Advertisement
Source : freepik.com/Freepik

Contoh Perilaku Gaslighting Pada Anak beserta Ciri-ciri, Penyebab, dan Dampaknya pada Anak

Secara sederhana, gaslighting dapat dipahami sebagai sebuah sikap manipulasi. Lantas, apa saja contoh dari perilaku gaslighting pada anak-anak?

30 Oktober 2024 Nana

Berikut adalah beberapa penyebab orang tua melakukan gaslighting pada anak-anaknya.

1. Sebagai bentuk perlindungan

Sebagian orang tua pasti ingin melindungi anak-anaknya dari rasa sedih dan kekecewaan dengan ‘sengaja’ melakukan gaslighting. Para orang tua berpikir bahwa memutarbalikkan kenyataan dapat melindungi anak mereka dari perasaan sakit hati.

7 Contoh Larangan dan Pesan Buat Pacar Tersayang agar Hubungan Asmara Tetap Awet

2. Agar tetap memegang kendali

Biasanya, gaslighting berawal dari perasaan orang tua yang ingin terus memegang kendali atas anak dengan mengontrol bagaimana perilaku, emosi dan pikiran mereka.

Orang tua yang berperilaku gaslighting ingin menegaskan kekuasaan dan mempertahankan dominasi atas anak-anak mereka.

3. Orang tua narsistik

Orang tua yang narsistik akan selalu berusaha menjaga harga diri dengan mendapatkan pandangan sesuai dengan keinginannya. Mereka ingin tetap merasa superior untuk memastikan bahwa mereka selalu terlihat baik dan benar di hadapan anak-anaknya.

Tujuan gaslighting ini agar anak menjadi lebih dan terus bergantung, mematuhi, dan kagum terhadap orang tuanya.

Ciri-ciri Perilaku Gaslighting pada Anak-anak

Ciri-ciri gaslighting dalam hubungan keluarga mungkin memang dapat berbeda-beda. Akan tetapi, tanda-tanda gaslighting dapat diketahui dari beberapa perilaku yang secara umum dilakukan oleh seorang pelaku gaslighting.

Melansir informasi dari laman Choosing Therapy dan Parenting for Brain, di bawah ini adalah ciri orang tua melakukan gaslighting ke anak-anak mereka:

1. Gemar menjelek-jelekkan di depan umum

Orang tua yang gemar menjelek-jelekkan hingga meremehkan anak di ruang publik dapat menjadi salah satu ciri-ciri dari perilaku gaslighting.

Orang tua biasanya akan mengkritik atau mengejek anak di depan orang lain yang akan membuat anak tersebut merasa malu dan terhina.

Perilaku satu ini dapat merusak harga diri anak hingga menyebabkan mereka merasa tidak berharga hingga usia dewasa.

2. Sering menyalahkan

Orang tua yang melakukan perilaku gaslighting sering menyalahkan anak dengan menolak bertanggung jawab atas tindakan yang mereka lakukan sendiri.

Sebaliknya, orang tua justru akan membuat anak merasa bersalah sehingga anak cenderung menyalahkan diri sendiri, kebingungan, dan merasa tertekan.

3. Memutarbalikkan fakta

Orang tua yang melakukan gaslighting akan sering memutarbalikkan fakta demi keuntungannya tanpa memikirkan konsekuensi jangka panjang.

Orang tua yang memutarbalikkan kenyataan dan informasi agar sesuai dengan narasi mereka, dapat menyebabkan anak kebingungan dan mempertanyakan ingatan dan persepsi mereka.

4. Merasa tahu segalanya

Ciri berikutnya adalah orang tua akan sering mengklaim bahwa mereka tahu segalanya dan apa yang terbaik untuk anak-anak mereka.

Pendapat anak sering diabaikan agar mereka dapat memaksakan kehendak sesuai dengan keinginan mereka.

5. Menolak minta maaf

Ciri gaslighting selanjutnya adalah orang tua tidak mau meminta maaf atas kesalahan atau perbuatannya. Alih-alih mengakui salah, orang tua akan cenderung mengabaikan persepsi anaknya terhadap suatu hal.

Halaman:

Advertisement