10 Contoh-contoh Larutan Elektrolit Kuat dan Elektrolit Lemah

Sudah paham apa saja contoh dari larutan elektrolit kuat dan elektrolit lemah? Jika belum, pahami uraian Mamikos kali ini.

01 Oktober 2023 Nana

10 Contoh-contoh Larutan Elektrolit Kuat dan Elektrolit Lemah — Pasti kamu sudah pernah mendengar tentang istilah larutan elektrolit, biasanya istilah tersebut muncul ketika mempelajari tentang cairan tubuh.

Contoh-contoh larutan elektrolit kuat dan lemah biasanya akan dipelajari di mata pelajaran kimia kelas 10 SMA.

Di artikel berikut, Mamikos akan menjelaskan sedikit mengenai materi tersebut.

Mengenal Contoh Larutan Elektrolit Kuat dan Lemah di Sini

Contoh-contoh Larutan Elektrolit Kuat dan Elektrolit Lemah
inspiritvr.com

Mungkin kamu salah satu orang yang sedang mempelajari materi pelajaran tersebut, atau hanya sekilas ingin mencari tahu tentang contoh-contoh larutan elektrolit kuat dan lemah.

Tenang saja, sebab di sini kamu bisa memahaminya melalui pembahasan yang akan dijelaskan pada artikel kali ini.

Mengenal Fungsi Larutan Elektrolit bagi Tubuh Manusia

Sebelum membahas tentang contoh larutan elektrolit kuat dan lemah, ada baiknya bila kamu mengetahui apa saja fungsi elektronik bagi tubuh.

Elektrolit sendiri merupakan suatu partikel yang ketika larut di dalam air partikel tersebut akan menghasilkan ion positif dan ion negatif.

Partikel tersebut berguna untuk menjaga keseimbangan di dalam tubuh, termasuk pada organ-organ penting yang mendukung kinerja tubuh.

Larutan elektrolit umumnya ditemukan di dalam urine, keringat, dan darah. Cairan elektrolit bisa kamu dapatkan dari asupan minuman dan makanan yang dikonsumsi setiap hari.

Meskipun terlihat sepele, sebenarnya peran larutan elektrolit pada kinerja tubuh cukup penting. Jadi ketika tubuh kamu memiliki kadar elektrolit yang tidak seimbang, bisa jadi tubuh akan mengalami gangguan.

Supaya kamu lebih paham tentang fungsi larutan atau cairan elektrolit, simak penjelasan berikut.

1. Membantu dan Menjaga Kerja Sistem Saraf

Perlu kamu tahu otak mengirimkan sinyal listrik melalui sel saraf, supaya komunikasi antar sel di seluruh tubuh dapat terjadi.

Sinyal tersebut biasanya disebut dengan istilah impuls saraf, impuls saraf ini dihasilkan dari perubahan muatan listrik yang ada di membran sel saraf.

Jenis larutan elektrolit yang berperan pada sistem saraf tersebut adalah zat natrium, pergerakan zat natrium di membran sel saraf akan membuat perubahan muatan listrik tersebut.

2. Membantu kontraksi Otot

Magnesium dan kalsium merupakan larutan elektrolit yang dibutuhkan untuk proses kontraksi otot pada tubuh, kalsium akan membuat serat otot bergerak satu sama lain. Ketika otot tersebut berkontraksi dan memendek.

Sedangkan elektrolit berupa magnesium berguna untuk membuat otot menjadi lebih rileks setelah mengalami kontraksi.

3. Menjaga Tubuh Tetap Terhidrasi

Ketika kamu tiba-tiba merasa pusing ketika kehausan, hal tersebut menandakan bahwa tubuh kamu mengalami kekurangan cairan elektrolit.

Cairan elektrolit yang berguna untuk menjaga keseimbangan cairan adalah zat natrium. Proses menjaga keseimbangan cairan tubuh tersebut disebut dengan istilah osmosis.

Proses tersebut terjadi ketika air berpindah dari larutan dengan sedikit elektrolit yang lebih encer, ke larutan yang mengandung lebih banyak cairan elektrolit yang lebih pekat melalui dinding membran sel.

4. Menjaga pH Tubuh

Setiap jenis larutan elektrolit termasuk di dalam tubuh manusia mempunyai tingkat keasaman tertentu, tingkat keasaman diukur dengan menggunakan skala pH.

Skala pH yang termasuk dalam kadar normal di dalam darah adalah antara 7,35 hingga 7,45 pH.

Konsentrasi cairan elektrolit yang seimbang juga akan memelihara dan menjaga skala pH atau skala keasaman darah.

Terjadinya perubahan pada skala pH akan membuat tubuh tidak dapat bekerja atau berfungsi dengan Baik, meskipun perubahan skala pH tersebut terbilang kecil.

Contoh Larutan Elektrolit Kuat dan Elektrolit Lemah

Apa itu larutan elektrolit? Yaitu, larutan yang bisa menghantarkan arus listrik, baik pada tubuh atau benda.

Ketika arus listrik dialirkan ke dalam larutan elektrolit, maka larutan tersebut akan memberikan reaksi berupa menyalakan lampu. Pada alat uji yang digunakan atau muncul gelembung gas di dalamnya.

Ion positif yang dihasilkan disebut sebagai kation sementara pada ion negatif yang dihasilkan disebut sebagai anion.

Jumlah muatan ion positif dan ion negatif akan sama, jadi muatan dari ion-ion tersebut dalam larutan yang netral.

Ion-ion tersebutlah yang akan menghantarkan arus listrik, perubahan larutan kimia tersebut ditandai dengan adanya tanda-tanda berupa terjadi perubahan warna, serta muncul gelembung gas dan adanya endapan.

Close