13 Contoh Konflik Konstruktif dan Destruktif beserta Perbedaannya Lengkap
Contoh konflik konstruktif dan destruktif akan menjadi bahasan kali ini. Sebelum kita membahas lebih dalam tentunya kita harus tahu terlebih dahulu pengertian konflik konstruktif dan destruktif.
Konflik adalah percekcokan, perselisihan, atau juga pertentangan.
Ada dua jenis konflik yaitu konstruktif dan destruktif. Konstruktif adalah konflik yang sifatnya membangun atau akan menghasilkan sesuatu yang baik sedangkan destruktif artinya sebaliknya yaitu bisa mengakibatkan hal yang buruk.
Simak penjelasan lengkapnya mengenao contoh klonflik konstruktif dan destruktif. 📖✨
Daftar Isi
Contoh Konflik Konstruktif dan Destruktif serta Penjelasannya

Konflik memang tidak bisa terlepas dari kehidupan sehari-sehari kita. Tentunya kita tahu bahwa manusia adalah makhluk sosial. Oleh karena itu, pastilah harus bersinggungan dengan yang lainnya.
Dengan adanya persinggungan itulah yang tidak jarang bisa menyebabkan konflik.
Konflik yang terjadi bisa bersifat membangun atau konstruktif dan juga bisa bersifat menghancurkan (buruk) atau destruktif.
Konflik memanglah sebuah perselisihan namun ada konflik yang keberadaannya sangat dibutuhkan seperti konflik konstruktif.
Mengapa kok bisa dibutuhkan? Sebab hasil dari konflik tersebut bisa berakibat baik.
Contoh Konflik Konstruktif
Contoh konflik konstruktif dan destruktif akan menjadikan kamu mampu membedakan mana konflik yang harus dihindari dan mana konflik yang tidak perlu dihindari.
Berikut ini adalah beberapa contoh konflik konstruktif.
1. Perdebatan Anggota dalam Perumusan AD/ART Organisasi
Contoh konflik konstruktif dan destruktif yang pertama adalah perdebatan dalam perumusan AD/ART. AD/ART merupakan landasan dasar yang harus dimiliki oleh sebuah organisasi.
Karena menjadi sebuah landasan pastinya harus dirumuskan dengan bijak.
Salah satunya adalah melalui perdebatan ini. Dengan adanya perdebatan pastinya akan diperoleh rumusan yang paling sesuai karena bisa menggabungkan berbagai pandangan atau setidaknya diambil jalan tengahnya. Hal ini menjadi salah satu contoh konstruktif.
2. Penyelenggaraan Debat Calon Ketua OSIS pada Suatu Sekolah
Contoh konflik konstruktif di Indonesia yang selanjutnya adalah penyelenggaraan debat calon ketua OSIS. Setiap calon ketua OSIS pastinya memiliki pandangannya sendiri.
Dengan adanya debat ini siswa lain akan lebih mudah untuk menentukan pilihan mereka.
Selain itu, dengan adanya depat ini juga menjadikan para calon ketua OSIS belajar giat untuk mempersiapkan debat.
Dengan persiapan yang matang ini pastinya akan menjadikan calon ketua OSIS lebih memperbaiki diri. Menang atau kalah tetap membuat diri mereka lebih baik daripada sebelumnya.
Dengan melakukan debat, rasa percaya diri dan keahlian public speaking pastinya juga meningkat.
Hal-hal seperti itulah yang membuat konflik ini sebagai bentuk konflik konstruktif. Contoh konflik konstruktif di Indonesia ini memang sangat bagus.
3. Persaingan Antar Dua Perusahaan atau Lebih dalam Mendapatkan Pelanggan
Dua contoh konflik konstruktif di atas tentunya bisa membuat kamu sedikit paham tentang konflik konstruktif ini.
Untuk konflik yang satu ini pastinya banyak kita jumpai. Bukan hanya perusahaan besar saja namun warung-warung kecil juga tidak luput dari konflik jenis ini.
Konflik ini bisa menjadi konstruktif namun bisa juga menjadi destruktif. Jika kedua perusahaan melakukan persaingan sehat pastinya hal itu bersifat konstruktif.
Untuk mendapatkan pelanggan pastilah perusahaan menggunakan hal-hal yang baik salah satunya adalah dengan meningkatkan kualitasnya.
4. Persaingan Antara Organisasi Pramuka dan OSIS
Contoh konflik konstruktif dan destruktif yang selanjutnya adalah persaingan organisasi dalam satu lembaga. Persaingan yang seperti ini akan memiliki sifat konstruktif.
Bisa bersifat konstruktif karena dua organisasi yang bersaing ini pasti akan bersaing untuk mendapatkan predikat organisasi terbaik.
Untuk mencapai predikat tersebut pastinya mereka berlomba-lomba untuk memperbaiki kualitas organisasi.
Dengan begitu pastinya hal ini sangat berdampak baik nantinya. Contoh konflik konstruktif di Indonesia ini harus terus dipertahankan.
5. Perdebatan Antar Orang Tua dalam Memilih Tempat Wisata Sekolah
Contoh konflik konstruktif dan destruktif selanjutnya adalah perdebatan antar orang tua siswa saat memilih tempat wisata.
Sekolah sering kali mengadakan karyawisata untuk anak didiknya. Hal itu pastinya akan memunculkan perdebatan.
Perdebatan antar orang tua ini sifatnya konstruktif karena akhirnya akan diambil kesimpulan yang terbaik. hal ini adalah salah satu Contoh konflik konstruktif di Indonesia.
6. Lomba Debat
Contoh konflik konstruktif dan destruktif selanjutnya adalah perlombaan debat.
Perlombaan debat ini pastinya masuk ke dalam konflik konstruktif. Dalam debat pastinya ada pihak pro dan kontra, hal itulah yang menyebabkan terjadinya konflik. Namun, konflik ini memberikan dampak baik.
Untuk yang menang pastinya akan mendapat kemenangan sebagai hal baik yang didapatkan.
Namun, untuk yang kalah juga mendapatkan hal baik yaitu mendapatkan pengalaman, mengerti cara mengambil keputusan, menambah banyak ilmu, dan lain sebagainya.
Lomba debat juga memberikan contoh bahwa tidak semua konflik adalah buruk. Namun pastinya juga harus memenuhi kriteria tertentu.
Halaman:



