Advertisement
Source : Pexels/Karola G

27 Contoh Pantun Bahasa Sunda Lucu Bikin Ketawa Ngakak beserta Artinya

Jika ingin menghidupkan suasana agar lebih ceria, kamu bisa mengajak teman-teman kamu untuk ikut bermain pantun yang lucu dan bikin ketawa.

4 Desember 2025 Nana

Contoh Pantun Bahasa Sunda Lucu #26

Mawa suluh kana tangkal jambu: Membawa kayu bakar ke pohon jambu,
Jambu di dahar ku si Jaka: Jambu dimakan oleh si Jaka.

Hayang méré kado ka anjeun nu lucu: Mau memberi hadiah ke kamu yang lucu,
Tapi kado naon nya, da duit geus béak harita: Tapi hadiah apa ya, karena uang sudah habis baru saja.

Contoh Pantun Bahasa Sunda Lucu #27

Jalan-jalan ka Garut: Jalan-jalan ke kota Garut,
Mawa béas dua karung: Membawa beras dua karung.

Sok padahal dahar geus genep kali: Padahal makan sudah enam kali
Naha bet lapar deui waé, duh bingung: Kenapa kok merasa lapar lagi, duh bingung.

Cara Membuat Pantun Bahasa Sunda

Kunci utama dalam membuat pantun bahasa Sunda adalah menguasai kosakata serta memahami ciri khas pantun.

Berikut ini adalah langkah mudah untuk membuat Pantun Bahasa Sunda, yaitu:

1. Memahami Struktur Dasar Pantun

Pantun yang baik akan memiliki ciri-ciri:

  • Jumlah Baris: Terdiri dari empat baris (disebut jajar).
  • Jumlah Suku Kata: Masing-masing baris terdiri dari 8-12 suku kata (engang).
  • Rima Akhir (Purwakanti): Pola rima berbunyi a-b-a-b.

Isi:

  • Baris 1 & 2: Disebut Cangkang (sampiran). Bagian ini merupakan pengantar yang biasanya tidak berhubungan langsung dengan isi.
  • Baris 3 & 4: Disebut Eusi (isi). Bagian ini adalah maksud atau pesan dalam pantun.

2. Tentukan Eusi (Isi/Pesan) Pantun Terlebih Dahulu

Pikirkan tema dan pesan yang ingin disampaikan di baris 3 dan 4.

Contoh Eusi (Lucu):

  • Baris 3: Sok padahal dahar geus genep kali, (Padahal makan sudah enam kali,)
  • Baris 4: Naha bet lapar deui waé, duh bingung. (Kenapa malah lapar lagi, duh bingung.)

3. Tentukan Rima Akhir (Purwakanti)

Dari isi, maka kamu bisa mengetahui rima akhirnya:

Baris 3 (a): …li
Baris 4 (b): …ung

Maka, cangkang (baris 1 dan 2) harus memiliki rima yang berakhiran li dan ung juga.

4. Buat Cangkang (Sampiran) Baris 1 dan 2

Buat kalimat pengantar untuk baris 1 (rima li) dan baris 2 (rima ung) yang biasanya bertema alam, kejadian sehari-hari, atau menyebutkan tempat.

Baris 1 (a): Jalan-jalan ka kota Garut, (Suku kata: Ja-lan-ja-lan-ka-ko-ta-ga-rut = 9 suku kata). Eits, rima akhir Garut adalah tut, bukan li. Coba lagi, ya!

Baris 1 (a) – Perbaikan: Kamar mandi pinuh ku ucing bali, (Kamar mandi penuh dengan kucing Bali). Rima akhir: li (Mantap!)

Baris 2 (b): Katingali énjing-énjing di gunung. (Terlihat pagi-pagi di gunung). Rima akhir: ung (Mantap!)

Penutup

Semoga saja kumpulan contoh pantun Bahasa Sunda lucu bikin ketawa di artikel ini dapat menjadi hiburan ringan yang mengusir penat dan menambah kosakata bobodoran (kelucuan) kamu dan sahabat-sahabat kamu. 😂🎯♥️

Dari mulai gombalan jenaka hingga kata-kata sindiran pedas halus tentang kehidupan sehari-hari, contoh pantun bahasa Sunda di sini membuktikan bahwa tradisi lisan dapat beradaptasi dan tetap relevan sebagai sumber gelak tawa.

Jangan ragu untuk menggunakan contoh pantun-pantun di sini saat kamu berkumpul bersama teman-teman atau keluarga untuk mencairkan suasana agar lebih hidup dan ceria.

Referensi:


Halaman:

Advertisement