Contoh Naskah Drama Keong Mas Singkat dengan Peran Beberapa Orang
Dalam artikel berikut, Mamikos akan memberikan kamu contoh naskah drama Keong Mas yang bisa dimainkan untuk beberapa orang. Yuk, baca naskah dramanya!
Galuh Candra Kirana
Dengan senang hati hamba menerima pangeran menjadi belahan nyawa saya.
Raja Daha
Berhubung keduanya sudah saling setuju, sekarang tiba saatnya untuk merayakan saat-saat berbahagia ini. Marilah kita rayakan bersama. Dayang dan emban segera keluarkanlah suguhannya.
Dayang dan Emban
Baik paduka raja.
Berbagai hidangan istimewa disajikan dan semua yang ada di pendapa istana berpesta merayakan lamaran pangeran Inu Kertapati dengan Dewi Galuh Candra Kirana.
Babak III
Setting
Kamar pribadi Galuh Ajeng.
Galuh Ajeng
Aku tidak mengira Pangeran Inu setampan itu. Kalau sedari dulu aku tahu Pangeran Inu memiliki paras yang rupawan, aku pasti mau menerima lamarannya.
Aku tidak akan merelakan Pangeran Inu dimiliki adikku. Aku akan melakukan segala cara supaya Pangeran Inu menjadi milikku. Meski cara yang harus kutempuh itu harus melenyapkan adikku sendiri. Emban…. kemarilah
Emban
Sembah hormat hamba, putri. Ada perlu apa putri memanggil hamba.
Galuh Ajeng
Aku ingin bertanya kepadamu. Apakah kamu tidak punya kenalan dukun sakti atau apapun itu yang bisa melenyapkan seseorang?
Emban
Hamba pernah mendengar di lereng gunung Kampud ada seorang dukun yang sangat sakti mandraguna.
Konon, dukun ini mampu mengubah orang menjadi batu dengan mantra saktinya.
Galuh Ajeng
Benarkah itu?
Emban
Benar tidaknya hamba belum memastikan sendiri, putri. Tetapi, kabar yang hamba dengar dari luar memang seperti itu.
Galuh Ajeng
Nah, sekarang kamu akan aku tugaskan untuk menemukan orang itu. Jika sudah ketemu, suruh dia untuk menemuiku.
Emban
Baik, putri.
Sesudah itu, emban segera pergi untuk melaksanakan tugas dari Galuh Ajeng.
Galuh Ajeng
Kuharap cara ini akan berhasil sehingga aku bisa memiliki Pangeran Inu.
Babak IV
Setting
Taman kaputren. Galuh Ajeng sedang menunggu emban suruhannya. Tak lama kemudian yang dinanti datang menghadap. Sang emban datang dengan seorang emban yang masih muda.
Emban
Sembah hamba Gusti putri.
Galuh Ajeng
Emban, bukankah engkau kutugaskan untuk mencari dukun sakti itu?
Emban
Iya, Gusti putri.
