67 Contoh Mad Jaiz Munfasil beserta Surat dan Ayatnya dalam Al-Quran Dilengkapi Penjelasan
Sudah tahu bacaan dalam Al Quran yang mengandung mad jaiz munfasil? Simak informasinya berikut ini.
- Mad jaiz munfasil adalah mad thabi’i yang terjadi ketika huruf mad (ا/و/ي) di akhir kata bertemu hamzah (ء) di awal kata berikutnya, terpisah dalam kata berbeda, dengan panjang bacaan 2, 4, atau 5 harakat.
- Contoh di Al-Qur’an: artikel memuat banyak contoh penerapan mad jaiz munfasil beserta surat dan ayatnya dari Juz 1 hingga 30 (mis. Al-Baqarah, Ali Imran, Al-Ma’idah, dsb.).
- Saran praktis: pelajari hukum tajwid lainnya (mad tamkin, mad badal, dll.) dan bila perlu ambil bimbingan Al-Qur’an secara online atau tatap muka untuk memperbaiki bacaan.
Saat membaca Al-Quran, kamu akan dihadapkan dengan banyak hukum bacaan, misalnya mad jaiz munfasil. Tanpa memahami hukum tersebut, cara membaca bisa berpotensi salah dan mengubah arti.
Agar terhindar dari kesalahan membaca, yuk cari tahu contoh mad jaiz munfasil beserta surat dan ayatnya dalam al-quran di artikel ini. 📿🤲
Contoh Mad Jaiz Munfasil Beserta Surat dan Ayatnya dalam Al-Quran

Sebelum membahas contoh-contoh mad jaiz munfasil, kamu perlu tahu definisi mad jaiz munfasil terlebih dahulu.
Ada banyak jenis contoh bacaan mad, salah satunya adalah mad jaiz munfasil yang merupakan mad thabi’i yang bertemu dengan hamzah, tetapi posisinya tidak dalam satu kata yang sama.
Mad jaiz munfasil bisa terjadi dengan ketentuan berikut:
- Terdapat huruf mad (ا / و / ي) di akhir kata
- Huruf mad bertemu huruf hamzah (ء) pada awal kata berikutnya
- Huruf tersebut dipisah (tidak dalam satu kata)
- Panjang bacaan boleh 2, 4, atau 5 harakat
Agar kamu bisa langsung menerapkannya saat membaca Al-Quran, simak contoh mad jaiz munfasil yang sudah dilengkapi surat dan ayatnya berikut.
Juz 1 – 5
- Surat Al-Baqarah (4): بِمَا أُنْزِلَ (Maa + Anzala)
Alasan: Alif mad di akhir kata bertemu hamzah berharakat dhommah di awal kata berikutnya - Surat Al-Baqarah (11): قَالُوا إِنَّمَا (Qooluu + Innamaa)
Alasan: Wau mad di akhir kata bertemu hamzah berharakat kasrah di awal kata berikutnya - Surat Al-Baqarah (13): قَالُوا أَنُؤْمِنُ (Qooluu + Anu’minu)
Alasan: Wau mad bertemu hamzah di kata yang berbeda - Surat Al-Baqarah (14): قَالُوا إِنَّا (Qooluu + Innaa)
Alasan: Wau mad bertemu hamzah pada dua kata terpisah - Surat Al-Baqarah (91): بِمَاۤ اُنْزِلَ (Bimaa + unzila)
Alasan: Alif mad bertemu hamzah berharakat dhammah - Surat Al-Baqarah (21): يَا أَيُّهَا (Yaa + Ayyuha)
Alasan: Alif mad pada partikel seru “Yaa” bertemu hamzah di kata “Ayyuha” - Al-Baqarah (30): قَالُوا أَتَجْعَلُ (Qooluu + Ataj’alu)
Alasan: Wau mad bertemu hamzah di lain kata - Surat Al-Baqarah (32): سُبْحَانَكَ لَا عِلْمَ لَنَا إِلَّا (Lanaa + Illaa)
Alasan: Alif mad bertemu hamzah kasrah di kata berbeda - Surat Al-Baqarah (41): بِمَا أَنْزَلْتُ (Bimaa + Anzaltu)
Alasan: Alif mad bertemu hamzah di lain kata - Surat Al-Baqarah (67): قَالُوا أَتَتَّخِذُنَا (Qooluu + Atattakhidzunaa)
Alasan: Wau mad bertemu hamzah - Surat Al-Baqarah (91): بِمَا أَنْزَلَ (Bimaa + Anzala)
Alasan: Alif mad bertemu hamzah fathah - Surat Ali Imran (73)أَنْ يُؤْتَىٰ أَحَدٌ (An yu’taa ahadun)
Alasan: Yu’taa (alif mad) bertemu Ahadun (hamzah) - Surat An-Nisa (29): يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ (Ta’kuluu + Amwaalakum)
Alasan: Wau mad di akhir kata bertemu hamzah di awal kata berikutnya
Juz 6 – 15
- Surat Al-Ma’idah (1): يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَوْفُوا (Aamanuu + Aufuu)
Alasan: Wau mad bertemu hamzah - Surat Al-Ma’idah (25): إِنِّي لَا أَمْلِكُ (Laa + Amliku)
Alasan: Alif mad bertemu hamzah - Surat Al-Ma’idah (28): إِنِّي أَخَافُ (Innii + Akhaafu)
Alasan: Ya mad bertemu hamzah di lain kata - Surat Al-An’am (161): إِنَّنِي هَدَانِي رَبِّي إِلَىٰ (Rabbii + Ilaa)
Alasan: Ya mad bertemu hamzah kasrah - Surat Al-A’raf (181): وَمِمَّنْ خَلَقْنَا أُمَّةٌ (Kholaqnaa + Ummatun)
Alasan: Alif mad bertemu hamzah dhommah - Surat Al-A’raf (31): يَا بَنِي آدَمَ (Yaa + Baniii + Aadama)
Alasan: Ya mad bertemu hamzah di kata “Aadama” - Surat Hud (47): قَالَ رَبِّ إِنِّي أَعُوذُ (Innii + A’uudzu)
Alasan: Ya mad bertemu hamzah di lain kata - Surat Yusuf (5): قَالَ يَا بُنَيَّ لَا تَقْصُصْ رُؤْيَاكَ عَلَىٰ إِخْوَتِكَ (‘Alaa + Ikhwatika)
Alasan: Alif mad (di atas ya) bertemu hamzah kasrah - Surat Al-Isra (1): سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ (Alladzii + Asraa)
Alasan: Ya mad bertemu hamzah fathah - Surat Al-Isra (62): قَالَ أَرَأَيْتَكَ (Qoola + Ara-aitaka)
Alasan: Alif mad bertemu hamzah fathah - Surat Al-Kahfi (110): أَنَّمَا إِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ (Annamaa + Ilaahukum)
Alasan: Alif mad bertemu hamzah kasrah
Halaman:



