Apa Itu Opini? Pengertian Opini dan Contoh Kalimatnya

Apa itu opini? Pengertian opini dan contoh kalimatnya – Media sosial seperti Twitter, Facebook, Instagram, Quora, dan lain-lain adalah tempat di dunia maya untuk orang-orang dapat beropini. Selain itu, dalam kehidupan sehari-hari pun pasti kamu mengemukakan opini. Namun, apakah kamu sudah mengetahui cara yang tepat untuk mengemukakan opini? Atau sudahkah kamu memahami jenis-jenis opini dan cara penyampaiannya? 

Di bawah ini, Mamikos akan memberikan kamu informasi terkait pengertian dan definisi dari opini, ciri-ciri opini, jenis-jenis opini, dan contoh kalimat opini. Simak artikel ini sampai selesai, ya.

Pengertian Opini dan Contoh Kalimatnya

unsplash.com

Opini berasal dari bahasa Latin opinari yang memiliki arti berpikir atau menduga. Kata opini mengandung kata onis yang artinya harapan. Lalu, ada kata opinio yang dalam bahasa Inggris berkaitan dengan option yang berarti pilihan dan hope yang berarti harapan. 

Leonardo W. Dood mengemukakan bahwa opini adalah pendapat atau sikap seseorang tentang keadaan atau suatu persoalan yang terjadi, baik masa lampau ataupun saat ini. Umumnya, opini dipengaruhi oleh latar belakang seseorang seperti pola pikir, pengetahuan, dan lingkungan tempat ia tumbuh. Hal itulah yang kemudian membuat opini satu orang dengan yang lainnya dapat berbeda-beda. Selain itu, diuraikan juga bahwa opini itu bersifat latent atau terpendam dan dapat terlihat saat ada suatu isu yang timbul. 

Sifat latent sebenarnya membawa unsur-unsur pasif dalam artian tidak bergerak atau sulit untuk dapat bergerak. Itu merupakan suatu kelemahan dari publik, di mana tidak adanya keterkaitan langsung antara minat dengan peminat ataupun antara peminat dengan hal yang diminatinya.Di mana suatu opini baru akan berkembang dan menjadi “kuat” bila mendapat dukungan dari suatu kelompok. Leonardo W. Doob turut menjelaskan pegangan atau hal yang menjadi standar dalam beropini. 

  1. Fakta yang digunakan sebagai tolok ukur dari opini dinilai “baik” oleh kelompok luas 
  2. Menggunakan fakta yang kemudian orang dapat mengambil kesimpulan dan kesepakatan berdasar dari tindakan yang dapat diambil untuk memecahkan persoalan. 

Oleh karena itu, penilaian tentang kompeten atau tidak suatu opini bersandar pada syarat-syarat berikut ini: 

  1. Fakta
  2. Nilai
  3. Opini kelompok
  4. Potensi

Demikian, opini dibentuk oleh suatu kelompok selektif. Sebab itu setiap persoalan selalu memiliki kelompoknya masing-masing. 

Kemudian, ada pula batas-batas yang menjadi tolok ukur dari kemampuan suatu opini, sebagai berikut:

  1. Perhatian seseorang pada suatu isu, masalah, ataupun persoalan bergantung pada pengetahuan dan pendidikannya
  2. Kebijakan yang bergantung pada penilaian dan juga seleksi berdasar fakta dan nilai opini itu sendiri 
  3. Faktanya, masing-masing permasalahan memiliki banyak sudut pandang dan sisi. Sehingga opini terdiri dari banyak kelompok
  4. Terdapat suatu standar yang menjadi ukuran dalam menyelesaikan persoalan, terlebih permasalahan sosial yang biasanya memiliki ciri khasnya masing-masing. Di mana hal tersebut bergantung pada pengalaman, perasaan, mental, lingkungan, dan ide yang ada dan tersebar dalam suatu kelompok

Pada kesehariannya dan sebagai makhluk sosial tidak lepas dari opini. Seperti halnya adalah opini yang dikeluarkan saat diskusi maupun bermusyawarah untuk menyelesaikan suatu persoalan ataupun membahas suatu hal. Dalam hal ini, opini berarti ide, gagasan, dan pendapat seseorang terhadap suatu hal yang tidak objektif dan belum terjamin kebenarannya. Opini bukanlah fakta dan jelas berbeda. Fakta adalah suatu hal yang sudah pasti kebenarannya, sedang opini perlu dibuktikan dan dinilai apakah hal tersebut benar. 

Opini kerap dikenal sebagai ratu dunia. Namun, opini tidak termasuk hal yang dapat digerakan. Sebab, opini tidak memiliki organisasi maupun pemimpin. Apabila terjadi peristiwa atau keadaan tertentu, biasanya saat itulah opini terbentuk di mana-mana. Terbentuknya opini juga disertai dengan aneka tindakan. Jadi, dapat dikatakan kalau opini bisa pecah bila ada pemancingnya, yaitu suatu peristiwa. 

Sebagaimana dengan opini yang tidak memiliki pemimpin dan tidak terorganisir, lalu timbul pernyataan “Apa manfaat memerhatikan opini tersebut, terutama dalam kelompok?” Pertanyaan demikian itu banyak diutarakan oleh para sarjana Eropa Barat. Mengapa? Berikut adalah alasannya:

  1. Opini sifatnya tidak dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat ataupun kelompok
  2. Meskipun opini terbentuk dari hasil diskusi sosial, tetapi biasanya tidak berdasar pada pemikiran yang matang 
  3. Opini terbentuk melalui hal yang spontan, sehingga jarang terpikir untuk rencana ataupun akibat dalam jangka waktu ke depan.

Opini dinyatakan sebagai hal yang umumnya bersifat kontroversial atau terdapat berbagai pandangan yang kontra terkait persoalan tersebut. Umumnya, subjek dari opini adalah persoalan yang sifatnya baru timbul di lingkungan masyarakat atau kelompok. Di mana opini adalah reaksi pertama saat orang memiliki keraguan terhadap suatu persoalan, ketidak cocokan, serta adanya perubahan nilai. Sebab itulah yang mendorong orang untuk bersikap cenderung mempertentangkan. 

Unsur Opini

unsplash.com

Opini umumnya bersangkutan dengan masalah kontroversial atau an opinion is some expression on controversial point. Oleh sebab itu, terdapat dua unsur dalam opini, yaitu:

  1. Pernyataan 
  2. Masalah yang bertentangan 

Suatu opini tidak akan muncul jika tidak ada pertentangan dan pertentangan harus disuarakan. Lalu, opini dapat ditunjukan dengan berbagai bentuk, yaitu kata-kata maupun sikap dan tingkah laku. Selain itu, reaksi pertama dan gagasan baru menjadi unsur lain dalam opini. 

Ciri-ciri Opini

  1. Bersifat tidak objektif atau subjektif dalam pandangan segelintir pihak tertentu
  2. Kata yang digunakan bersifat relatif
  3. Tidak ada narasumber
  4. Menunjukkan peristiwa yang belum tentu akan terjadi
  5. Mengandung pendapat orang lain atau individu
  6. Kebenaranya tidak terjamin dan tidak dapat dibuktikan 
  7. Mengurai dan menjelaskan suatu hal tertentu
  8. Memiliki kata khas, seperti mungkin, bisa jadi, seharusnya, sebaiknya, dan lain-lain. 

Selain itu, terdapat ciri lain dari suatu opini, yaitu:

  1. Berdasar dari isi, nilai kebenaran dari suatu opini bergantung dari kenyataan pada kepentingan tertentu
  2. Berdasar dari kebenaran, suatu opini dapat dinyatakan benar atau tidak bergantung pada data pendukung ataupun konteks yang dijabarkan
  3. Berdasar dari pengungkapan, suatu opini umumnya memiliki sifat yang cenderung argumentatif dan persuasif
  4. Berdasar dari penalaran, suatu opini umumnya memiliki sifat yang cenderung deduktif

Jenis-jenis Opini

Secara umum, terdapat empat jenis opini, yaitu:

1. Opini Pribadi 

Opini pribadi adalah pandangan atau pendapat seseorang terhadap sesuatu hal yang cenderung tidak terpengaruh ataupun dipengaruhi oleh orang lain. Umumnya, pendapat pribadi lebih sering dipendam dan tidak dituturkan secara luas karena sifatnya yang pribadi. Namun, hal ini tidak bersifat saklek atau terikat dalam aturan yang ketat. Jika dibutuhkan, opini pribadi dapat dikatakan secara publik

2. Opini Kelompok

Opini kelompok yaitu pandangan atau pendapat suatu kelompok terhadap hal-hal yang menyangkut kepentingan banyak orang. Demikian, opini tersebut terdiri dari mayoritas dan minoritas yang ditandai dengan jumlah (kuantitas) pendapat pro dan kontra terhadap suatu peristiwa.

3. Opini Publik 

Opini publik yaitu pendapat atau pandangan yang ada dalam diri seseorang setelah dia berbicara atau berbincang dengan orang lain. Jadi, opini publik ini dapat hadir dari suatu diskusi saat menghadapi suatu persoalan atau permasalahan tertentu. Diskusi tersebut itu yang kemudian menghasilkan kesimpulan dan menjadi opini bersama. 

4. Opini Umum 

Opini umum yaitu pendapat atau pandangan yang ada dan berlaku secara bersama-sama oleh masyarakat. Jadi, masyarakat mempunyai pandangan yang seragam terkait suatu kejadian dan tidak menimbulkan pro dan kontra. 

Contoh Kalimat Opini

  1. “Kenaikan kasus positif Covid-19 sepertinya disebabkan oleh masyarakat yang masih sering mengunjungi tempat-tempat ramai.”
  2. “Jalan tol hari ini macet sekali, menurut saya ada kecelakaan di KM 97.”
  3. “Sepatu itu kualitasnya buruk sekali, pasti dibuat di China.”
  4. “Daripada begadang untuk voucher diskon, lebih baik aku tidur saja karena kemungkinan besar akan kehabisan.”
  5. “Kemungkinan sayur mayur itu dipanen kemarin.”

Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:

Kost Dekat UGM Jogja

Kost Dekat UNPAD Jatinangor

Kost Dekat UNDIP Semarang

Kost Dekat UI Depok

Kost Dekat UB Malang

Kost Dekat Unnes Semarang

Kost Dekat UMY Jogja

Kost Dekat UNY Jogja

Kost Dekat UNS Solo

Kost Dekat ITB Bandung

Kost Dekat UMS Solo

Kost Dekat ITS Surabaya

Kost Dekat Unesa Surabaya

Kost Dekat UNAIR Surabaya

Kost Dekat UIN Jakarta