3 Contoh Narrative Text Personal Experience (Pengalaman Pribadi) dan Cara Membuatnya
Narrative text ada banyak jenisnya. Beberapa di antaranya adalah fairy tale atau dongeng, mystery, romance, horror, fable atau kisah tentang binatang, serta myth and legend atau mitos dan legenda.
Resolusi:
Temanku meletakkan wajan tepat di atas kompor. Lalu aku meletakkan satu sendok makan margarin di wajan itu sebelum menyalakan kompornya.
Saat margarinnya mulai meleleh, aku menambahkan cabai yang sudah diiris ke dalam wajan. Lalu temanku mengaduk cabai menggunakan spatula.
Lalu saat mulai tercium aroma margarin dan cabai, aku masukkan semua bumbu yang ada di piring serta saus tiram ke dalam wajan.
Selanjutnya, temanku mengaduk semua yang ada di wajan selama 10 detik saja. Lalu aku menambahkan sepiring mie ke dalam panci.
Temanku terus mengaduk semua bahan.hingga semuanya tercampur dengan sempurna. Akhirnya, kami menambahkan sedikit garam serta kecap ke panci lalu mengaduk mie sekali lagi.
Kami menyajikan mie goreng di piring besar. Aku menambahkan telur mata sapi dan kerupuk ke atasnya.
Cara Membuat Narrative Text Personal Experience
Dari tiga contoh narrative text mengenai pengalaman pribadi di atas, kamu bisa menyimpulkan bahwa diperlukan tiga struktur untuk menciptakan suatu narrative text atau teks cerita.
Narrative text yang baik mampu membuat para pembaca seolah-olah bisa melihat atau bahkan mengalami sendiri suatu peristiwa dalam cerita tersebut. ada beberapa unsur penting dalam teks.
Unsur yang sangat penting dan wajib ada di teks narasi antara lain adanya tindakan atau perbuatan, serta adanya waktu. Mengenai tiga struktur yang harus ada, perhatikan tiga struktur tersebut di sini:
Orientation (Orientasi)
Orientation merupakan bagian awal yang berisi pengenalan. Bagian ini memperkenalkan tokoh yang akan menjadi subjek cerita. Dalam teks narasi pengalaman pribadi, biasanya tokohnya adalah ‘aku’.
Selain memperkenalkan tokoh utama dan beberapa tokoh lainnya sebagai tambahan, bagian orientasi juga akan memperkenalkan tempat kejadian serta waktu terjadinya cerita tersebut.
Complication (Komplikasi)
Bagian yang kedua ini dikenal sebagai gambaran mengenai bagaimana suatu masalah atau krisis bisa muncul dan dialami oleh tokoh yang ada dalam cerita tersebut.
Masalah yang muncul dan harus dihadapi oleh tokoh membutuhkan penyelesaian. Tapi penyelesaian masalah tidak akan ditemukan di bagian komplikasi ini.

