3 Contoh Persilangan Dihibrid pada Hukum Mendel 2, Apa Saja?
Perdalam pemahaman mengenai persilangan dihibrid pada hukum Mendel 2 dengan contoh-contoh yang ada di artikel ini.
Contoh 1
Biji bulat warna hijau (BBHH) disilangkan dengan biji lonjong warna merah (bbhh). Bentuk bulat hijau (B) lebih dominan daripada lonjong merah (b).
Lakukan persilangan hingga mendapatkan hasil F2 dan tentukan nilai rasionya!
Untuk mendapatkan hasil F2 dan rasionya, tentukan dulu apa yang diketahui dari paragraf di atas agar penyelesaiannya lebih mudah.
Diketahui:
(1) P1 = BBHH × bbhh
(Bulat hijau) × (lonjong merah)
(2) G1 = BH → bh
(3) F1 = BbHh
(4) Karena bulat hijau (BH) lebih dominan daripada lonjong merah (bh) maka hasil BbHh adalah bulat hijau 100%.
Selanjutnya, untuk mendapatkan rasio maka harus mengetahui hasil F2 terlebih dulu. Berikut adalah caranya.
(1) P2 = BbHh × BbHh
(Bulat hijau) × (Bulat hijau)
(2) G2 = BH × BH
Bh × Bh
bH × bH
bh × bh
(3) F2 = ?
Guna mendapatkan hasil F2 secara lebih gampang, pakai metode perkalian tabel untuk menjawab contoh persilangan dihibrid ini.
| × | BH | Bh | bH | bh |
| BH | BBHH | BBHh | BbHH | BbHh |
| Bh | BBHh | BBhh | BbHh | Bbhh |
| bH | BbHH | BbHh | bbHH | bbHh |
| bh | BbHh | Bbhh | bbHh | bbhh |
Dari tabel di atas, dapat disimpulkan hasil persilangan dihibrid sebagai berikut.
- Bulat hijau = BBHH, BBHh, BbHH, BbHh, BBHh, BbHh, BbHH, BbHh, BbHH = 9
- Bulat merah = BBhh, Bbhh, Bbhh = 3
- Lonjong hijau = bbHH, bbHh, bbHh = 3
- Lonjong merah = bbhh = 1
Jadi, rasio dari persilangan dihibrid antara biji bulat bulat hijau dan biji lonjong merah di atas adalah sebagai berikut.
| F2 = biji bulat hijau : biji bulat merah : biji lonjong hijau : biji lonjong merah = 9 : 3 : 3 : 1 |
Nah, setelah melihat contoh persilangan dihibrid pada Hukum Mendel 2 di atas, bagaimana? Merasa mudah atau sebaliknya?
Jika kamu merasa sulit, coba disimak kembali baik-baik atau bisa juga lanjut menyimak contoh berikutnya. Tenang saja, soal berikutnya ini bisa dibilang mudah.
Contoh 2
Persilangan antara tumbuhan salak manis mulus (MMBB) dengan salak masam keriput (mmbb) menghasilkan F1 adalah MmBb, yaitu salak manis mulus.
Jika hasil F1 disilangkan kembali dengan sesamanya, berapa nilai fenotipe mangga mulus manis?
Untuk menjawab soal di atas, fokus pada kata kunci pertanyaannya, yakni berapa nilai fenotipe mangga mulus manis?
Sebagai informasi, hasil F2 dari MmBb × MmBb adalah sama dengan rasio soal sebelumnya, yakni 9 : 3 : 3 : 1.
Selanjutnya, untuk menentukan berapa fenotipenya, kamu hanya perlu membuat perbandingan antara mangga mulus manis dengan keseluruhan peluang.
Jadi, N = 9/16 . 100%
N = 900/16
N = 56,25%
Supaya lebih paham lagi, simak contoh persilangan dengan Hukum Mendel II berikutnya!
Halaman:

