Advertisement
Source : Canva/@molasimages

5 Contoh Kultum Singkat tentang Sombong dan Rendah Hati yang Menarik

Salah satu materi kultum yang penting untuk disampaikan adalah terkait sikap sombong dan rendah hati. Baca di sini contohnya.

19 Februari 2026 Fajar Laksana

2. Contoh Kultum Singkat tentang Sombong dan Rendah Hati untuk Khotbah Jumat

Ibadah shalat Jumat memiliki keutamaan yang cukup penting bagi umat muslim terutama kaum laki-laki. Seperti namanya, shalat ini dilakukan setiap hari Jumat sebagai pengganti ibadah Dzuhur. 

Meski pada dasarnya khutbah sebelum shalat Jumat hukumnya sunnah, namun banyak imam yang tetap melakukannya supaya ibadah semakin sempurna.

5 Contoh Kultum tentang Ibu atau Orang Tua yang Menyentuh Hati beserta Dalilnya

Nah, bagi kamu yang tidak ada persiapan namun ditunjuk untuk mengisi khutbah. Bisa mencari Contoh kultum singkat tentang sombong dan rendah hati di internet. 

Selain praktis, hal tersebut bisa memudahkan kamu untuk memperoleh teks ceramah menyentuh hati seperti berikut ini.

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Jamaah shalat Jumat yang saya hormati, pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT.

Karena berkat limpahan rahmat dan karunianya, kita bisa berkumpul bersama-sama di ibadah Jumat dengan kondisi sehat walafiat.

Shalawat dan salam tidak lupa senantiasa kita curahkan kepada junjungan nabi besar Muhammad SAW, tak terkecuali seluruh keluarganya, sahabat-sahabatnya dan bagi kita semua umat-Nya. 

Semoga kelak di hari akhir nanti, kita diberikan kesempatan untuk tetap berada dalam golongannya.

Jamaah shalat Jumat yang saya hormati, pada kesempatan ini kita akan sama-sama membahas tentang perilaku sombong dan rendah hati. 

Rendah hati atau dalam istilah bahasa Arab disebut tawadhu’ memiliki arti kesiapan hati untuk menerima segala bentuk kebenaran.

Tawadhu’ juga merujuk pada perumpamaan bahwa masing-masing dari kita memiliki potensi untuk berbuat kesalahan dan kekhilafan. 

Maka tidak ada tempat atau celah sekecil apapun untuk merasa paling benar, tinggi hati serta sombong.

Allah berfirman dalam QS. Al Hijr Ayat 88 yang berbunyi:

‘وَاخْفِضْ جَنَاحَكَ لِلْمُؤْمِنِيْنَ’

“Maka berendah hatilah kamu terhadap mereka orang-orang yang beriman.”

Potongan ayat ini cukup menegaskan agar kita bersikap rendah hati, bertutur kata lembut, saling menyayangi, dan berbuat kebajikan kepada sesama umat manusia. Kesombongan dan rasa tinggi hati hanya akan membawa kita pada hal-hal yang membuat celaka.

Karena itu, marilah kita melatih diri sendiri untuk senantiasa bersikap tawadhu’. Supaya Allah SWT senantiasa melimpahkan karunia dan keberkahan kepada kita semua. 

Demikianlah kultum singkat pada siang hari ini, semoga bisa menjadi wasilah hidayah kepada jamaah shalat Jumat sekalian.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

3. Contoh Kultum tentang Sombong dan Rendah Hati untuk Pengajian

Di lingkungan masyarakat seringkali mengadakan acara pengajian untuk berbagai macam kebutuhan. Apabila kamu ditunjuk untuk mengisi materi, pastikan membuat isi kultum yang berbobot dan menarik. 

Jika waktunya mepet sehingga tidak memiliki kesempatan untuk membuat, maka bisa mencari contoh kultum singkat tentang sombong dan rendah hati di internet.

Meski demikian, sebaiknya jangan langsung mengambil materi yang tersedia di internet begitu saja. Pastikan membaca isinya dan sesuaikan dengan audiens yang akan mengikuti acara pengajian. 

Jika pesertanya umum, maka bisa menggunakan contoh kultum singkat tentang sombong dan rendah hati seperti berikut.

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Para jamaah yang berbahagia, marilah kita sama-sama memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah mencurahkan segala rahmatnya.

Sehingga pada kesempatan yang baik ini, kita dapat berkumpul bersama-sama dalam keadaan sehat wal’afiat.

Tak lupa shalawat dan juga salam kita haturkan kepada  nabi besar kita, Muhammad SAW. Ia adalah sang pembawa kebajikan, namanya senantiasa terkenang  di dunia maupun akhirat sebagai panutan baik. 

Semoga kelak di akhir zaman nanti, kita diberikan kesempatan untuk berkumpul bersama orang-orang yang termasuk ke golongannya.

Pada acara pengajian ini, kita akan membahas tentang sikap tawadhu atau rendah hati. Jamaah yang hadir tentu sudah memahami jika manusia tidak mungkin bisa hidup seorang diri. 

Sebagai makhluk sosial kita selalu membutuhkan interaksi dengan orang lain. Sehingga dalam menjalin hubungan dengan sesama, wajib hukumnya menerapkan sikap rendah hati.

Senantiasa menerapkan perilaku tawadhu juga merupakan salah satu cerminan muslim sejati. Tawadhu tidak sekedar tata krama, namun maknanya jauh lebih tinggi daripada itu.

Tawadhu menjadi sikap batin yang menjelma ke dalam praktik lahiriyah namun tetap wajar dan bijaksana.

Membiasakan diri menerapkan sikap rendah hati tidak akan merugikan. Malahan hal tersebut sangat bermanfaat dan membuat hidup menjadi lebih tenang. 

Allah SWT berfirman dalam QS. Al Furqan Ayat 63 yang artinya:

“Dan hamba-hamba Allah yang Maha Penyayang adalah orang-orang yang berjalan di permukaan bumi dengan rendah hati dan apabila terdapat orang-orang jahil menyapa mereka, maka mereka akan mengucapkan kata-kata yang mengandung keselamatan jiwa.”

Jamaah yang dirahmati Allah, dari kutipan ayat tersebut bisa kita simpulkan bahwa derajat orang-orang yang rendah hati ternyata jauh lebih tinggi. Bahkan jika dibandingkan dengan para pemilik harta kekayaan sekalipun.

Sementara sikap takabur atau sombong sangat Allah benci. Umat yang memiliki sikap itu di dalam hatinya setara dengan kaum kafir.

Bahkan Allah telah menegaskan bahwa laknat bagi orang-orang tinggi hati begitu pedih.

“Tak ada satupun manusia kecuali di kepalanya terdapat 2 buah rantai, yakni rantai di langit ketujuh dan rantai di bumi ketujuh, namun jika ia memiliki sikap tawadhu’ maka Allah akan mengangkatnya dengan rantai menuju langit ketujuh sementara jika ia begitu angkuh maka Allah akan langsung merendahkannya dengan rantai menuju bumi ketujuh.”

Karena itu, hendaknya kita melatih diri untuk senantiasa menanamkan sikap rendah hati. Supaya Allah SWT dengan senang hati mencurahkan rahmat dan karunianya kepada kita semua. 

Demikianlah kultum pada kesempatan ini, semoga apa yang disampaikan bisa menjadi wasilah hidayah kepada jamaah sekalian.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Halaman:

Advertisement