80 Contoh Majas Sinisme dan Sarkasme beserta Perbedaan dan Ciri–cirinya
Berikut beberapa contoh kalimat yang mengandung majas sinisme dan sarkasme.
Perbedaan Majas Sinisme dan Majas Sarkasme
Seperti yang telah kita ketahui, bahwa keduanya sama-sama termasuk ke dalam majas sindiran. Meskipun demikian, keduanya tetap memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Berikut beberapa perbedaan antara majas sinisme dan majas sarkasme:
Majas Sarkasme
- Majas sarkasme memiliki tujuan untuk membuat perasaan orang yang mendengarnya merasa tersakiti.
- Majas sarkasme biasanya tidak selalu dipakai untuk menyatakan fakta yang sesungguhnya, melainkan juga sering kali digunakan untuk mengungkapkan makna yang bersifat emosional.
- Majas sarkasme dibuat atas dasar kekecewaan maupun emosi mengenai sesuatu hal.
- Majas sarkasme bersifat pasif agresif, yaitu bertujuan untuk menyerang pembaca namun tidak begitu ditampakkan.
Majas Sinisme
- Majas sinisme tidak selalu kasar atau menyakiti, bahkan terkadang justru memiliki dampak lucu.
- Majas sinisme bersikap realistis dengan memperkirakan apa saja kemungkinan terburuk yang akan terjadi.
- Majas sinisme berlandaskan atas dasar kesangsian terhadap sesuatu.
Contoh Majas Sarkasme
- Pemalas bangunlah! Sudah hampir tengah hari masih saja mendengkur.
- Gayanya seperti orang kaya, padahal hutang ada di mana-mana.
- Otak kamu ada di mana? Badannya saja yang besar tapi kelakuan masih seperti anak kecil.
- Rumahmu kotor sekali. Sepertinya aku tidak akan datang kemari lagi. Kasihan badanku nanti alergi.
- Dia boleh mengaku sebagai wanita terhormat, namun dari penampilannya saja sudah dapat membuktikan bahwa dirinya wanita murahan.
- Kalau bicara yang jelas! Memangnya kau tidak punya mulut?
- Kau ini manusia atau binatang?
- Rasanya ingin muntah saat melihatmu! Sudah ditolong tapi malah tidak tahu malu.
- Sebaiknya kau mati saja secepat mungkin! Kerja apa saja pun kau tidak pernah becus.
- Telingamu di mana? Tak pernah sedikit pun mendengarkan kata-kataku.
- Beraninya kamu datang ke sini, aku sudah muak meski hanya melihatmu.
- Apa yang bisa diharapkan dari orang yang keras kepala seperti itu?
- Pendidikannya saja sampai S2, tapi kelakuannya seperti orang kampung yang tidak mengenal tata karma.
- Dia memang perempuan yang tidak punya harga diri. Datang lagi ke sini hanya untuk mengemis. Kakiku ini rasanya seperti ingin menendangnya jauh dari sini.
- Apa yang bisa kamu harapkan dari orang yang seperti anjing itu. Bisanya hanya setia pada orang yang memberinya makan.
- Aku tidak akan datang ke rumahmu lagi. Sudah kumuh, bau pula. Bisa-bisa aku mati mendadak.
- Aku belum pernah melihat seseorang sebodoh itu. Tak pernah becus mengerjakan apa pun.
- Risna sangat tidak tahu diri, kekayaan ayahnya saja dia jual. Kenapa dirinya tidak sekalian menjual dirinya saja?
- Aku tidak bangga sama sekali melihatmu berpakaian seperti wanita murahan ini.
- Apa gunanya kami bergaul denganmu? Kami tidak butuh orang yang suka berkhianat sepertimu.
- Oh, hebat sekali kamu, tidur terus sampai lupa dunia.
- Kamu pasti sangat sibuk ya, sampai tidak sempat mandi.
- Tentu saja, kamu selalu punya alasan untuk gagal.
- Pekerjaan kecil saja tidak selesai, apalagi yang besar.
- Wah, pinter banget ya, sampai tugasmu ditinggalkan begitu saja.
- Kalau terus-terusan malas, siapa tahu nanti bisa jadi sukses.
- Pasti kerja keras banget ya, sampai tidak ada hasilnya.
- Kelihatan sekali dari penampilanmu kalau kamu benar-benar berjuang.
- Kamu ahli sekali dalam menunda-nunda.
- Bagus sekali, akhirnya kamu berhasil datang terlambat lagi.
- Luar biasa, seharian kamu cuma scroll media sosial.
- Juara malas tahun ini pasti milikmu.
- Kamu terlalu cerdas untuk mendengarkan orang lain, ya?
- Wah, hebat, akhirnya kamu mengingat janjimu yang sudah lama terlupakan.
- Pasti kamu jenius, sampai-sampai lupa jawab soal mudah.
- Rapi sekali mejamu, semua dokumen bertebaran dengan sempurna.
- Kamu kan anak pintar, tapi kenapa masih bingung dengan hal kecil seperti itu?
- Wow, kamu benar-benar ambisius, cuma saja ambisinya untuk tidak melakukan apa-apa.
- Sepertinya kamu sangat ahli dalam membuat alasan.
- Hebat ya, bisa pura-pura sibuk sepanjang waktu.
Halaman:

