Advertisement
Source : freepik.com/drobotdean

9+ Contoh Naskah Drama 7 Orang Singkat dengan Tema yang Menarik

Berbagai contoh naskah drama 7 orang singkat akan membantu kamu menyusun skrip versi sendiri.

22 Januari 2026 Ikki Riskiana

4. Tema Horror

Kali ini genrenya agak berbeda karena contoh naskah drama 7 orang singkat memiliki sentuhan horror. Tapi, kamu juga bisa menemukan sisi komedi dari naskahnya, penasaran? Simak bersama ceritanya di sini!

Tokoh:

  • Putri memiliki karakter manja dan sombong.
  • Kiki yang selalu mengambil peran sebagai pemimpin tanpa diminta.
  • Mursid yang selalu mendukung Kiki.
  • Ray adalah orang paling malas diantara semuanya.
  • Dadu si Hobi Bertanya tentang apapun.
  • Zainudin adalah kakek baik hati.
  • Hantu.

Cerita dari salah satu contoh naskah drama 7 orang singkat dimulai dari liburan sekolah telah tiba, lima bersahabat, Putri, Kiki, Mursid, Ray, dan Dadu memutuskan untuk pergi berlibur bersama ke sebuah desa. Mereka pergi ke sana atas rekomendasi Dadu yang selalu penasaran akan hal baru.

Kabarnya, di desa itu terkenal angker dan Dadu ingin membuktikan apakah memang benar seangker itu atau hanya mitos belaka. Beruntung, di sana mereka menginap di rumah kakek Zainudin, warga lokal yang juga dijuluki sebagai tetua kampung.

Di rumah Kakek Zainudin…

Ray: Masih gak ngerti kenapa sebenarnya kita semua di sini buat ikutin kemauannya Dadu.

Kiki: Lah, Ray. Dari awal kan kalau gak mau ikut, ya udah. Kenapa ngeluh?

Mursid: Tahu, nih, Ray. Padahal kita gak maksa.

Putri: Ya soalnya Dadu ngomong terus, jadi berisik. Udah gitu kesannya kalau kita gak ikut bakal nyesel banget…

Dadu: Guys, dijamin ini akan jadi pengalaman terbaik di hidup kalian. Kapan lagi ngabisin waktu liburan pakai suasana horor?

Ray; Dih, kalau bukan karena temen dari TK, males banget! 

Karakter Ray aslinya dalam contoh naskah drama 7 orang singkat ini memang orang yang peduli, namun sifat malasnya seolah tidak berubah pada dirinya. Namun, di luar itu dia adalah orang yang mempedulikan teman-temannya.

Kiki: Kamu, gimana, Put? Gak mungkin kan kita eksplor tapi salah satu dari kita bete.

Putri: Ya udah lah, dari pada bosan di rumah. Aku ikut aja.

Putri adalah anak orang kaya, sifatnya manja dan sombong. Kasihannya, dia tidak memiliki banyak teman atau hanya berteman dengan empat orang di atas. Putri tidak memiliki pilihan untuk tidak bergabung karena dunianya hanya diisi oleh mereka berempat.

Tiba-tiba kakek Zainudin keluar rumah dan menghampiri mereka.

Zainudin: Eh, anak-anak sudah malam kok masih di luar? Masuk, yuk. Kakek sudah buatkan goreng singkong dan teh hangat. Di luar dingin.

Singkat cerita, mereka akhirnya masuk untuk menyantap singkong goreng dan teh hangat. Keesokan harinya ketika Kakek Zainudin akan pergi ke ladang, Dadu mengintip dari jendela dan memastikan Kakek Zainudin sudah pergi. Setelah itu, dia bergegas menemui keempat orang temannya.

Dadu: Guys, kakek udah pergi. Yuk, berangkat sekarang.

Kiki: Du, aku tanya sekali lagi, ya. Yakin? Kabarnya hutan itu jauh dari pemukiman warga, loh. Dan takutnya kita nyasar juga.

Dadu: Ki, aku udah banyak cari tahu tentang hutan itu. Udah, kamu tenang aja. Kita pasti bisa kembali ke sini lagi sebelum Magrib. Lagian ini kan masih pagi, masih terang.

Ray: Ehem, kayanya aku berubah pikiran. Aku mau rebahan aja di sini. Lebih enak daripada di hutan.

Putri: Aku ikut, tapi kalau ada apa-apa sama aku, Dadu harus tanggung jawab ke ayah dan ibu aku!

Mursid: Guys, kenapa jadi pada ngancem, deh? Ini kan keinginan kalian juga buat ikutin Dadu kesini. Udah lah… Ray, ayo Ray. Masih terang kok ini.

Singkat cerita mereka akhirnya pergi ke hutan yang katanya viral sangat angker. Selangkah dua langkah sampai memasuki sepertiga hutan seperti tidak terjadi apa-apa. Semuanya normal dan baik-baik saja. Sampai pada satu waktu, cuaca terang berubah menjadi gelap.

Kiki: Kayaknya mendung dan akan hujan deh… gimana, Du? Pulang aja, yuk. Tadi jalan kesini nanjak banget. Takutnya pas pulang licin…

Dadu: Yah, sayang, Ki kalau gak dapat apa-apa. Belum hujan kok…

Mereka melanjutkan perjalanan sampai akhirnya hujan turun deras.

Putri: Tuh, kan bener apa kata Kiki. Dadu ngeyel banget sih!

Ray: Tahu gini mending rebahan di rumah Kakek Zainudin.

Mursid: Udah, guys. Kita neduh aja dulu sampai hujan reda terus pulang ke rumah Kakek Zainudin.

Mereka berteduh selama satu jam di bawah pohon besar. Setelah hujan reda, mereka kembali berdebat…

Dadu: Ayo, lanjut guys.

Kiki: Hm, kayanya kita pulang aja deh, Du. Cuaca gak mendukung. Ini bisa jadi hujan lagi deh kayaknya.

Dadu: Ya ampun, Ki. Belum ada setengah jalan. Sayang banget!

Ray: Eh, Du. Kalau kamu mau nyasar mending sendirian aja, kalau mau susah-susah jalan di jalanan menanjak dan licin, sendiri aja. Jangan bawa-bawa kita!

Dadu: Oh, ya udah! Aku jalan sendiri!

Dadu mendengus kesal sambil terus berjalan. Namun, baru beberapa langkah Dadu berjalan, tiba-tiba terdengar suara aneh dari semak-semak. Dadu menghentikan langkahnya, empat orang temannya juga membeku di tempat sambil menyaksikan punggung Dadu.

Terdengar suara dari sembarang arah… Bagian pada contoh naskah drama 7 orang singkat ini memasuki klimaks di sini.

Hantu: Kembali ke tempat asal kalian. Jangan jelajahi hutan ini lebih jauh. Ini bukan tempat kalian. Kembali sekarang atau kalian tidak akan selamat.

Suara itu terdengar jelas dan membuat bulu kuduk mereka merinding. Dadu yang tadinya berjalan ke depan, seketika membalikkan tubuhnya dan membeku menatap empat orang temannya di belakang. 

Kaki Dadu seolah kaku, tidak bisa bergerak, sementara angin terus berembus membuat suasana semakin tegang. Melihat Dadu berdiri kaku, Ray dan Mursid bergegas menghampiri Dadu dan segera menepuk Dadu untuk menyadarkannya.

Sementara Putri dan Kiki terus merapal doa dari jarak berbeda. Setelah sadar, Dadu dirangkul Ray dan Mursid dari sisi kanan dan kiri kemudian ketiganya bergegas menghampiri Putri serta Kiki di tempat semula. Singkatnya, mereka kembali lagi ke rumah kakek Zainudin.

Di rumah, kakek Zainudin sudah menunggu seolah tahu mereka dari mana. Hari ternyata sudah menjelang Magrib, padahal mereka merasa baru dua jam di dalam hutan. Di rumah Kakek Zainudin sudah ramai orang karena mengira mereka menghilang.

Dalam contoh naskah drama 7 orang singkat, melihat kelima anak-anak pulang, Kakek Zainudin hanya berkata…

Zainudin: Bersihkan diri kalian, lalu istirahatlah. Besok kembali lagi ke rumah masing-masing. Lupakan kejadian ini. Ingat, jangan pernah sembarangan di tempat orang lain.

Singkatnya mereka menuruti perkataan Kakek Zainudin dan kembali ke rumah masing-masing setelah keesokan harinya. Kelima anak tersebut meminta maaf kepada Kakek Zainudin karena sudah lancang.

Dari salah satu contoh naskah drama 7 orang singkat di atas dapat ditemukan kesimpulan untuk tidak sembarangan dalam bertindak.

Apalagi di tempat orang lain, sewajarnya untuk meminta izin dan berlaku jujur apabila memiliki rasa penasaran seperti Dadu.

5. Tema Kemanusiaan

Lanjut lagi contoh naskah drama singkat tentang tema kemanusiaan. Drama ini tentunya diperankan oleh tujuh orang dengan pengambilan latar di jalanan ibu kota.

Tokoh:

  • Ibu 
  • Anak 
  • Anak muda 1
  • Anak muda 2
  • Gelandangan
  • Pengendara mobil
  • Polisi

Salah satu contoh naskah drama 7 orang singkat ini diawali dengan seorang pengendara mobil dengan kecepatan tinggi menabrak seorang gelandangan yang sedang menyeberang jalan. Gelandangan itu tersungkur ke aspal sambil mengaduh. Tidak jauh dari lokasi ada pos polisi yang sedang memantau arus lalu lintas.

Sementara di seberang jalan ada seorang ibu dengan anaknya yang menghentikan langkahnya untuk menyeberang jalan. Di sisi lain ada dua anak muda sedang menyaksikan kejadian tersebut dengan raut kaget.

Gelandangan: Aduh…

Pengendara mobil: Gak punya mata ya?

Polisi: Ada apa, Pak? (tanyanya pada pengendara mobil)

Pengendara mobil: Ini udah jelas lampu hijau malah nyebrang jalan, Pak.

Polisi mengalihkan pandangan ke gelandangan yang sekarang tersungkur di aspal. Tanpa menunggu lama, polisi membantu gelandangan itu bangun.

Polisi: Bapak kenapa menyeberang saat lampu masih merah?

Gelandangan menatap ke sembarang arah dan menjawab…

Gelandangan: Saya tidak bisa melihat, Pak. Saya menyeberang karena kata dua anak muda di sana, lampu sudah hijau.

Polisi membantu membawa gelandangan ke pos, setelah memastikan semua kondisi aman, pengendara mobil kembali mengemudikan kendaraannya. Selesai mengamankan gelandangan, polisi menyeberang jalan menghampiri kedua anak muda.

Anak muda 1: Ampun, Pak, ampun. Saya gak ikut-ikutan. Itu kerjaan temen saya.

Anak muda 2: Eh, kok, nuduh. Kamu yang tadi bilang lampunya sudah hijau!

Polisi: Sudah, kalian berdua ikut saya ke pos!

Singkat cerita, mereka berdua mengikuti polisi ke pos. Sementara anak dan ibu masih berada di tempat yang sama seperti sebelumnya. 

Anak: Bu, kasihan ya orang yang kena tabraknya…

Ibu: Iya, Nak. Lebih kasihan dua om-om yang dibawa polisi tadi. Kasihan, miskin akhlaknya. Kelak kamu besar tidak boleh seperti itu, ya. Harus peduli terhadap sesama.

Anak itu mengangguk dan tersenyum. Karena melihat lampu merah sudah menyala, akhirnya mereka memutuskan untuk menyeberang jalan.

Halaman:

Advertisement