Advertisement
Source : https://www.pexels.com/@pixabay/

15 Contoh Predikat dalam Kalimat Bahasa Indonesia Beserta Penjelasannya yang Benar

Di dalam struktur kalimat bahasa Indonesia terdapat unsur predikat yang tidak bisa diabaikan. Simak contohnya di sini.

18 Oktober 2022 Fajar Laksana

6. Budi memiliki HP baru

Contoh predikat dalam kalimat bahasa Indonesia tersebut tidak menggunakan kata kerja namun keterangan yaitu “memiliki”. Tapi tetap menjelaskan apa yang sedang dialami oleh Budi (S). 

Dalam penulisan ini menggunakan prinsip objek langsung. Sama seperti “Rina membaca buku baru” “Raya membawa tas kuning” “Adiba membuat lukisan besar”. Tidak menggunakan kata penghubung antara P dengan O. 

Meski tanpa penghubung tetapi maknanya tidak berubah. Justru menjadikan lebih efektif karena singkat.

Kamu juga bisa menuliskan “Budi memiliki HP yang baru” menjelaskan seperti apa HP budi, sama halnya jika tanpa penggunaan penghubung. 

6 Contoh Gambar Norma Kesopanan dan Norma Kesusilaan Serta Perbedaannya

7. Pak RT itu galak.

Contoh predikat dalam kalimat bahasa Indonesia ini bersifat predikatif meski tidak menggunakan kata kerja melainkan sifat yaitu “galak”. Sama seperti saat menulis “Rita itu cantik” “Raka itu tinggi”. 

Maknanya ingin mengungkapkan bahwa Pak RT galak. Sama seperti analogi lainnya berarti Rita cantik dan Raka tinggi.

Jadi intinya adalah penggunaan kata kerja kopulatif atau atributif, yang berfungsi untuk menghubungkan, harus ada predikatif atau atribut. 

Jika hanya dua struktur “Pak RT galak”, maka ini membentuk kata benda. Pada saat digabungkan dengan susunan kata lain, bisa menghasilkan makna berbeda dan jauh dari maksud sebenarnya. 

8. Ibu lupa membawa belanjaan sehingga kembali lagi ke Minimarket. 

Sedikit berbeda dari 7 contoh sebelumnya. Dalam penulisan diatas terdapat 2 kata kerja dari satu subyek.

Kemudian terdapat juga penghubung atau konjungsi “sehingga”. Berarti ini merupakan kalimat majemuk. 

Contoh predikat dalam kalimat bahasa Indonesia memiliki 2 struktur. Pertama “Ibu lupa membawa belanjaan”, kedua “Ibu kembali lagi ke Minimarket”.

Keduanya digabungkan jadi satu kesatuan menggunakan konjungsi yang tepat. 

Tujuan menulis seperti ini adalah supaya enak dibaca. Maknanya jelas, tidak ambigu namun menggunakan struktur yang lebih efektif, tidak mengulang menuliskan subjek. 

9. Riri tahu apa cita-citanya dan berjuang sekuat tenaga memperjuangkannya.

Ini sama seperti sebelumnya, yaitu merupakan contoh predikat verbal majemuk.

Jika diuraikan maka akan jadi seperti ini: “Riri tahu apa cita-citanya” “Riri berjuang sekuat tenaga memperjuangkannya”.

Jika diucapkan langsung tidak akan ada masalah dan sudah biasa. Apalagi untuk komunikasi tidak resmi, penggunaan kalimat tidak efektif sudah wajar. Berbeda jika itu merupakan tulisan, maka kesannya tidak nyaman dibaca. 

Meski makna sebenarnya sederhana yaitu Riri tahu cita-citanya kemudian mengejarnya.

Tapi pada saat menulis, penulis memiliki maksud sendiri misalnya memberikan kesan lebih dramatis dengan kata-kata menarik dan tetap rapi mengikuti struktur formalnya. 

Halaman:

Advertisement