Contoh Persilangan Monohibrid beserta Contoh Soal dan Pengertiannya

Contoh Persilangan Monohibrid beserta Contoh Soal dan Pengertiannya – Persilangan monohibrid adalah proses persilangan atau penelitian genetika yang melibatkan satu sifat yang berbeda.

Dalam persilangan monohibrid, fokus utamanya adalah pada pewarisan satu sifat atau karakteristik genetik tunggal yang ditentukan oleh alel pada lokus gen tersebut.

Pada artikel ini, Mamikos akan merangkum contoh persilangan monohibrid, lengkap dengan contoh soal dan pengertiannya.

Contoh Persilangan Monohibrid 

unsplash/@chuttersnap

Contoh persilangan monohibrid yang sering digunakan dalam genetika adalah eksperimen yang dilakukan oleh Gregor Mendel pada tanaman kacang polong. 

Dalam eksperimen ini, Mendel memilih dua varietas kacang polong yang berbeda, yaitu warna biji (kuning versus hijau) sebagai sifat genetik tunggal yang dipelajari. 

Contoh Pertama

Pada contoh persilangan monohibrid pertama, Mamikos akan merangkum hasil dari eksperimen kacang polong yang telah dilakukan Mendel. Berikut adalah penjelasannya:

  • Mendel memilih satu varietas kacang polong yang memiliki biji kuning (alel dominan) dan satu varietas yang memiliki biji hijau (alel resesif).
  • Ia kemudian melakukan persilangan silang antara dua varietas tersebut, yaitu membiarkan tanaman dengan biji kuning berpolinasi dengan tanaman berbiji hijau.
  • Pada persilangan tersebut menghasilkan tanaman generasi F1 (generasi pertama). Semua tanaman F1 memiliki biji kuning karena alel kuning adalah dominan.
  • Kemudian, Mendel melakukan persilangan antara tanaman F1 yang memiliki biji kuning. Hasilnya adalah generasi F2 (generasi kedua).
  • Dalam generasi F2, Mendel mengamati bahwa 3/4 dari tanaman memiliki biji kuning (homozigot dominan), sementara 1/4 memiliki biji hijau (homozigot resesif).

Contoh Kedua

Pada contoh kedua ini, Mamikos akan memberikan contoh persilangan monohibrid lainnya untuk kamu. 

Eksperimen kali ini menggunakan warna bunga pada tanaman, yaitu alel merah (R) sebagai dominan dan alel putih (r) sebagai resesif. Berikut penjelasannya:

1. Ambil dua tanaman bunga.

Satu dengan genotipe RR (homozigot dominan, berbunga merah) dan satu dengan genotipe rr (homozigot resesif, berbunga putih), kemudian lakukan persilangan.

2. Setelah persilangan, maka akan menghasilkan F1 (generasi pertama), yaitu semua tanaman F1 memiliki genotipe Rr (heterozigot) dan berbunga merah. 

Ini terjadi karena alel merah (R) dominan, sehingga mengesampingkan alel putih (r).

3. Lalu, di generasi F2 (generasi kedua).

Jika kita melakukan persilangan pada dua tanaman F1 (Rr), kita akan mendapatkan hasil 25% tanaman RR (homozigot dominan, berbunga merah), 50% tanaman Rr (heterozigot, berbunga merah), dan 25% tanaman rr (homozigot resesif, berbunga putih).

Contoh Ketiga

Pada contoh ketiga, Mamikos akan menjabarkan contoh persilangan monohibrid yang mempertimbangkan sifat genetik dalam mengendalikan tinggi tanaman bunga dalam satu spesies tertentu.

Misalnya, mempertimbangkan tinggi tanaman bunga zinnia yang dikendalikan adalah alel tinggi (T) dan alel pendek (t), dengan alel tinggi (T) sebagai dominan.

Dari situasi di atas, maka berikut penjelasannya:

1. Ambil tanaman bunga zinnia tinggi (TT) dan tanaman bunga zinnia pendek (tt) dan lakukan persilangan antara keduanya. 

2. Hasilnya adalah generasi F1 dengan genotipe heterozigot (Tt). 

Semua tanaman F1 akan memiliki tinggi yang sama, yaitu tinggi, karena alel tinggi (T) adalah dominan.

3. Jika tanaman F1 (Tt) saling dikawinkan, maka dalam generasi F2 akan mendapatkan hasil 25% tanaman dengan genotipe TT (homozigot dominan, tinggi), 50% tanaman dengan genotipe Tt (heterozigot, tinggi), serta 25% tanaman dengan genotipe tt (homozigot resesif, pendek).

4. Kesimpulannya, sebagian besar tanaman akan tinggi. Namun, ada kemungkinan munculnya tanaman pendek jika kedua alel pendek resesif (tt) muncul bersama dalam genotipe.

Contoh Soal Persilangan Monohibrid 

Setelah mengetahui contoh persilangan monohibrid, kali ini Mamikos akan merangkum contoh soal persilangan monohibrid untuk kamu, lengkap dengan pengertiannya.

Contoh Soal Nomor 1

Soal : Yudi adalah peternak. Dia memiliki dua kambing yang memiliki sifat warna bulu, yaitu hitam (genotipe BB) dan putih (genotipe bb). 

Kambing hitam (BB) dan kambing putih (bb) dibiarkannya berkawin. 

Bagaimana kemungkinan warna bulu anak kambing (generasi F1) dari persilangan ini, dan apa yang terjadi pada generasi F2 jika anak kambing F1 saling dikawinkan?

Pengertian : Pada pertanyaan di atas, kamu diminta untuk mempertimbangkan sifat genetik warna bulu pada kambing, yang dikendalikan oleh satu lokus gen tunggal dengan dua alel.

Ada alel hitam (B) dominan dan alel putih (b) resesif. 

Jawaban : 

–  Untuk menghasilkan generasi F1 (generasi pertama), kambing hitam (BB) dan kambing putih (bb) dibiarkan berkawin. 

Mereka memiliki genotipe heterozigot (Bb), sehingga kemungkinan warna bulu anak kambing F1 adalah hitam, karena alel hitam (B) adalah dominan.

– Pada generasi F2 (generasi kedua), jika anak kambing F1 (Bb) saling dikawinkan, maka hasilnya adalah 25% anak kambing BB (homozigot dominan, hitam), 50% anak kambing Bb (heterozigot, hitam), serta 25% anak kambing bb (homozigot resesif, putih).

– Kesimpulannya, dalam generasi F2 ada kemungkinan 75% anak kambing berwarna hitam dan 25% berwarna putih. 

Contoh Soal Nomor 2

Soal : Tuti adalah seorang petani memiliki tanaman tomat dengan dua varietas yang berbeda dalam hal bentuk buah, yaitu buah bulat (genotipe RR) dan buah lonjong (genotipe rr). 

Ia memutuskan untuk melakukan persilangan antara tanaman buah bulat dan buah lonjong. 

Bagaimana kemungkinan bentuk buah pada generasi F1 dan F2?

Pengertian : Dalam pertanyaan kamu diminta untuk mempertimbangkan sifat genetik bentuk buah pada tanaman tomat. 

Sifat ini dikendalikan oleh satu lokus gen tunggal dengan dua alel: alel buah bulat (R) dominan dan alel buah lonjong (r) resesif.

Jawaban : 

– Ketika tanaman buah bulat (RR) dan tanaman buah lonjong (rr) disilangkan, hasilnya adalah anak tanaman F1 dengan genotipe heterozigot (Rr). 

Kemungkinan bentuk buah pada generasi F1 adalah bulat, karena alel buah bulat (R) adalah dominan.

– Jika tanaman anak F1 (Rr) saling dikawinkan, maka akan menghasilkan generasi F2,

Hasil yang akan didapat adalah 25% anak tanaman RR (homozigot dominan, buah bulat), 50% anak tanaman Rr (heterozigot, buah bulat), 25% anak tanaman rr (homozigot resesif, buah lonjong).

– Jadi, kesimpulannya, dalam generasi F2 ada kemungkinan 75% buah berbentuk bulat dan 25% buah berbentuk lonjong. 

Contoh Soal Nomor 3

Soal : Seorang petani bernama Agus memiliki dua kelompok ayam.

Satu kelompok dengan bulu berwarna putih (genotipe WW) dan satu kelompok dengan bulu berwarna hitam (genotipe ww). 

Petani tersebut ingin mengetahui bagaimana pewarisan warna bulu pada ayam keturunan mereka. 

Jika ia membiarkan ayam berbulu putih berkawin dengan ayam berbulu hitam, apa kemungkinan warna bulu keturunan (generasi F1) dan apa yang terjadi jika keturunan F1 saling dikawinkan?

Pengertian : Dalam pertanyaan di atas, kamu diminta mempertimbangkan sifat genetik warna bulu pada ayam. 

Warna bulu ini dikendalikan oleh satu lokus gen tunggal dengan dua alel: alel berbulu putih (W) dominan dan alel berbulu hitam (w) resesif. 

Jawaban : 

– Ketika ayam berbulu putih (WW) dan ayam berbulu hitam (ww) disilangkan, hasilnya adalah keturunan F1 dengan genotipe heterozigot (Ww). 

Kemungkinan warna bulu pada generasi F1 adalah putih, karena alel berbulu putih (W) adalah dominan.

– Jika keturunan F1 (Ww) saling dikawinkan, maka akan menghasilkan generasi F2.

Hasilnya adalah 25% keturunan WW (homozigot dominan, berbulu putih), 50% keturunan Ww (heterozigot, berbulu putih), dan 25% keturunan ww (homozigot resesif, berbulu hitam).

– Jadi, dalam generasi F2, ada kemungkinan 75% ayam berbulu putih dan 25% ayam berbulu hitam.

Contoh Soal Nomor 4

Soal : Dono adalah seorang peternak yang memiliki dua jenis tanaman jagung.

Satu dengan biji berwarna kuning (genotipe YY) dan satu dengan biji berwarna hijau (genotipe yy). 

Ia ingin tahu bagaimana pewarisan warna biji pada keturunan mereka. 

Jika Dono membiarkan tanaman jagung berbiji kuning berkawin dengan tanaman jagung berbiji hijau, apa kemungkinan warna biji pada keturunan F1 dan apa yang terjadi jika keturunan F1 saling dikawinkan?

Pengertian : Dalam pertanyaan tersebut, kamu diminta mempertimbangkan sifat genetik warna biji pada tanaman jagung. 

Warna biji ini dikendalikan oleh satu lokus gen tunggal dengan dua alel: alel berbiji kuning (Y) dominan dan alel berbiji hijau (y) resesif. 

Jawaban : 

– Ketika tanaman jagung berbiji kuning (YY) dan tanaman jagung berbiji hijau (yy) disilangkan, hasilnya adalah keturunan F1 dengan genotipe heterozigot (Yy).

Kemungkinan warna biji pada generasi F1 adalah kuning, karena alel berbiji kuning (Y) adalah dominan.

– Jika keturunan F1 (Yy) saling dikawinkan, maka dalam generasi F2, hasilnya adalah 25% keturunan YY (homozigot dominan, berbiji kuning), 50% keturunan Yy (heterozigot, berbiji kuning), dan 25% keturunan yy (homozigot resesif, berbiji hijau).

– Kesimpulannya, dalam generasi F2, ada kemungkinan 75% biji berwarna kuning dan 25% biji berwarna hijau. 

Contoh Soal Nomor 5

Soal : Ayah memiliki dua kelompok tanaman bunga krisan.

Satu kelompok dengan bunga berwarna merah (genotipe RR) dan satu kelompok dengan bunga berwarna putih (genotipe rr). 

Ayah ingin mengetahui bagaimana pewarisan warna bunga pada keturunan mereka.

Jika ia membiarkan tanaman bunga krisan berwarna merah berkawin dengan tanaman bunga krisan berwarna putih, apa kemungkinan warna bunga pada keturunan F1 dan apa yang terjadi jika keturunan F1 saling dikawinkan?

Pengertian : Pada pertanyaan di atas, kamu diminta untuk mempertimbangkan sifat genetik warna bunga pada tanaman bunga krisan. 

Warna bunga tersebut dikendalikan oleh satu lokus gen tunggal dengan dua alel: alel berwarna merah (R) dominan dan alel berwarna putih (r) resesif. 

Jawaban : 

– Ketika tanaman bunga krisan berwarna merah (RR) dan tanaman bunga krisan berwarna putih (rr) disilangkan, hasilnya adalah keturunan F1 dengan genotipe heterozigot (Rr). 

Kemungkinan warna bunga pada generasi F1 adalah merah, karena alel berwarna merah (R) adalah dominan.

– Jika keturunan F1 (Rr) saling dikawinkan, maka generasi F2 akan mendapatkan hasil 25% keturunan RR (homozigot dominan, berwarna merah), 50% keturunan Rr (heterozigot, berwarna merah), dan 25% keturunan rr (homozigot resesif, berwarna putih).

– Jadi, dalam generasi F2, ada kemungkinan 75% bunga berwarna merah dan 25% bunga berwarna putih.

Penutup

Itu dia contoh persilangan monohibrid beserta contoh soal dan pengertiannya yang berhasil Mamikos rangkum untuk kamu.

Semoga artikel ini bisa membantu kamu dalam memahami materi persilangan monohibrid, ya.

Untuk mendapatkan informasi menarik lainnya, silakan kunjungi situs Mamikos!


Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:

Kost Dekat UGM Jogja

Kost Dekat UNPAD Jatinangor

Kost Dekat UNDIP Semarang

Kost Dekat UI Depok

Kost Dekat UB Malang

Kost Dekat Unnes Semarang

Kost Dekat UMY Jogja

Kost Dekat UNY Jogja

Kost Dekat UNS Solo

Kost Dekat ITB Bandung

Kost Dekat UMS Solo

Kost Dekat ITS Surabaya

Kost Dekat Unesa Surabaya

Kost Dekat UNAIR Surabaya

Kost Dekat UIN Jakarta