5 Contoh Mobilitas Social Climbing dan Social Sinking serta Perbedaannya
Dalam kehidupan bermasyarakat ditemukan banyak contoh mobilitas social climbing dan social sinking. Seperti apa contohnya? Simak di sini.
Pengertian Social Sinking yang Belum Banyak Diketahui

Sebelum membahas tentang contoh mobilitas social climbing dan social sinking mari kita bahas pengertiannya dulu.
Social sinking merupakan proses penurunan status atau strata seseorang dari level atas ke bawah.
Proses penurunan ini bisa terjadi karena seseorang atau sekelompok orang berpindah dari kelas tinggi ke kelas rendah.
Ada banyak alasan yang menyebabkan seseorang mengalami hal ini baik karena faktor alami maupun akibat dari tindakannya.
Penyebab paling umum yang menyebabkan seseorang menjadi turun levelnya karena ada beberapa hal.
Bisa juga karena penurunan pangkat, diberhentikan, cacat, pemecatan atau bahkan pengunduran diri.
Berbagai hal tersebut bisa terjadi akibat dari kesalahan yang dilakukan sehingga menyebabkan harus turun dari level sekarang.
Tidak hanya menurunkan kelas sosialnya namun juga berdampak pada ekonomi atau pekerjaannya.
Sedangkan penyebab alami terjadinya penurunan karena pensiun misalnya sehingga tidak bisa dihindari.
Pensiun terjadi karena usia yang melewati batas produktif jadi mau tidak mau harus berhenti dari pekerjaan.
Contoh penyebab lainnya secara alami karena gelar bangsawan tidak lagi digunakan pada era modern ini.
Sehingga pemilik gelar bangsawan tersebut harus kehilangan kehormatan karena tidak bisa memakai lagi gelarnya.
Penurunan seperti ini sebenarnya tidak disukai oleh kebanyakan orang atau kelompok. Karena memiliki dampak negatif yang merugikan baik secara fisik, mental maupun keuangan.
Agar lebih memahami bagaimana hal ini bisa terjadi dimasyarakat dan sebenarnya cukup sering terjadi.
Maka akan lebih mudah dengan mempelajari contoh mobilitas social climbing dan social sinking secara langsung.
Perbedaan Antara Social Climbing dengan Social Sinking
Membahas tentang contoh mobilitas social climbing dan social sinking sebaiknya kamu ketahui juga apa perbedaannya.
Perhatikan beberapa poin berikut agar lebih mudah memahami perbedaan kedua hal tersebut.
1. Social Climbing:
- Peningkatan status dari level bawah ke atas sehingga meningkatkan derajat seseorang dalam masyarakat maupun kelompok. Contohnya ketika seseorang berhasil menjadi kepala sekolah sehingga akan sangat dihormati.
- Seseorang menjadi sangat bangga, bersemangat dan dikenal dalam masyarakat atas kenaikan yang didapatkan.
- Dihormati dan disegani banyak orang bahkan dalam lingkup yang lebih luas karena keberhasilannya.
- Naiknya level disebabkan karena keberhasilan meraih sesuatu dalam tingkat lebih tinggi dibandingkan dengan orang lain.
- Seseorang akan menjadi sangat bahagia karena berhasil meraih apa yang diimpikan. Sekaligus mendapatkan penghormatan luar biasa dari keluarga, kerabat hingga masyarakat luas.
2. Social Sinking:
- Penurunan status dari level atas ke bawah sehingga harus kehilangan kehormatan, pekerjaan dan sejenisnya.
- Seseorang menjadi malu karena harus turun ke level bawah sehingga tidak lagi bisa di atas orang lain atau menjadi setara.
- Dianggap biasa saja atau bahkan dicemooh karena dianggap gagal sehingga menjadi sama dengan lainnya.
- Penurunan disebabkan karena adanya kegagalan mencapai sesuatu atau melakukan kesalahan yang dianggap merugikan. Seperti seorang direktur melakukan penggelapan dana perusahaan sehingga harus dipecat tidak hormat.
- Seseorang akan menjadi sangat malu hingga berdampak pada psikologis dan finansialnya. Hidupnya menjadi kacau atau bahkan lebih buruk dari yang dialami sekarang ini.
Sebenarnya dari beberapa poin di atas kamu memiliki gambaran tentang contoh mobilitas social climbing dan social sinking.
Bahkan sering menemukan di dalam kehidupan masyarakat yang disebabkan oleh berbagai hal.
Halaman:
