Advertisement
Source : Canva/Pok Rie

15 Contoh Bacaan Izhar dalam Surat Al-Quran beserta Cara Membacanya yang Benar

Jangan sampai keliru, ya. Terdapat enam huruf hijaiyah yang termasuk huruf Izhar. Pelajari bersama-sama di artikel berikut ini.

30 Januari 2026 Lintang Filia
Ringkasan Artikel
  • Hukum tajwid yang mewajibkan membaca nun sukun atau tanwin dengan jelas (al-bayan) tanpa dengung panjang, karena kesalahan pelafalan bisa mengubah bunyi dan makna ayat.
  • Huruf-huruf Izhar Halqi: enam huruf tenggorokan yang menyebabkan Izhar—Hamzah (أ), Ha ringan (ه), ‘Ain (ع), Ha tebal (ح), Ghain (غ), Kha (خ)—sering dijumpai di banyak surat (mis. Al-Fatihah, Al-Ikhlas, Al-Falaq, Al-Lahab, dan Juz Amma) dengan contoh-contoh praktis.
  • Cara bacaan benar & pembeda: baca “n” dengan jelas, singkat, lidah menyentuh gusi atas, tanpa ghunnah panjang; berbeda dari Ikhfa (suara samar + ghunnah) dan Idgham (peleburan suara).
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Dalam membaca Al-Quran diwajibkan untuk memahami ilmu tajwid. Sebab, apa yang ada di dalam Kitab Suci merupakan firman Allah SWT yang harus dibaca sesuai dengan kaidah dan adabnya.

Kesalahan dalam membaca huruf dapat mengubah bunyi, bahkan makna ayat yang dibaca. Nah, salah satu hukum tajwid yang paling sering dijumpai dalam Al-Qur’an adalah Izhar.

Pada kesempatan kali ini, Mamikos akan membahas tentang contoh bacaan Izhar dalam Surat Al-Quran dan bagaimana cara melafalkannya yang benar. 🕌🕋🌙

Mengenal Apa Itu Izhar Halqi dan Hukum Bacaannya

contoh bacaan izhar dalam surat al-quran
Canva/Pok Rie
54 Contoh Tajwid Idgham Bighunnah beserta Surat dan Ayatnya dalam Al-Quran

Dalam ilmu tajwid, pemahaman tentang hukum nun sukun dan tanwin menjadi salah satu bekal utama agar bacaan Al-Qur’an terdengar tartil dan sesuai kaidah. Dari berbagai aturan yang ada, Izhar Halqi termasuk hukum dasar yang wajib dipahami sejak awal belajar membaca Al-Qur’an.

Berdasarkan panduan resmi dari Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) Kementerian Agama RI, pemahaman yang tepat mengenai Izhar Halqi sangat berpengaruh pada kejelasan pelafalan huruf.

67 Contoh Mad Jaiz Munfasil beserta Surat dan Ayatnya dalam Al-Quran Dilengkapi Penjelasan

Definisi Izhar Secara Bahasa dan Istilah

Secara bahasa, kata izhar berasal dari istilah al-bayan yang berarti “jelas” atau “terang”. Pengertian ini sejalan dengan penjelasan dalam kitab tajwid klasik yang banyak digunakan di pesantren Indonesia, yaitu Kitab Matan Tuhfatul Athfal karya Syaikh Sulaiman al-Jamzuri.

Dalam istilah tajwid, Izhar diartikan sebagai cara membaca nun sukun atau tanwin dengan suara yang keluar jelas dari makhrajnya, tanpa disertai dengung (ghunnah) yang panjang.

18 Contoh Mad Tamkin beserta Surat dan Ayatnya dalam Al-Quran Lengkap dengan Penjelasannya

Enam Huruf Hijaiyah Izhar Halqi

Mengacu pada Kitab Al-Jazariyah karya Imam Ibn al-Jazari, terdapat enam huruf hijaiyah yang termasuk huruf tenggorokan (huruf al-halq). Jika nun sukun atau tanwin bertemu salah satu huruf berikut, maka hukum bacaan yang digunakan adalah Izhar Halqi:

  • Hamzah (أ)
  • Ha ringan (ه)
  • ‘Ain (ع)
  • Ha tebal (ح)
  • Ghain (غ)
  • Kha (خ)

Perlu diperhatikan, meskipun sama-sama dibaca “ha”, huruf ه dan ح merupakan dua huruf yang berbeda. Keduanya memiliki makhraj dan sifat yang tidak sama, sehingga tetap dihitung sebagai dua huruf tersendiri dalam hukum Izhar Halqi.

Selain itu, menurut NU Online, salah satu cara sederhana untuk mengenali hukum Izhar adalah dengan memperhatikan tanda sukun pada huruf nun.

Jika tanda sukun terlihat jelas dan huruf setelahnya termasuk huruf tenggorokan, maka bacaan tersebut hampir pasti dibaca dengan Izhar, yaitu terang dan tanpa dengung.

Cara Membaca Izhar yang Benar Sesuai Kaidah Tajwid

Tanpa teknik pelafalan yang tepat, bacaan bisa bergeser ke hukum tajwid lain seperti Ikhfa atau Idgham. Izhar dibaca dengan suara jelas, singkat, dan tidak ditahan.

Berikut adalah cara membaca izhar yang benar menurut berbagai sumber:

1. Suara Dibaca Jelas dan Tegas (Al-Ibanah)

Merujuk pada Kitab Ahkam al-Qira’ah wa al-Tilawah karya Syekh Mahmud Khalil al-Hushari, ketika nun mati atau tanwin bertemu huruf Izhar, posisi ujung lidah tetap menyentuh gusi atas sebagaimana pelafalan huruf nun pada umumnya.

Bunyi “n” harus terdengar terang dan utuh, tidak samar, serta tidak bercampur dengan huruf setelahnya. Kejelasan inilah yang membedakan Izhar dari hukum bacaan lain yang cenderung meleburkan atau menyamarkan suara nun.

2. Tanpa Dengung Panjang (Min Ghairi Ghunnah)

Kesalahan yang sering terjadi adalah menahan suara nun mati terlalu lama sehingga terdengar mendengung. Hukum Izhar wajib dibaca tanpa ghunnah yang panjang.

Artinya, setelah bunyi “n” terdengar jelas, bacaan langsung dilanjutkan ke huruf berikutnya tanpa jeda yang disengaja. Jika suara nun ditahan atau dipanjangkan, maka bacaan tersebut sudah keluar dari kaidah Izhar.

Halaman:

Advertisement