Advertisement
Source : Good Choice/wannawit

30+ Nama Anggota Tubuh dalam Bahasa Sunda dan Kegunaannya

Bahasa Sunda merupakan bahasa yang digunakan berkomunikasi atau dituturkan oleh orang Sunda yang tinggal di Jawa Barat maupun di luar provinsi tersebut.

28 November 2025 Bella Carla

Salah satu bahasa daerah yang penuturnya sangat banyak di Indonesia adalah bahasa Sunda. Tak mengherankan karena bahasa Sunda sendiri banyak dituturkan oleh salah satu provinsi dengan penduduk terbanyak di Indonesia, yaitu Jawa Barat.

Nah, buat kamu yang baru saja pindah ke Jawa Barat, tentu kamu perlu belajar sedikit-sedikit bahasa Sunda supaya bisa mengikuti percakapan warga lokal sehari-hari.

Dalam artikel ini, Mamikos sudah rangkumkan kosakata nama anggota tubuh dalam bahasa Sunda yang akan sering kamu dengar lengkap dengan terjemahannya. 🧐🤓

Berikut Deretan Nama Anggota Tubuh dalam Bahasa Sunda dan Kumpulan Kosakata Bahasa Sunda Lainnya

Nama Anggota Tubuh dalam Bahasa Sunda dan Kegunaannya
Good Choice/wannawit
25 Contoh Sisindiran Wawangsalan Bahasa Sunda dan Artinya

Kosakata bahasa Sunda menjadi salah satu hal penting ketika ingin mempelajari bahasa baru yang digunakan dalam kegiatan sehari-hari.

Jika kamu seorang pendatang di satu tempat baru atau sekadar singgah saat traveling, tentunya jauh lebih mudah jika kamu bisa memahami kosakata dasar saat berkomunikasi dengan penduduk lokal.

Sederhananya, memahami kosakata juga menjadi modal penting untuk kamu, agar kamu pun bisa menyampaikan keinginanmu kepada lawan bicara.

70 Peribahasa Sunda Pendek dan Artinya dalam Kehidupan Sehari-hari

Mengenal Bahasa Sunda

Seperti yang sudah disinggung di awal artikel, bahasa Sunda merupakan bahasa yang digunakan berkomunikasi atau dituturkan oleh orang Sunda yang tinggal di Jawa Barat maupun di luar provinsi tersebut.

Dilansir situs Pusat Riset Masyarakat dan Budaya BRIN, bahasa Sunda merupakan salah satu dari total 726 bahasa daerah yang ada di Indonesia.

Bahasa Sunda sendiri menempati posisi kedua sebagai bahasa daerah yang paling banyak digunakan di Indonesia, setelah bahasa Jawa.

9 Contoh Warta Bahasa Sunda tentang Bencana Alam dan Lingkungan Singkat

Meski demikian dalam detik.com, PMB BRIN menyebutkan bahwa bahasa Sunda tidak lantas aman dari kepunahan. Angka penutur bahasa Sunda disebut-sebut semakin menurun, terutama di kalangan anak muda karena tidak sepopuler penggunaan bahasa asing.

Peneliti Balai Bahasa Jawa Barat (BBJB) Ade Mulyanah pun mengungkapkan bahwa hanya 40 persen barudak atau anak muda di Jawa Barat yang terbiasa menggunakan bahasa Sunda dalam percakapan sehari-hari pada 2013. Jumlahnya mungkin sudah lebih kecil saat ini.

Dialek Bahasa Sunda

Mengutip situs Peta Bahasa Kemdikbud, bahasa Sunda dituturkan menggunakan dua macam dialek. Yakni dialek [h] dan dialek non [h].

Dialek [h] adalah penuturan bahasa Sunda yang masih merealisasikan bunyi huruf h pada kosakata. Misalnya hujan, hijau, dan sebagainya.

Sedangkan dialek non [h] menghilangkan bunyi huruf h tersebut, menjadi ujan (hujan), ejo (hijau), dan sebagainya.

Bunyi huruf h di belakang kosakata juga kerap tidak dibunyikan pada dialek non [h], seperti jau (jauh) dan uta (muntah). Persentase perbedaan penutur dialek [h] dan non [h] diperkirakan mencapai 60 persen.

Sementara menurut Pram dalam buku Suku Bangsa Dunia dan Kebudayaannya, dialek bahasa Sunda dibagi menjadi beberapa jenis. Yakni dialek barat atau bahasa Banten, dialek utara, dialek selatan, dialek tengah timur, dialek timur laut, dan dialek tenggara.

Hingga sekarang ini, sudah banyak masyarakat Sunda yang tingal di sekitar Ibu Kota Jakarta juga mencampurkan bahasanya dengan bahasa Betawi.

Anggota Badan dalam Bahasa Sunda

Berikut ini nama-nama anggota badan dalam bahasa Sunda. Bagian kiri adalah bahasa Sunda untuk berbicara akrab, sedangkan bagian kanan adalah bahasa Sunda lemes atau halus.

  • Kepala = sirah / mastaka
  • Rambut = buuk / rambut
  • Telinga = ceuli / cepil
  • Mata = mata / soca
  • Alis = halis / kening
  • Hidung = irung / pangambung
  • Pipi = pipi / damis
  • Dahi = tarang / taar
  • Mulut = sungut / baham
  • Bibir = biwir / lambey
  • Gigi = huntu / waos
  • Lidah = létah / ilat
  • Dagu = gado / angkeut
  • Leher = beuheung / tenggek
  • Tenggorokan = genggerong / tikoro
  • Bahu = taktak / taraju
  • Perut = beuteung / patuangan
  • Dada = dada / payun
  • Punggung = tonggong / pungkur
  • Udel/pusar = bujal / udel/puseur
  • Tangan = leungeun / panangan
  • Ketiak = kélék / ingkab/déhé
  • Jari = ramo / réma
  • Kuku = kuku / tanggay
  • Kaki = suku / sampéan
  • Paha = pingping / paha
  • Dengkul = tuur / tengku
  • Betis = bitis / wentis
  • Buuk = rambut
  • Tarang = taar
  • Halis = kening
  • Ceuli = cepil
  • Irung = pangambung

Halaman:

Advertisement