yang sebelum kamu. Karena setiap orang yang melakukan sesuatupun dari segala kekejian itu, orang itu harus dilenyapkan dari tengah-tengah bangsanya.”
Imamat 18:22 bunyinya, “Janganlah engkau tidur dengan laki-laki secara orang bersetubuh dengan perempuan, karena itu suatu kekejian”. Yang melakukannya diancam dengan hukuman mati ( Imamat 20:13 ).
Roma 1:26-27, Rasul Paulus mengingatkan, bahwa praktik homoseksual adalah sebagian dari bentuk kebejatan moral dunia kafir, dari mana orang-orang kristen sebenarnya telah dibebaskan dan disucikan oleh Kristus (1 Korintus 6:9).
Bacaan kita menjelaskan bahwa perkawinan sejenis pernah terjadi di Roma pada zaman Paulus. Mereka melakukan hal-hal tersebut karena mereka telah melupakan Allah, dan tidak lagi memuja dan menyembahNya sebagai Pencipta. Mereka lebih suka memuja dan menyembah makhluk ciptaannya sendiri yang dianggapnya sebagai allah. Menurut mereka, hal tersebut adalah kebenaran, sehingga mereka sering melakukannya. Tuhan tidak berkenan dengan semua kecemaran yang dilakukan manusia karena hawa nafsu dagingnya. Tuhan juga tidak senang jika manusia menggantikan kebenaran Allah dengan dusta. Tuhan ingin supaya manusia bertobat dari kesesatan mereka. Tetapi ketika manusia tidak bertobat dari kesesatan mereka. Tetapi ketika manusia tidak bertobat maka Tuhan akam membiarkan manusia dalam hawa nafsu dan kecemaran yang telah menguasainya. Sehingga terjadi seperti yang kita baca bahwa suami dan isteri tidak lagi saling melayani dan bersetubuh secara wajar. Sebaliknya, mereka menggantikan persetubuhan yang wajar tersebut dengan yang tidak wajar; perempuan dengan perempuan, laki-laki dengan laki-laki. Dorongan seksual adalah pemberian Tuhan. Karena itu gunakanlah untuk saling melayani, baik sebagai suami-isteri dalam persetubuhan yang wajar, amupun sebagai anak-anak Tuhan yangs etia menyembah Tuhan serta melayani sesama yang membutuhkan. Maka Tuhan akan menguduskan kita, dan tidak menyerahkan kita kepada hawa nafsu yang memalukan.
Pembahasan yang serius mengenai Hukum VII, “JANGAN BERZINAH”, mengharuskan kita membahas masalah homo,gay dan lesbi, mengingat aktualitasnya maupun kontroversialitasnya. Karenanya, apa pun risikonya, kita mesti membahasnya. Tidak ada pilihan lain. Agar setelah itu, dengan tenang tanpa rasa berutang, kita dapat melenggang ke pembahasan titah berikutnya – Hukum VIII. Alkitab cukup banyak menyebut-nyebut masalah kita.

BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Homoseksual merupakan sebuah penyimpangan sosial di dalam masyarakat Indonesia, sehingga banyak yang mengucilkan kaum homoseksual (homo / gay dan lesbi). Sebenarnya mereka itu membutuhkan perhatian lebih dari masyarakat agar mereka bisa sembuh. Mereka juga tidak ingin menjadi seorang homoseksual, tetapi faktor pendorong dari kehidupan sosial masyarakatlah yang membuat mereka terjerumus di dalam dunia homoseksual tersebut.

5.2 Saran

Di era globalisasi ini, perkembangan sosial semakin tidak terkendali, baik sisi positif atau negatifnya. Sehingga kita seharusnya bersikap waspada dan berhati-hati ketika begaul dengan teman-teman kita dan memilih teman, kita tidak dapat mengetahui apa sisi positif dan negatifnya berteman dekat dengan seseorang yang baru kita kenal.

Dengan adanya contoh karya ilmiah diatas diharapkan bisa menambah referensi Anda ketika sedang ingin membuat sebuah karya ilmiah tepatnya membuat sebuah makalah. Temukan pula contoh karya ilmiah lengkap, contoh karya ilmiah tentang bahaya merokok, contoh karya ilmiah tentang kesehatan, contoh karya ilmiah tentang sampah, contoh makalah karya ilmiah sederhana, contoh karya ilmiah remaja, contoh karya ilmiah lengkap hanya di Mamikos.

Baca juga :  Contoh Proposal Skripsi, Struktur dan Penjelasannya Terbaru

Jangan lupa untuk selalu berkunjung ke situs Mamikos untuk mendapatkan informasi ter-update dan informasi menarik lainnya. Dan jangan lupa pula download aplikasi Mamikos di Play Store untuk akses yang lebih praktis lagi. Temukan pula informasi seputar lowongan kerja, kost-kostan, serta sewa apartemen hanya di Mamikos.

Klik dan dapatkan info yang Anda butuhkan hanya di Mamikos:

Kost dekat UI Depok Murah
Kost dekat Trisakti Jakarta Murah
Kost dekat Atma Jaya Jakarta Murah
Kost dekat UNTAR Jakarta Murah
Kost dekat UGM Jogja Murah
Kost dekat UNY Jogja Murah
Kost dekat Atmajaya Jogja Murah
Kost dekat UNDIP Semarang murah
Kost dekat UNNES Semarang murah
Kost dekat Udinus Semarang murah
Kost dekat UBAYA Surabaya Murah
Kost dekat UNAIR Surabaya Murah
Kost dekat ITS Surabaya Murah

Kunjungi mamikos.com untuk mendapatkan informasi lowongan kerja terbaru di seluruh kota di Indonesia

Download Aplikasi Mamikos di Play Store untuk akses yang lebih mudah disini