13 Contoh Majas Epifora Dalam Kalimat Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar
Berikut 13 contoh majas epifora dalam bentuk kalimat terpisah dan puisi dengan pola kalimat yang beragam. Cocok untuk materi pembelajaran!
Contoh 2
Aku merindukanmu dalam hening
Aku mendambamu dalam hening
Doa kupanjatkan dalam hening
Harap juga kutanamkan dalam hening
Contoh yang kedua ini adalah penerapan majas epifora dalam sebuah puisi. Pada puisi ini frasa yang diulang adalah “dalam hening” yang letaknya ada di akhir kalimat pada setiap baris puisi. Untuk dua baris pertama, kalimat “aku merindukanmu” dan “aku mendambakanmu” memiliki makna yang sama.
Sedangkan dua baris selanjutnya lebih menekankan pada aktivitas yang dilakukan dan sesuatu yang dipercayakan “dalam hening”.
Makna tiap baris dalam puisi ini saling bersambung, dan semuanya masuk dalam konotasi sesuatu yang dirasakan dan dilakukan dalam keheningan.
Contoh 3
Cintaku hanya untuk kamu, aku tidak bisa hidup tanpa kamu, aku ingin tetap bersama kamu.
Pada kalimat di atas, kata yang diulang adalah kata “kamu”. Untuk kasus ini terlihat makna kalimat sebelum kata “kamu” tidak bisa disamakan, tapi jika dilihat secara keseluruhan artinya akan saling bersambung dan melengkapi.
Contoh 4
Aku berdoa hanya kepadaMu
Aku berharap hanya kepadaMu
Aku berlindung hanya kepadaMu
Pada contoh puisi di atas, frasa yang diulang adalah “hanya kepadaMu”, sementara kata berdoa, berharap, dan berlindung memang memiliki arti yang berbeda tapi konsepnya sama, yaitu bergantung hanya kepada Tuhan.
Contoh 5
Aku datang kamu diam, aku bicara kamu diam, aku pergi kamu juga diam
Untuk contoh kelima ini, bisa dilihat bahwa kata yang mengalami pengulangan adalah “diam”.
Bisa dilihat juga kalau pola kalimatnya mengalami sedikit perubahan di bagian akhir, yaitu dengan penambahan kata “juga”.
Kata “juga” ini bisa diartikan sebagai penekanan yang menandakan bahwa bagian kalimat di akhir itu adalah bagian klimaks atau akhir yang butuh penekanan.
Contoh 6
Tidak pernah hilang
Karena saya tidak akan pernah menghilang
Jika nanti saya benar-benar menghilang
Jangan pernah biarkan cinta kita hilang
Puisi di atas adalah contoh majas epifora yang cukup unik karena ada dua kata yang mengalami pengulangan, yaitu “hilang” dan “menghilang”.
Walaupun berbeda, keduanya bisa diartikan memiliki makna yang sama karena sama-sama berasal dari kata dasar “hilang”.
Sementara untuk makna tiap barisnya saling bersambung sampai akhirnya mencapai klimaks atau akhir di bagian baris terakhir.
Halaman:

