5 Contoh Kultum Singkat tentang Sombong dan Rendah Hati yang Menarik
Salah satu materi kultum yang penting untuk disampaikan adalah terkait sikap sombong dan rendah hati. Baca di sini contohnya.
4. Contoh Kultum tentang Sombong dan Rendah Hati beserta Dalilnya
Contoh kultum singkat tentang sombong dan rendah hati yang berikutnya ini lengkap dengan dalil-dalilnya.
Biasanya, untuk memberi materi kultum yang berbobot, terlebih ketika akan ceramah di depan audiens formal. Maka dalil yang dibaca sebaiknya lebih banyak.
Sehingga audiens lebih tertarik dan meyakini setiap materi yang tersampaikan.
Apabila tidak sempat membuat sendiri karena keterbatasan waktu, maka bisa mencari contoh kultum singkat tentang sombong dan rendah hati di internet seperti berikut ini.
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Para jamaah yang berbahagia. Marilah kita bersyukur atas segala rahmat dan juga hidayah dari Allah yang tak henti-hentinya Allah curahkan hingga detik ini.
Entah itu berupa rahmat sehat, rezeki lancar, serta kebahagiaan hidup yang silih berganti datang.
Tak lupa juga kita junjung tinggi nabi Muhammad SAW, yang telah membawa kebaikan. Namanya senantiasa akan selalu kita kenang sebagai panutan di dunia maupun akhirat yang terbaik.
Semoga di akhir zaman kelak, kita dapat berkumpul dengan para umat muslim, yang termasuk ke dalam golongan Rasulullah SAW. Aamiin ya Robbal ‘Aalamiin.
Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas tentang pentingnya menerapkan sikap rendah hati dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagaimana Rasulullah telah bersabda dalam sebuah hadits:
التَّوَاضُعُ مِنْ أَخْلَاقِ الْأَنْبِيَاءِ وَالتَّكَبُّرُ مِنْ أَخْلَاقِ الْكُفَّارِ وَالْفُرَاعِنَةِ
“Tawadhu adalah bagian dari akhlaknya para Nabi, sementara sifat sombong adalah akhlak dari orang-orang kafir dan para firaun.”
Dalam ayat tersebut sudah sangat jelas bahwa ketika kita tawadhu’ atau rendah hati, maka secara tidak langsung sedang mencerminkan akhlaknya para nabi.
Rendah hati dalam kehidupan sehari-hari bukanlah hal sulit, namun juga tidak bisa dianggap mudah. Dengan demikian, perlu pembiasaan diri agar sikap tawadhu’ terasa lebih ringan dan mudah.
Perintah untuk bersikap rendah hati kerap Allah SWT ulang dalam berbagai firman. Salah satunya dalam QS. Al-Hijr Ayat 88 yang artinya:
“Dan tundukkanlah sayapmu, serta rendahkanlah dirimu kepada mereka para kaum mukminin.”
Sebagaimana tertulis dalam Surah Al A’rāf, 7: 146 yang artinya:
“Aku akan memalingkan orang-orang yang meninggikan dirinya di atas bumi tanpa alasan yang tepat dari tanda-tanda kekuasaan-Ku.”
Dalam ayat ini sudah sangat jelas, bahwa Allah SWT sangat membenci tabiat para manusia yang congkak atau tinggi hati.
Allah kembali menegaskan betapa Ia berjanji akan memberikan ganjaran setimpal bagi siapapun yang mencerminkan sikap tawadhu’ para nabi.
“Tak ada satupun karunia yang seseorang peroleh dengan bersikap rendah hati kepada Allah, kecuali Allah yang meninggikan derajatnya.”
Menghilangkan semua kesombongan, rasa tinggi hati, anggapan dirinya lebih hebat, dan segudang penyakit hati lainnya tentu akan membuat hidup lebih tenang. Nabi Muhammad SAW pernah bersabda,
“Tak ada satu pun orang yang bisa masuk surga jika hatinya masih ada kesombongan meski hanya seberat biji sawi.”
Sungguh laknat Allah itu sangat nyata, semoga semua yang berkumpul di tempat ini senantiasa dilindungi dan jauh dari api neraka.
Sekian apa yang dapat saya sampaikan semoga bisa menjadi pengingat bagi diri kita masing-masing.
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
5. Contoh Kultum Singkat tentang Sombong dan Rendah Hati untuk Anak Muda atau Remaja
Kultum singkat ini cocok untuk pengajian remaja, kegiatan pesantren kilat, atau kegiatan sekolah Islam. Fokusnya tetap pada pembelajaran sikap tawadhu’ dan menjauhi kesombongan.
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Hai teman-teman yang dirahmati Allah, mari kita awali dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan kita kesempatan untuk bertemu dan berkegiatan bersama dalam keadaan sehat dan penuh semangat.
Shalawat dan salam juga kita sampaikan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW, yang senantiasa menjadi panutan terbaik bagi umatnya. Semoga kita termasuk orang-orang yang selalu mengikuti akhlak beliau.
Pada kesempatan ini, kita akan membahas tentang kesombongan dan rendah hati. Teman-teman, sering kali kita lupa bahwa sifat sombong bisa muncul dengan mudah, misalnya ketika merasa lebih pintar, lebih kaya, atau lebih berprestasi dibanding orang lain. Padahal, semua itu hanyalah titipan Allah.
Allah SWT berfirman dalam QS. Luqman Ayat 18:
“Janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia karena sombong dan jangan berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri.”
Ayat ini jelas mengingatkan kita agar tidak menyombongkan diri dan selalu bersikap rendah hati, karena kesombongan bisa menjauhkan kita dari rahmat Allah.
Sementara itu, rendah hati atau tawadhu’ berarti mengakui kelemahan diri sendiri, menghargai orang lain, dan selalu bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah. Rasulullah SAW bersabda:
“Tawadhu adalah bagian dari akhlak para Nabi, sedangkan kesombongan adalah akhlak orang-orang kafir.” (HR. Muslim)
Dengan bersikap tawadhu, kita tidak hanya mendekatkan diri kepada Allah, tetapi juga memudahkan kita dalam bergaul, bekerja sama, dan menjaga persaudaraan. Teman-teman, ingat bahwa derajat seseorang di sisi Allah tidak diukur dari harta, prestasi, atau kepintaran, tetapi dari ketulusan hati dan ketaatan kepada-Nya.
Mari kita biasakan diri untuk rendah hati, menghargai teman, guru, dan semua orang di sekitar kita. Dengan begitu, kita akan mendapatkan berkah, kemudahan hidup, dan dicintai oleh Allah serta sesama manusia.
Demikian kultum singkat hari ini. Semoga menjadi pengingat dan motivasi untuk selalu menanamkan sikap tawadhu dalam setiap langkah kehidupan kita.
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Penutup
Nah, itulah beberapa contoh kultum singkat tentang sombong dan rendah hati, yang bisa kamu jadikan sebagai referensi jika sewaktu-waktu membutuhkan. Semoga bermanfaat! 😊✨
Halaman:
