80 Contoh Majas Eufemisme Bahasa Indonesia Dilengkapi Pengertiannya
Majas eufemisme merupakan majas yang dimaksudkan untuk memperhalus kata. Simak contoh dan pengertian majas eufemisme pada ulasan di bawah ini.
Contoh 13
Contoh nomor 13 untuk kumpulan contoh majas eufemisme Bahasa Indonesia
Saya tidak bisa menemukan kamar kecil di rumah Anda.
Pembahasan:
Majas eufemisme dalam contoh tersebut ditunjukkan oleh kata ‘kamar kecil’. Arti sebenarnya yang ingin dimaksudkan yaitu ‘toilet’.
Contoh 14
Pramuniaga menawarkan lipstik terbaru pada ibu-ibu rumah tangga.
Pembahasan:
Majas eufemisme dalam contoh tersebut ditunjukkan oleh kata ‘pramuniaga’. Arti sebenarnya yang ingin dimaksudkan yaitu ‘sales’.
Contoh 15
Tuna netra belum mendapatkan fasilitas yang layak di ranah publik.
Pembahasan:
Majas eufemisme dalam contoh tersebut ditunjukkan oleh kata ‘tuna netra’. Arti sebenarnya yang ingin dimaksudkan yaitu ‘orang buta’.
Contoh 16
Aku kurang pandai di pelajaran kimia dan fisika.
Pembahasan:
Majas eufemisme dalam contoh tersebut ditunjukkan oleh kata ‘kurang pandai’. Arti sebenarnya yang ingin dimaksudkan yaitu ‘bodoh’.
Contoh 17
Potensi dan kedaulatan pangan yang ada di desa dipandang sebelah mata. Jadi, menyebabkan tuna karya bermunculan.
Pembahasan:
Majas eufemisme dalam contoh tersebut ditunjukkan oleh kata ‘tuna karya’. Arti sebenarnya yang ingin dimaksudkan yaitu ‘pengangguran’.
Contoh 18
Terdapat aroma kurang sedap datang dari kamar kamu.
Pembahasan:
Majas eufemisme dalam contoh tersebut ditunjukkan oleh kata ‘aroma kurang sedap’. Arti sebenarnya yang ingin dimaksudkan yaitu ‘aroma bau’.
Contoh 19
Setelah aku berlatih bahasa isyarat kurang lebih selama setahun, kini sudah mulai dapat berkomunikasi dengan teman-teman yang tuna wicara.
Pembahasan:
Majas eufemisme dalam contoh tersebut ditunjukkan oleh kata ‘tuna wicara’. Arti sebenarnya yang ingin dimaksudkan yaitu ‘bisu’.
Contoh 20
Di tengah pelajaran ekonomi, aku izin pergi ke belakang.
Pembahasan:
Majas eufemisme dalam contoh tersebut ditunjukkan oleh kata ‘ke belakang’. Arti sebenarnya yang ingin dimaksudkan yaitu ‘ke toilet’.
Contoh 21
Kepala desa melarang warganya untuk buang hajat di selokan dan sungai.
Pembahasan:
Majas eufemisme dalam contoh tersebut ditunjukkan oleh kata ‘buang hajat’. Arti sebenarnya yang ingin dimaksudkan yaitu ‘berak’.
Contoh 22
Ibu hamil harus selalu menjaga makanannya, bayi tidak mengalami tuna daksa.
Pembahasan:
Majas eufemisme dalam contoh tersebut ditunjukkan oleh kata ‘tuna daksa’. Arti sebenarnya yang ingin dimaksudkan yaitu ‘cacat fisik’.
