Advertisement
Source : pexels.com/@shvets-production

13 Contoh Majas Epifora Dalam Kalimat Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar

Berikut 13 contoh majas epifora dalam bentuk kalimat terpisah dan puisi dengan pola kalimat yang beragam. Cocok untuk materi pembelajaran!

30 Maret 2022 Mamikos

Contoh 2

Aku merindukanmu dalam hening

Aku mendambamu dalam hening

Doa kupanjatkan dalam hening

Harap juga kutanamkan dalam hening

Contoh yang kedua ini adalah penerapan majas epifora dalam sebuah puisi. Pada puisi ini frasa yang diulang adalah “dalam hening” yang letaknya ada di akhir kalimat pada setiap baris puisi. Untuk dua baris pertama, kalimat “aku merindukanmu” dan “aku mendambakanmu” memiliki makna yang sama.

Sedangkan dua baris selanjutnya lebih menekankan pada aktivitas yang dilakukan dan sesuatu yang dipercayakan “dalam hening”. 

Makna tiap baris dalam puisi ini saling bersambung, dan semuanya masuk dalam konotasi sesuatu yang dirasakan dan dilakukan dalam keheningan.

Contoh 3

Cintaku hanya untuk kamu, aku tidak bisa hidup tanpa kamu, aku ingin tetap bersama kamu.

Pada kalimat di atas, kata yang diulang adalah kata “kamu”. Untuk kasus ini terlihat makna kalimat sebelum kata “kamu” tidak bisa disamakan, tapi jika dilihat secara keseluruhan artinya akan saling bersambung dan melengkapi.

Contoh 4

Aku berdoa hanya kepadaMu

Aku berharap hanya kepadaMu

Aku berlindung hanya kepadaMu

Pada contoh puisi di atas, frasa yang diulang adalah “hanya kepadaMu”, sementara kata berdoa, berharap, dan berlindung memang memiliki arti yang berbeda tapi konsepnya sama, yaitu bergantung hanya kepada Tuhan.

55 Contoh Majas Paralelisme Dilengkapi Pengertian dan Ciri-cirinya

Contoh 5

Aku datang kamu diam, aku bicara kamu diam, aku pergi kamu juga diam

Untuk contoh kelima ini, bisa dilihat bahwa kata yang mengalami pengulangan adalah “diam”. 

Bisa dilihat juga kalau pola kalimatnya mengalami sedikit perubahan di bagian akhir, yaitu dengan penambahan kata “juga”. 

Kata “juga” ini bisa diartikan sebagai penekanan yang menandakan bahwa bagian kalimat di akhir itu adalah bagian klimaks atau akhir yang butuh penekanan.

Contoh 6

Tidak pernah hilang

Karena saya tidak akan pernah menghilang

Jika nanti saya benar-benar menghilang

Jangan pernah biarkan cinta kita hilang

Puisi di atas adalah contoh majas epifora yang cukup unik karena ada dua kata yang mengalami pengulangan, yaitu “hilang” dan “menghilang”. 

Walaupun berbeda, keduanya bisa diartikan memiliki makna yang sama karena sama-sama berasal dari kata dasar “hilang”. 

Sementara untuk makna tiap barisnya saling bersambung sampai akhirnya mencapai klimaks atau akhir di bagian baris terakhir.

Halaman:

Advertisement