15 Contoh Pertanyaan Wawancara OSIS dan Jawabannya
Pelajari contoh pertanyaan wawancara OSIS dan jawabannya melalui ulasan di bawah ini.
2. Apa posisi yang diinginkan di OSIS?
OSIS terdiri dari beberapa struktur organisasi mulai dari ketua, wakil ketua, bendahara, sekretaris, kepala divisi hingga anggota. Setiap jabatan memiliki tugasnya masing-masing, yang sama pentingnya.
Untuk menjawab pertanyaan ini, siswa harus terlebih dahulu mengetahui tugas utama dari jabatan yang dipilih.
Selain itu, siswa harus mengetahui dasar-dasar memilih posisi tersebut Ini meningkatkan peluang keberhasilan kamu karena mengetahui tugas dan tanggung jawab OSIS.
Jawaban yang bisa digunakan misalnya saat kamu memilih jabatan bendahara maka alasan yang menjadikan kamu memilihnya bisa karena kamu handal mengatur keuangan, suka mencatat secara rapi, bisa tegas dalam mengingatkan orang lain atau bukan pelupa.
3. Apa kekuatan dan kelemahan yang dimiliki?
Setiap siswa memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Namun, beberapa siswa tidak mengetahui kekuatan atau kelemahan mereka.
Sebelum mengikuti seleksi wawancara OSIS, sebaiknya pikirkan dulu kelebihan dan kekurangan diri sendiri.
Selain itu, mungkin juga timbul pertanyaan bagaimana kekurangan tersebut dapat diselesaikan. Oleh karena itu, siswa harus siap untuk kemungkinan pertanyaan tambahan.
Misalnya, jika kamu punya kelemahan sering lupa maka kamu harus melayangkan solusi atas kelemahan tersebut sekaligus seperti dapat diatasi dengan mencatat di notes dan lainnya.
4. Apakah bersedia menyisihkan waktunya untuk kegiatan OSIS?
Seorang anggota OSIS mempunyai tugas-tugas yang biasanya bukan menjadi tanggung jawab siswa pada umumnya.
Jadi, jika kamu ingin mengikuti kegiatan OSIS, maka harus siap mengorbankan waktu luang selain belajar di kelas.
Para siswa juga harus dapat mengatur waktu mereka sedemikian rupa sehingga semua tugas yang diberikan dapat diselesaikan tepat waktu. Ini adalah salah satu pertanyaan terpenting yang sering muncul.
Untuk menjawabnya, maka harus memberikan pernyataan optimis bahwa kamu akan menyisihkan waktu untuk kegiatan OSIS setelah selesai merampungkan tugas utama yakni belajar.
5. Partisipasi apa yang akan diberikan kepada OSIS?
Pertanyaan ini sering dilontarkan untuk menguji keyakinan siswa yang ingin bergabung dengan OSIS. Setiap anggota OSIS wajib mengikuti kegiatan organisasi.
Semakin tinggi keyakinan , semakin tinggi kemungkinan lolos pemilihan. Namun, semua jawaban atas pertanyaan tersebut harus dipertimbangkan setelah melewati pemilihan.
Partisipasi yang bisa dijadikan jawaban tergantung pada motivasi apa yang menjadi dasar siswa memilih bergabung ke dalam OSIS.
Misalnya akan bertanggung jawab membayar uang kas, membersihkan ruangan OSIS, dan sebagainya.
6. Apa saja prioritas selama menjadi anggota OSIS?
Prioritas merupakan isu penting yang sangat mempengaruhi proses seleksi.
Biasanya pertanyaan ini menawarkan beberapa pilihan yang harus diurutkan sesuai dengan prioritasnya. Jawaban atas pertanyaan ini mempengaruhi penilaian dari pewawancara.
Jadikan OSIS sebagai prioritas pertamamu setelah belajar.
Jangan jadikan kegiatan lain misalnya ekstrakulikuler dijadikan prioritasmu, karena pewawancara ingin mendengar bahwa OSIS adalah prioritas utamamu setelah belajar.
7. Bagaimana cara menyelesaikan masalah di OSIS?
Pasti ada banyak masalah dalam organisasi. Salah satu pertanyaan yang bisa ditanyakan adalah studi kasus. Siswa diharapkan mampu memberikan jawaban yang menarik atas pertanyaan tersebut.
Pertanyaan ini sangat penting jika sewaktu-waktu terjadi kendala dalam pelaksanaan tugas-tugas OSIS.
Berikan jawaban yang masuk akal atas solusi apa yang ditanyakan. Jangan membuat jawaban yang di luar akal dan terkesan dibuat-buat.
Lebih bagus jika mengaitkan jawaban dengan pengalaman yang pernah kamu selesaikan saat menghadapi masalah serupa
8. Seberapa percaya diri akan diterima di OSIS?
Pertanyaan ini tentang kepercayaan diri siswa untuk lulus ujian OSIS. Jika siswa memiliki kepercayaan diri yang tinggi untuk lulus, hal ini menjadi pertimbangan tersendiri bagi penguji.
Sebaliknya, jika siswa ragu-ragu untuk menjawab, penguji juga akan ragu untuk menerima siswa tersebut.
Halaman:

