Advertisement
Source : pixabay.com@yuri_b-2216431

Contoh Narrative Text beserta Orientation, Complication, Resolution dan Reorientation dan Terjemahannya

Sedang mencari contoh narrative text beserta orientation, complication, resolution dan reorientation? Simak informasinya pada artikel berikut.

2 September 2025 Lailla

Suatu malam, Amara tidak bisa tidur. Biasanya ia menatap jendela dan memandangi bintang-bintang kemudian mengantuk. Namun, malam ini terasa berbeda.

Amara yang memandang ke luar jendela melihat ruangan tertutup di belakang rumah sang nenek seakan memanggilnya untuk datang.

Amara tahu bahwa pintu gudang itu terkunci. Berbekal pengetahuan ala detektif yang ia dapatkan dari buku bacaan, ia berhasil membuka pintunya tanpa kesulitan.

Ternyata di dalam gudang ada benda-benda ajaib yang bisa berpindah tempat dan mengeluarkan cahaya misterius. Tapi ada satu kotak yang diberi tanda silang berwarna merah. Amara tahu bahwa kotak itu tidak boleh dibuka, justru itu yang membuat Amara penasaran.

Resolution

With courage, Amara opened the box, and a magical creature jumped out, immediately causing chaos. The creature looked like a dwarf but moved swiftly around.
It kicked Amara’s arm, leapt onto a high shelf, and made things fall from the cupboard. Other creatures in the warehouse also woke up, making Amara shiver with fear.
Fortunately, Amara’s scream was heard by her grandmother. Although she looked angry, her grandmother quickly chanted a spell that made the creatures in the warehouse fall asleep.
Amara was ordered to put all the sleeping creatures back into the box. Once again, her grandmother cast a spell to lock them tightly so they could never come out again.
Her grandmother successfully calmed the creatures and sealed them inside the box.

Amara dengan berani membuka kotak itu dan keluar makhluk ajaib yang langsung membuat kekacauan. Makhluk itu serupa kurcaci namun bergerak lincah ke sana ke mari.

Ia menendang lengan Amara dan melompat ke rak yang tinggi, membuat barang-barang di lemari berjatuhan. Makhluk lain yang ada di gudang juga ikut terbangun membuat Amara bergidik ngeri.

Untunglah teriakan Amara berhasil didengar sang nenek. Walaupun terlihat marah, nenek Amara langsung merapal mantra yang membuat makhluk di gudang itu tertidur.

Amara diperintahkan untuk memasukkan semua makhluk yang tertidur tadi ke dalam kotak. Sekali lagi, sang nenek merapal mantra untuk mengunci para makhluk agar tersegel dan tidak bisa keluar.

Nenek Amara berhasil menenangkan makhluk-makhluk tersebut dan mengembalikannya ke dalam kotak.

Re-orientation

Amara realized that her excessive curiosity had only brought trouble. She apologized to her grandmother.
She then learned that the mischievous creatures had once caused trouble in the village, and only her grandmother had the power to seal them with an inherited spell.
Now, the warehouse was locked once more. Amara became a wiser and braver girl, but no longer reckless with her curiosity.

Amara sadar bahwa rasa penasarannya yang terlalu tinggi justru membuat kekacauan. Ia meminta maaf pada sang nenek.

Amara baru tahu bahwa makhluk yang membuat kekacauan di gudang tadi pernah membuat ulah di desa tempat sang nenek tinggal. Hanya neneknya lah yang bisa mengunci makhluk itu dengan mantra warisan turun-temurun.

Sekarang, gudang itu kembali terkunci. Amara jadi anak yang lebih bijak dan berani tapi tidak sembarangan lagi.

Rangkuman Materi Narrative Text Kelas 12 SMA Kurikulum Merdeka

Contoh Narrative Text 2: The Future Glasses (Kacamata Masa Depan)

Orientation:

Raka often stopped by a toy store near his school. Usually, he only looked around while asking the seller about the functions and prices of the toys.
However, this time was different. When Raka found a strangely shaped pair of glasses, he wanted to own them.
The toy seller said it was “the future glasses” while chuckling as if it was a joke. Raka tried wearing the glasses. Suddenly, he saw a glimpse of his mother scolding him for spending his allowance on buying toys.
Curious, Raka asked the seller if he could have the glasses. The seller agreed as long as Raka paid a high price, which turned out to be the same as his entire monthly allowance.
Without thinking twice, Raka immediately paid for the glasses and went home happily.

Halaman:

Advertisement