Advertisement
Source : pixabay.com

4 Contoh Kerangka Berpikir Proposal Penelitian Tugas Akhir

Berikut ini adalah contoh beebrapa kerangka berfikir untuk membuat proposal penelitian mahasiswa, cek lengkapnya dibawah ini…

6 Januari 2022 Lailla

Struktur Penulisan Proposal Penelitian Tugas Akhir

Untuk membuat proposal penelitian Tugas Akhir, struktur yang dapat dibuat adalah sebagai berikut:

Kata Pengantar
Daftar Isi
Pendahuluan
Kerangka Penyusunan Proposal
Uraian Isi Proposal
BAB I
Halaman Judul
Halaman Pengesahan
BAB II
Judul Proposal
Latar Belakang
Rumusan Masalah
Batasan Masalah
Tujuan Penelitian
Landasan Teori
Metode Penelitian
Timeline Pengerjaan
BAB III
Daftar Pustaka
Lampiran

Pada proses pembuatan proposal penelitian, konten dapat disesuaikan masing-masing Perguruan Tinggi.

Hal Penting dalam Membuat Proposal Penelitian Tugas Akhir

Ada hal penting yang tidak boleh kamu abaikan ketika membuat proposal penelitian tugas akhir. Selain perlu memperhatikan struktur penulisan isi proposal penelitian, perlu diperhatikan juga ejaan dan pemilihan kata. Hindari kata tidak efektif, majas, atau kata-kata kiasan karena Tugas Akhir berisi fakta-fakta dan bukan opini. Data yang tersaji pun tidak boleh dimanipulasi karena tetap harus dipertanggungjawabkan.

Contoh Kerangka Berpikir Proposal Penelitian Tugas Akhir

Untuk memberikan gambaran dan referensi penulisan kerangka berpikir proposal penelitian Tugas Akhir, berikut ini adalah contoh-contoh yang dapat disesuaikan.

1. Kerangka Berpikir Proposal Penelitian Tugas Akhir Tema Pendidikan

Judul Tugas Akhir: Pengembangan Modul Materi Bakteri Berbasis Brain Based Learning untuk Siswa Kelas X SMA/MA
Pada kurikulum 2013 diamanatkan adanya pendekatan saintifik pada proses pembelajaran. Pendekatan tersebut meliputi kegiatan mengamati, menanya, mencoba, mengasosiasi dan mengomunikasikan (5M). Berdasarkan hasil observasi di tiga sekolah, antara lain SMA N 12 Jakarta, SMA N 17 Jakarta, dan SMA N 80 Jakarta, kurikulum tersebut sudah diterapkan pada mata pelajaran biologi materi bakteri.

Meskipun demikian, pelaksanaannya belum ideal. Durasi waktu penyampaian materi bakteri yang disediakan pada kurikulum relatif singkat, sehingga penyampaian materi di kelas diberikan tanpa mempertimbangkan karakteristik belajar siswa. Akibatnya, penguasaan materi siswa tidak optimal.

Materi bakteri idealnya dipelajari siswa dengan alokasi waktu yang cukup. Namun, karena keterbatasan waktu di kelas, diperlukan bahan ajar mandiri berupa modul berbasis brain based learning sesuai karakteristik kurikulum 2013. Penyusunan materi pada modul tersebut mengakomodasi karakteristik belajar siswa. Produk modul yang dikembangkan dengan model 4D tanpa tahap penyebarluasan (disseminate) diharapkan dapat menjadi bahan ajar mandiri.

Halaman:

Advertisement