Advertisement
Source : Getty Images Signature/ultramarinfoto

9 Contoh Puisi Hari Kartini 2026 Singkat yang Menyentuh Hati dan Penuh Makna

Bagi kamu yang sedang mencari inspirasi untuk menulis puisi bertemakan Hari Kartini 2026, dalam artikel ini Mamikos akan membagikan beberapa contoh puisinya yang bisa kamu jadikan sebagai sumber inspirasi. Baca puisinya dalam artikel ini, yuk!

21 April 2026 M Ansor

Puisi 3: Kartini Pahlawan Sejati

Raden Ajeng Kartini

Engkaulah pahlawan yang sejatiĀ 

Perempuan tangguh, penuh keberanianĀ 

Engkau bersuara di masa yang penuh kengerian

Agar kaum perempuan bisa berkarya dan berpendidikan

Raden Ajeng Kartini

Perjuanganmu memperjuangkan hak asasi berbekas hingga kini

Cita-citamu membebaskan belenggu sangatlah berani

Kami kini tak lagi takut untuk bermimpi

Raden Ajeng Kartini

Sekarang sekolah bukan lagi tempat eksklusif bagi kami

Perempuan kini bisa sekolah dan bermimpi

Perempuan kini bisa berkarya dan berekspresi

Engkau menulis sepucuk suratĀ 

Berharap drajat wanita dapat terangkat

Berharap generasimu di depan hidup bermartabat

Sungguh mulia perjuangan yang kau angkat

Terima kasih RA Kartini

Engkau selalu selalu menjadi semangat kami

Namamu harummu akan selalu tersimpan di hati

8 Contoh Ide Model Kebaya Kartini 2026 yang Cantik dan Modern, Suka yang Mana

Puisi 4: Sepucuk Surat Untuk Kartini

Dahulu kau menulis untuk berjuang

Kini aku menulis untuk mengenang

Semua jasa-jasamu yang tak lekang

Demi perempuan kau perjuangkan

Sepucuk surat kau tuliskan

Dengan air mata bercucuran

Memperjuangkan nasib perempuan

Demi masa depan penuh keadilan

Hak-hak perempuan tak kau lupakan

Pendidikan kaummu kau selamatkan

Ketidak adilan kau pinggirkan

Agar masa depan perempuan tak penuh kegelapan

Puisi 5: Kartiniku Kini

Oleh: Mochammad Ridwan

Saat pena kau tempelkan secarik kertasĀ 

Tersusunlah kata-kata sukam meretas

Membawa perubahan awal sepintas

Hingga kaummu menyambut penuh antusias

Kini wahai Kartiniku

Kaummu seakan melupakanmu

Tersibuk dengan lautan ambigu

Terlupa akan sebuah perilaku

Wahai Kartiniku ini

Tidaklah mentari leupa menanti pagi

Saatnya dirimu membekali literasi

Saatnya dirimu penuh inovasi

Wahai Kartiniku kini

Sudahkan dirimu menyelami diri

Mencari dimana peradaban nanti

Mengikuti aliran tsunami teknologi

Sepatah tulisan membawa pesan

Sebarisan kalimat membuyarkan angan

Sebait paragraf merubah peradaban

Majulah Kartiniku kini tuk kemajuan zaman

Puisi 6: Perempuan itu Buku

Oleh: Sio Hutasoit

Apa kau tahu? Jika perempuan itu Buku.

Tintanya biru teduh.

Perempuan itu Gudangnya Ilmu.

Isinya tak hanya asmara candu, namun arti dari tulus Pengorbanan tanpa keluh.Ā 

Walau dituntut harus sempurna sungguh, Namun…

Perempuan tahu nikmatnya berdiri teguh, tanpa kompromi waktu.Ā 

Di dalam Buku akan kau temukan cerita tentang cinta yang utuh.

Walau hidup tak semanis madu, tangis menderu bahkan sakit berdentum.

Tapi tak pernah ia tulis bahwa hidup sepahit empedu.Ā 

Hanya ada bait tentang nyanyian syukur.

Sayangnya, Buku itu tak bisa kau beli dengan sekuntum bunga warna ungu.

Tapi tawarlah dengan rindu yang sudah kau pupuk.

Tenang saja, tak perlu ragu… 

Karena, dari buku itu akan kau temukan bahwa perempuan adalah pangkal restuĀ 

Juga sajak-sajak tentang doa ibuĀ 

Yang tiap hari ia tulis dengan tangguhĀ 

Perempuan tak pernah layuĀ 

Perempuan itu BukuĀ 

Perempuan itu aku.

25 Link Unduh Twibbon Hari Kartini 2026 yang Keren dan Modern, Gratis!

Puisi 7: Literasi Ubah Negeri

Oleh: Khanipan

Dulu kau diam diri di rumah

Namun kini menduduki berbagai ranah

Kau perjuangkan emansipasi

Majukan bangsa dengan budaya literasi

Kau tuntun mereka yang buta aksara

Ajari mereka bagaimana membaca

Bukan untuk kesombongan

Namun demi kemajuan peradaban

Berawal dari

Ini Bapak Budi

Ini Ibu Budi

Suaramu terdengar lirih

Namun mampu mengubah negeri

Dengan literasi kau paparkan tujuan diri

Berbakti kepada negeri

Mengharumkan nama pertiwi

Untuk kejayaan kini dan nanti

Bekali negeri dengan literasi

Untuk bersaing di globalisasi

Semua berkat emansipasi

Yang kau perjuangkan dari dulu hingga kini

Halaman:

Advertisement