Advertisement
Source : Canva/@Allie Reefer

Contoh Pidato untuk Ujian Praktek Kelas 6 SD Singkat dan Mudah Dihafal

Sudah tahu belum mau berpidato tentang apa di ujian praktek nanti? Berikut beberapa inspirasi yang bisa kamu gunakan.

5 Mei 2025 Lintang Filia

Contoh Pidato untuk Ujian Praktek kelas 6 SD tentang Menghargai Teman

Selamat pagi dan salam sejahtera untuk kita semua. Yang terhormat Bapak dan Ibu Guru, serta teman-teman yang saya cintai.

Pertama-tama, mari kita panjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat-Nya kita bisa berkumpul di ruangan ini dalam keadaan sehat dan semangat.

Teman-teman, hari ini saya ingin menyampaikan bab tentang menghargai sesama teman. Mungkin terdengar sederhana, tapi sebenarnya ini adalah hal yang sangat penting dalam kehidupan kita sehari-hari.

Pernah tidak kalian merasa sedih karena diabaikan teman? Atau mungkin pernah melihat teman yang di-bully, ditertawakan, atau tidak diajak main? Nah, itu tandanya masih ada yang belum tahu cara menghargai sesama.

Menghargai teman itu bisa dimulai dari hal kecil, seperti mendengarkan saat mereka bicara, tidak mengejek, dan tidak membeda-bedakan. Setiap orang punya kelebihan dan kekurangan. Kalau kita bisa saling menghargai, suasana sekolah akan lebih nyaman dan menyenangkan.

Bayangkan kalau semua orang saling menghargai. Tidak ada yang merasa rendah diri, tidak ada yang takut ke sekolah, dan semua bisa berteman dengan bahagia. Sekolah jadi tempat yang aman, bukan tempat yang bikin takut.

Mulai sekarang, yuk kita belajar menjadi teman yang baik. Bukan hanya pintar di pelajaran, tapi juga pintar menjaga hati orang lain.

Akhir kata, semoga kita semua bisa terus belajar menghargai dan menyayangi teman, karena persahabatan yang indah dimulai dari saling menghormati.

Terima kasih atas perhatian teman-teman dan Bapak/Ibu Guru.

Contoh Pidato tentang Keistimewaan dan Keindahan Bulan Ramadhan Singkat Mudah Dihafal

Contoh Pidato Ujian Praktek Kelas 6 tentang Bakti kepada Orang Tua

Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh. Selamat siang Bapak Ibu Guru terhormat dan teman-teman yang saya banggakan. Hari ini izinkan saya berbicara dari hati… tentang orang yang sangat berjasa dalam hidup kita, yaitu orang tua.

Coba bayangkan… siapa yang selalu bangun paling pagi di rumah? Siapa yang menyiapkan sarapan, mencuci baju, mencari nafkah, dan tetap tersenyum meski lelah? Ya, mereka adalah orang tua kita. Ayah dan Ibu.

Tanpa mereka, kita tidak  akan bisa duduk di sini, belajar, dan bercanda dengan teman-teman. Tapi… apakah kita sudah cukup membalas semua kebaikan itu?

Bakti kepada orang tua bukan cuma dengan memberi hadiah atau ucapan terima kasih. Tapi juga dengan hal-hal sederhana, seperti mendengarkan nasihat mereka, membantu di rumah, dan tidak membantah.

Kadang kita lupa. Kita terlalu asyik main HP, terlalu sering marah saat diminta tolong, atau pura-pura tidak dengar saat dipanggil. Padahal, waktu bersama mereka itu berharga, dan tidak akan selamanya.

Mulai hari ini, yuk kita ubah sikap. Kalau ayah atau ibu bicara, dengarkan. Kalau mereka butuh bantuan, jangan menunda. Kalau mereka sedang lelah, beri pelukan atau senyum kecil — itu sudah sangat berarti.

Karena sejatinya, bakti kepada orang tua adalah bentuk cinta yang paling tulus. Dan anak yang berbakti akan selalu diberkahi dalam hidupnya.

Terima kasih sudah mendengarkan pidato saya hari ini. Semoga kita semua bisa menjadi anak-anak yang dibanggakan oleh orang tua, bukan karena nilai semata, tapi karena hati yang baik dan penuh kasih. Serta menjadi anak yang saleh saleha. Aaamiin.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Halaman:

Advertisement