Contoh Kunci Determinasi Hewan dan Tumbuhan beserta Cara Membuatnya yang Benar
Kamu penasaran nggak sih tentang bagaimana cara makhluk hidup diklasifikasi? Nah, caranya adalah dengan menggunakan kunci determinasi. Yuk, pelajari!
5. Hindari penggunaan kata pembuka yang sama pada kuplet berikutnya agar tidak membingungkan.
Contoh:
1a. Daun berhadapan → langkah 2
1b. Daun berseling → langkah 2
6. Setiap kuplet diberi nomor untuk memudahkan rujukan dalam proses identifikasi.
Contoh:
1a, 1b, 2a, 2b… sehingga mudah dirujuk
7. Gunakan pernyataan positif, misalnya “daun berhadapan” daripada pernyataan negatif.
Contoh: “Daun berhadapan” lebih jelas dibanding “Daun tidak berlawanan”
8. Pastikan kalimat yang dipakai ringkas dan sederhana sehingga mudah dipahami oleh pengguna.
Contoh: “Batang berkayu” lebih mudah dipahami dibanding “Batang yang sudah mengeras karena proses lignifikasi”
9. Setelah kunci disusun, lakukan uji coba pada beberapa spesimen. Jika ada kekeliruan atau pernyataan yang kurang jelas, lakukan perbaikan hingga kunci siap digunakan.
Contoh: Jika daun yang tampak sama ternyata masuk ke dua kategori berbeda, perbaiki ciri atau kuplet agar lebih jelas
Cara Penggunaan Kunci Determinasi
Selanjutnya, bagaimana kunci determinasi ini digunakan? Atau seperti apa sih cara membaca kunci determinasi itu?
Berikut Mamikos beri penjelasan tentang cara penggunaan kunci determinasi yang bisa kamu pahami dengan mudah:
1. Bacalah kunci determinasi dari permulaan, biasanya ditandai dengan nomor 1a.
2. Periksa apakah ciri-ciri organisme yang diamati sesuai dengan salah satu pernyataan pada kunci.
3. Jika ciri pada pernyataan pertama tidak sesuai, beralihlah ke pilihan yang berlawanan pada kuplet tersebut. Misalnya, jika 1a tidak sesuai, periksa 1b.
4. Jika ciri cocok, catat nomor yang sesuai, kemudian lanjutkan ke langkah berikutnya sesuai petunjuk nomor di belakang pernyataan.
5. Hapus alternatif yang tidak sesuai. Pilihan yang tidak sesuai secara otomatis gugur. Contohnya:
- Tumbuhan berupa herba
- Tumbuhan berkayu
Jika 1a dipilih, 1b tidak dipertimbangkan lagi.
6. Lanjutkan proses tersebut sampai diperoleh tingkat takson seperti famili, ordo, kelas, hingga divisio atau filum dari organisme yang diamati, ya.
7. Kunci determinasi biasanya bersifat lokal, artinya hanya berlaku untuk wilayah atau kelompok organisme tertentu sesuai dengan buku atau sumber penuntun yang digunakan.
Contoh Penggunaan Kunci Determinasi
Agar penggunaanya lebih mudah kamu pahami, perhatikan contoh determinasi ini, ya. Misalnya kita punya kunci determinasi mini berikut:
1a. Daun tunggal → lanjut ke 2
1b. Daun majemuk → tumbuhan A
2a. Ujung daun runcing → tumbuhan B
2b. Ujung daun tumpul → tumbuhan C
Langkah penggunaan:
- Amati organisme yang ingin diidentifikasi. Misal, daun yang diamati berbentuk tunggal dengan ujung tumpul.
- Mulai dari kuplet pertama, cocokkan ciri: daun tunggal → sesuai dengan 1a. Pilihan 1b otomatis gugur.
- Lanjutkan ke langkah berikutnya sesuai nomor yang ditunjuk: 2a dan 2b. Daun memiliki ujung tumpul → cocok dengan 2b.
- Dari sini, kita bisa menyimpulkan bahwa tumbuhan yang diamati adalah tumbuhan C.
Nah, melalui cara tadi, proses identifikasi berlangsung sistematis, pilihan yang tidak sesuai langsung gugur, dan pengguna dapat sampai pada hasil akhir dengan tepat. Gimana, mudah kan?
Contoh Kunci Determinasi Hewan dan Tumbuhan
Agar semua penjelasan Mamikos tadi semakin mudah dipahami, berikut adalah contoh kunci determinasi hewan dan tumbuhan lengkap.
1. Contoh Kunci Determinasi Hewan
1a. Tubuh tidak bersegmen, tidak memiliki jaringan sejati, hidup di air, berpori → Porifera
1b. Tubuh memiliki jaringan sejati → ke nomor 2
2a. Tubuh simetri radial, memiliki sel penyengat (knidosit), hidup di air → Cnidaria
2b. Tubuh simetri bilateral → ke nomor 3
3a. Tidak memiliki rongga tubuh sejati (aselomata), tubuh pipih → Platyhelminthes
3b. Memiliki rongga tubuh (semu/sejati) → ke nomor 4
4a. Rongga tubuh semu (pseudoselomata), tubuh bulat memanjang, tidak bersegmen → Nematoda
4b. Rongga tubuh sejati (selomata) → ke nomor 5
5a. Tubuh bersegmen → ke nomor 6
5b. Tubuh tidak bersegmen → ke nomor 9
6a. Tubuh bersegmen, memiliki rambut halus/setae atau parapodia → Annelida
6b. Tubuh bersegmen, berangka luar, kaki beruas → ke nomor 7
7a. Tubuh lunak, tidak bersegmen, sering bercangkang, memiliki kaki otot → Mollusca
7b. Tubuh bersegmen, berangka luar, kaki beruas, eksoskeleton kitin → Arthropoda
9a. Tubuh berduri kapur, simetri radial pada dewasa, memiliki sistem ambulakral → Echinodermata
9b. Bertulang belakang (Vertebrata) → ke nomor 10
10a. Bertulang belakang, berdarah dingin → ke nomor 11
10b. Bertulang belakang, berdarah panas → ke nomor 14
11a. Hidup di air, bernapas dengan insang, tubuh bersisik, bertelur tanpa cangkang → Pisces
11b. Hidup di darat/air, kulit berlendir tanpa sisik, bernapas dengan paru-paru dan kulit → Amphibia
11c. Tubuh bersisik, hidup di darat, bertelur bercangkang → Reptilia
14a. Tubuh berbulu, bertelur, bernapas dengan paru-paru → Aves
14b. Tubuh berambut, melahirkan, menyusui anak → Mammalia
Halaman:


