Contoh Pidato Hidup Rukun dan Damai di Sekolah Singkat dan Menarik
Ingin mencari ide untuk teks pidato dengan tema hidup rukun serta damai di sekolah? Simak referensi pidato yang singkat dan menarik berikut.
Ketiga, meningkatkan toleransi. Kita tahu bahwa di sekolah ini terdapat siswa dan guru yang datang dari berbagai macam suku serta ras.
Apabila kita tetap memaksakan kehendak dari satu suku atau satu ras saja, pasti akan terjadi perpecahan.
Jika kita semua menerapkan cara-cara tersebut, kedamaian dan kerukunan hidup di sekolah pasti akan terwujud.
Demikian pidato singkat tentang hidup rukun dan damai di sekolah yang dapat saya sampaikan. Mohon maaf atas kesalahan pemilihan kata dan penyampaian.
Semoga apa yang saya sampaikan dapat bermanfaat.
Wassalamualaikum wr. wb.
Contoh Pidato Hidup Rukun dan Damai di Sekolah 2
Salam sejahtera untuk kita semua,
Yang terhormat, Kepala Sekolah XXX
Yang saya hormati, Bapak Ibu guru sekalian
Dan yang saya sayangi teman-teman Sekolah XXXX
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena kita masih diberikan kesempatan untuk berada di tempat ini dalam kondisi terbaik dan sehat untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional.
Saya sangat bahagia bisa berdiri di depan Bapak Ibu dan teman-teman sekalian untuk menyampaikan sepatah dua patah kata tentang pentingnya kehidupan rukun dan damai di lingkungan sekolah.
Melihat banyak pemberitaan yang beredar di media bahwa isu perpecahan dan bullying yang semakin merebak ternyata tidak bisa dianggap remeh.
Bullying tidak hanya terjadi antar siswa saja, tetapi juga guru ke siswa. Padahal, sebenarnya tindakan bullying yang mengancam kerukunan serta kedamaian di sekolah dapat dicegah.
Misalnya dengan memahami bahwa tidak semua hal dapat terwujud sesuai apa yang kita inginkan.
Siswa yang melakukan bullying biasanya dilatarbelakangi karena iri atau ada hal yang tidak sesuai dengan harapannya.
Kemudian dia berusaha menghasut teman yang lain agar sependapat. Bagi korban bullying, hal tersebut tentu tidak adil.
Sedangkan bullying yang dilakukan guru biasanya dilatarbelakangi keinginan untuk bercanda.
Padahal, tidak semua bahan untuk bercanda dapat diterima siswa sama seperti yang dipersepsikan oleh guru.
Melihat fenomena yang mengancam kerukunan dan kedamaian di sekolah, yang dapat kita lakukan adalah menjaga sikap dan perilaku.
Sekalipun hanya bercanda atau tidak mempunyai maksud jahat, tidak semua orang bisa menangkap maksud tersebut dengan baik.
Semoga apa yang saya sampaikan ini bisa menjadi pengingat agar menghindari tindakan tidak terpuji sekaligus menjadi teguran bagi teman-teman yang tidak sengaja pernah melakukannya.
Akhir kata, saya memohon maaf jika ada kesalahan penyampaian kata ataupun kalimat.
Terima kasih atas perhatiannya.
Halaman:

