Advertisement
Source : Canva/Kichigin

Contoh Pidato Bahasa Inggris tentang Pendidikan Singkat dan Artinya

Terdapat berbagai bahasan yang menarik untuk dijadikan pesan pidato di Hari Pendidikan, lho. Yuk, simak berbagai contohnya di artikel berikut.

28 Oktober 2025 Lintang Filia

2. Building Character, Stopping Bullying

Good morning everyone,

First, let us thank God Almighty for His blessings that allow us to stand here together in good health and happiness.

Today, I want to talk about something that might sound simple, but actually shapes who we are, character education, especially being anti-bullying.

We often hear the word “don’t bully”, but do we really understand what it means? Bullying is not just about hitting or mocking someone. Sometimes, it’s the small things, ignoring, gossiping, or making someone feel less that hurt the most.

A school should be a safe place where everyone feels accepted. And that starts with us. Being kind doesn’t make us weak. In fact, it shows real strength the courage to stand up, to respect, and to care for others.

Character education isn’t just about knowing what’s right, it’s about doing what’s right, even when no one is watching.

So, let’s be the kind of students who lift others up, not tear them down. Because when we choose kindness, we make our world a better and braver place.

Thank you.

Artinya

Membangun Karakter, Menghentikan Perundungan

Selamat pagi semuanya,

Pertama-tama, marilah kita panjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan rahmat-Nya, sehingga kita dapat berkumpul di sini dalam keadaan sehat dan bahagia.

Hari ini, saya ingin berbicara tentang sesuatu yang mungkin terdengar sederhana, tapi sebenarnya membentuk siapa diri kita yaitu pendidikan karakter, khususnya menjadi pribadi yang anti-bullying.

Kita sering mendengar kata “jangan membully”, tapi apakah kita benar-benar memahami artinya? Perundungan bukan hanya soal memukul atau mengejek. Kadang, hal kecil seperti mengabaikan, menyebarkan gosip, atau membuat seseorang merasa tidak berharga justru yang paling menyakitkan.

Sekolah seharusnya menjadi tempat yang aman bagi semua orang. Dan itu dimulai dari diri kita sendiri. Bersikap baik bukan tanda kelemahan, justru itu bentuk keberanian. Keberanian untuk menghormati, peduli, dan membela sesama.

Pendidikan karakter bukan hanya tentang tahu mana yang benar, tapi juga berani melakukan hal yang benar, bahkan saat tidak ada yang melihat.

Mari jadi pelajar yang saling menguatkan, bukan menjatuhkan. Karena ketika kita memilih kebaikan, dunia kita akan menjadi tempat yang lebih baik dan lebih berani.

Terima kasih.

3. When Education Aid Misses Its Target

Good morning, ladies and gentlemen,

Education is often called the key to a better future. But what happens when the key is given to the wrong hands? That is what happens when educational aid misses its target.

Many programs are made with good intentions to help students who struggle financially, to support schools that need better facilities. However, in reality, sometimes the ones who truly need help are left behind, while those who are already comfortable receive the benefits.

This problem doesn’t just waste resources, it destroys trust. When education aid is misdirected, the gap between students grows even wider. Those who already have more will continue to move forward, while those who have less will fall further behind.

To fix this, we don’t only need more funds. We need transparency, responsibility, and empathy. Aid should reach the hands that truly need it, the students who fight every day just to stay in school.

Let us remember that education is not a privilege for a few, but a right for all. When we make sure that every bit of help goes to the right place, we are not just supporting students. We are shaping the nation’s future.

Thank you.

Artinya

Ketika Bantuan Pendidikan Salah Sasaran

Selamat pagi, hadirin sekalian,

Pendidikan sering disebut sebagai kunci menuju masa depan yang lebih baik. Namun, apa yang terjadi jika kunci itu justru diberikan kepada orang yang salah? Itulah yang terjadi ketika bantuan pendidikan salah sasaran.

Banyak program dibuat dengan niat baik  untuk membantu siswa yang kesulitan ekonomi, atau sekolah yang kekurangan fasilitas. Namun dalam kenyataannya, sering kali mereka yang benar-benar membutuhkan justru terlewat, sementara yang sudah cukup mampu malah menerima bantuan.

Halaman:

Advertisement