35 Contoh Majas Pertentangan dan Jenis-jenisnya Lengkap dengan Ciri-cirinya
Seperti apa contoh majas pertentangan? Kamu bisa menemukannya pada pembahasan ini, disertai juga dengan pengertian dan jenis-jenisnya.
Contoh 3
Pada zaman penjajahan, prajurit saling menghubungi lewat handphone.
Pembahasan:
Majas Anakronisme pada contoh pertama di atas ada pada kalimat ‘menghubungi lewat handphone.’’ Kalimat tersebut termasuk majas karena di zaman penjajahan belum ada handphone.
Contoh Tambahan Majas Pertentangan
1. Antitesis
“Kemewahan dan kesederhanaan selalu hadir dalam setiap pilihan hidup.”
Pembahasan:
Pertentangan antara “kemewahan” dan “kesederhanaan” yang menunjukkan dua hal berlawanan dalam satu kalimat.
2. Antitesis
“Ketika terang dan gelap saling bertukar, malam dan pagi menyatu.”
Pembahasan:
Pertentangan antara “terang” dan “gelap,” serta “malam” dan “pagi” menunjukkan makna berlawanan.
3. Litotes
“Rumah kecil ini tak seberapa, tetapi cukup nyaman untuk kita tinggali.”
Pembahasan:
Penggunaan “rumah kecil” sebagai ungkapan merendahkan diri, padahal sebenarnya rumah tersebut layak dan nyaman.
4. Litotes
“Hanya secuil bantuan ini, mudah-mudahan bisa meringankan bebanmu.”
Pembahasan:
Ungkapan “secuil bantuan” merendahkan diri, padahal sebenarnya bantuan tersebut mungkin cukup besar.
5. Hiperbola
“Seluruh dunia ini rasanya sudah kujelajahi untuk menemukanmu.”
Pembahasan:
Menggunakan ungkapan “seluruh dunia” untuk menekankan pencarian yang sangat luas, meskipun tidak mungkin benar-benar menjelajahi seluruh dunia.
6. Hiperbola
“Tangisannya bisa menghancurkan gunung yang kokoh.”
Pembahasan:
Ungkapan berlebihan “menghancurkan gunung” digunakan untuk menggambarkan betapa kuat tangisan tersebut.
7. Paradoks
“Aku merasa paling kesepian saat berada di tengah keramaian.”
Pembahasan:
Pertentangan antara “kesepian” dan “keramaian” menggambarkan perasaan yang bertolak belakang dengan situasi.
8. Paradoks
“Di antara kebahagiaan ini, ada sedikit kesedihan yang tidak bisa kuabaikan.”
Pembahasan:
Pertentangan antara “kebahagiaan” dan “kesedihan” menggambarkan dua perasaan yang muncul bersamaan.
9. Kontradiksi Interminus
“Semua boleh menggunakan fasilitas ini, kecuali mereka yang belum terdaftar.”
Pembahasan:
Pertentangan muncul dengan kata “kecuali,” memberikan pengecualian pada pernyataan sebelumnya.
10. Kontradiksi Interminus
“Semua siswa boleh bermain di lapangan, kecuali jika sedang ada ujian.”
Pembahasan:
Pertentangan muncul dari pengecualian “kecuali jika sedang ada ujian.”
11. Oksimoron
“Keheningan itu begitu berisik dalam pikiranku.”
Pembahasan:
Pertentangan antara “keheningan” dan “berisik,” meskipun keduanya terjadi dalam satu situasi.
12. Oksimoron
“Dia adalah sosok yang penuh keanggunan dalam kekasarannya.”
Pembahasan:
Pertentangan antara “keanggunan” dan “kekasaran” yang menggambarkan dua sifat bertolak belakang dalam satu orang.
