15 Contoh Predikat dalam Kalimat Bahasa Indonesia Beserta Penjelasannya yang Benar
Di dalam struktur kalimat bahasa Indonesia terdapat unsur predikat yang tidak bisa diabaikan. Simak contohnya di sini.
14. Kerupuk itu pedas sekali, aku tidak sanggup menghabiskannya.
Jika diuraikan menjadi “Kerupuk itu pedas sekali” “Aku tidak sanggup menghabiskannya”.
Ini sebetulnya bisa digabungkan jadi satu kalimat menggunakan konjungsi “sehingga” “jadi” dan lainnya yang menunjukkan hubungan sebab akibat.
Struktur pertama yang berada di awal menggunakan kata sifat untuk menjelaskan suatu keadaan yaitu makanan berupa kerupuk.
Lalu predikat kedua pada dasarnya adalah “tidak menghabiskannya” ini sudah menjelaskan maksud.
Namun disisipi dengan “sanggup”, menegaskan bahwa keadaan sangat kuat.
Kerupuk tersebut sangat pedas, sampai tidak mungkin untuk dihabiskan. Meski hubungan sebab akibat sangat kuat namun tetap bisa dirangkai tanpa penghubung.
15. Pekerjaan masih banyak sedangkan ayah menunggu dirumah maka sebaiknya kita segera pulang.
Contoh predikat dalam kalimat bahasa Indonesia ini ada 2 kondisi. Pertama “Pekerjaan masih banyak”, kedua “Ayah sedang menunggu di rumah”.
Kemudian terakhir adalah merupakan saran, penegasan apa yang akan dan harus dilakukan.
Termasuk dalam struktur majemuk menggunakan konjungsi “sedangkan”. Kondisi berkebalikan yang kemudian melahirkan sebuah solusi yaitu “segera pulang”. Secara singkat bisa juga diuraikan menjadi 3 bagian.
Pertama “Pekerjaan masih banyak”, kedua “Ayah menunggu di rumah”, ketiga “kita segera pulang”. Satu bagian menjadi alasan atas aksi yang kemudian dilakukan.
Dari beberapa contoh predikat dalam kalimat bahasa Indonesia di atas bisa dibuat kesimpulan bahwa fungsi predikat cukup penting.
Maka wajib ada dalam sebuah kalimat supaya saat membacanya bisa tahu maksudnya.
Fungsinya antara lain adalah memperjelas gagasan yang diungkapkan dan menentukan kejelasan makna kalimat.
Apalagi jika strukturnya adalah S-P-O secara sederhana. Apa jadinya jika hanya menggunakan struktur S dan O saja, tentu tidak akan bermakna.
Membentuk kalimat dasar, tunggal, luas, dan majemuk. Penegasan makna serta membentuk kesatuan pikiran. Sehingga menghindari makna ambigu atau lebih dari satu dalam sebuah gagasan.
Meski dalam bentuk sederhana, struktur kalimat utama penting apalagi untuk penulisan ilmiah.
Sehingga pembaca mampu menangkap isi pesan utama yang ingin disampaikan. Contoh predikat dalam kalimat bahasa Indonesia berguna bagi kamu yang butuh acuan.
Halaman:

